
Seminggu berlalu..
Glenn sudah lebih dulu pulang dari rumah sakit dan untuk Egg, dia harus melakukan pemeriksaan terakhir hari ini.
Elster begitu berharap diagnosis nya akan hilang, maksudnya kanker darah itu menghilang dari Egg dan putranya bisa sembuh.
"Halo"
"Aku akan menjemput mu" kata Glenn.
"Tidak usah, aku sedang di restoran jarak di sini sangat dekat" balas Elster menolak.
"Telat, aku sudah di luar ruangan mu" balas Glenn lagi.
Dan ceklek..
Glenn membuka pintu yang membuat Elster yang melihat itu menghembuskan nafasnya kasar.
"Kau seharusnya menemani Egg dulu, bukan ke sini" kata Elster sambil beranjak dari duduk nya.
"Egg yang memintaku menjemput Mami nya, aku tak bisa menolak nya" jelas Glenn santai.
"Aku tidak percaya" balas Elster menyambar tas nya lalu berjalan mendekati Glenn.
Glenn melihat kecantikan Elster dan hal itu membuat dia merasa terpesona.
"Ayo" Elster melangkah.
Tapi tangan Elster di tahan Glenn yang membuat langkah Elster terhenti.
"Lepas"
Elster mencoba meminta di lepaskan, tapi tangan nya masih di tahan Glenn bahkan pria itu mendorong nya hingga tubuh Elster mentok ke pintu.
Deg..
"Kau mau apa?" Elster menatap tajam Glenn.
"Aku tidak percaya kau begitu setia menunggu ku, bibir mu dan semuanya milik ku kan?" Glenn mendekatkan wajah nya ke wajah Elster.
"A-ap__" ucap Elster terpotong karena bibir nya langsung di bungkam dengan ciuman oleh Glenn.
Hemph..
__ADS_1
Elster berusaha untuk tak membalas ciuman itu, tapi Glenn jelas tak membiarkan Elster mengabaikan ciuman nya.
Glenn mencium bibir Elster dan dia sedikit mengigit bibir Elster yang membuat Elster reflek membuka sedikit mulutnya dan keduanya pun berciuman.
Mata Elster di kunci oleh tatapan Glenn, untuk beberapa saat Elster merasa terhipnotis dengan mata itu dan tanpa sadar membalas ciuman itu.
Hingga tiba-tiba salah satu pegawai akan melewati ruangan nya, Elster yang menyadari itu buru-buru mendorong tubuh Glenn.
"Ck, mengganggu saja" kesal Glenn karena melihat Elster yang nampak menunduk.
Dan pegawai wanita itu hanya menunduk takut, lalu pergi karena usiran tangan Glenn.
"Kau membuat nama ku jelek di depan pegawai" kata Elster kesal.
"Aku? bahkan yang aku tau kau membalas ciuman ku, jadi aku rasa itu bukan pemaksaan tapi atas dasar suka sama suka" sahut Glenn menyebalkan.
Elster tak menjawab dia memilih keluar dari ruangan nya dan di susul oleh Glenn yang mengikuti dari belakang.
Beberapa pegawai melihat ke arah bos nya, mereka tak menyangka jika bos yang mereka kagumi itu memiliki kekasih yang tampan.
Tadi saat datang Glenn mengaku sebagai calon suami Elster, maka dari itu semua pegawai begitu kaget dengan fakta baru yang sangat hot itu.
"Kenapa aku merasa mereka membicarakan ku" gumam Elster melihat pegawai nya yang bisik-bisik terus.
Elster memutar bola matanya malas mendengar omong kosong Glenn, lalu keduanya pun masuk ke dalam mobil Glenn yang sudah di parkiran restoran milik Elster.
.
.
"Kau hebat bisa memiliki restoran yang besar dan cukup ternama di kota ini, apa motivasi mu?" tanya Glenn sambil menyupir.
"Egg, dia satu-satunya motivasi terbesar ku karena aku harus memberikan putra ku segalanya" balas Elster cepat.
"Hem, jika saja kau tidak pergi kau tak perlu bekerja keras seperti ini El" kata Glenn lagi.
Membuat Elster melirik Glenn.
"Kau tau jika sejak dulu aku tak suka bergantung pada orang lain, aku selalu bekerja keras untuk kehidupan ku meski masa depan ku hancur oleh orang-orang tidak bertanggung jawab" Elster mengepalkan tangan nya di dada.
Tidak dia tak akan pernah mau mengingat masa lalu nya yang suram itu.
Glenn mendengar ucapan Elster sadar jika orang yang tak bertanggung jawab itu adalah dirinya, dan dia cukup sadar diri untuk tak meneruskan obrolan ini lagi.
__ADS_1
Tak lama kemudian mobil mereka sampai di rumah sakit, Elster dan Glenn langsung ke ruangan Egg.
"Mami, Papi" Egg nampak senang melihat Mami dan Papi nya datang bersama-sama.
"Sudah makan sayang?" tanya Elster.
"Ya Mam, bibi Meti menyuapi ku" balas Egg cepat.
Elster mengangguk lalu Meti pun pamit untuk beres-beres rumah Elster untuk menyambut ke pulangan Egg.
"Beli cake kesukaan nya juga tapi yang sedikit gula" ucap Elster pada Meti.
"Baik nyonya" Meti langsung pulang setelah mendapatkan perintah dari sang majikan.
Tak lama kemudian Endrick datang dan langsung memeriksa Egg.
Selama pemeriksaan Elster nampak harap-harap cemas, Glenn yang melihat wajah cemas Elster memegang tangan Elster.
"Egg pasti sembuh" ucap Glenn.
"Aku harap juga begitu" balas Elster, dan tangan nya melepaskan pegangan tangan Glenn.
Setelah cukup lama memeriksa Egg dengan berbagai alat medis, Endrick pun melirik Glenn dan Elster.
"Sejauh ini kondisi Egg sudah membaik dan aku juga tak melihat gejala kanker darah itu, tapi untuk pencegahan kalian bisa melakukan chek up setidaknya dua minggu sekali" jelas Endrick.
"Apa ini tandanya Egg sudah sembuh dan bisa pulang?" tanya Glenn.
"Ya, Egg sudah bisa pulang tapi makananya harus tetap di jaga" jawab Endrick.
Elster yang mendengar itu tak bisa berkata-kata, dia sangat bahagia.
"Terimakasih" hanya itu yang mampu Elster ucapkan.
"Yey pulang" sorak Egg happy.
Glenn mendekati putranya dan mencium kening sang putra.
"Kita akan pulang ke rumah Papi" ucap Glenn.
"Yeye ke rumah Papi" sorak Egg kencang.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏