Semalam Bersama Hidden Rich

Semalam Bersama Hidden Rich
Kemarahan Glenn


__ADS_3

Glenn menunggu Elster di rumah nya, Egg sudah tidur meski tadi Glenn sempat kesusahan membuat alasan saat Egg bertanya akan Mami nya.


Dan Glenn berbohong jika Elster sedang keluar karena harus ke restoran, Egg yang mendaptkan alasan itu langsung paham tak bertanya lagi, dia tau kesibukan Mami nya di restoran.


"Ini sudah jam 10 malam dan dia tidak pulang, dia kemana" gumam Glenn kesal.


Glenn kembali mencoba menelpon Elster, tapi sialnya Elster kali ini sudah memblokir nya.


Hufh..


"Dia benar-benar membuat ku khawatir" Glenn masuk ke dalam rumah nya.


Dia langsung memgambil kunci mobil dan setelah itu Glenn kembali keluar.


Saat Glenn akan masuk ke dalam mobil di saat itu juga dia melihat mobil yang berhenti di halaman rumah nya.


Glenn berpikir itu adalah Elster dia pun keluar dari mobilnya dan mendekati mobil itu.


"Dari mana saja?" tanya Glenn menatap Elster yang baru keluar dari mobil.


"Apa urusan mu? terserah aku mau pergi kemana pun karena kita bukan siapa-siapa" jawab Elster sinis.


Jourdy merasa tak asing dengan pria yang sedang mengobrol dengan Elster dia pun keluar.


"Kak Glenn" Jourdy nampak kaget.


"Kau!" Glenn yang di panggil menatap tajam ke arah Jourdy.


Dia diam dan kali ini Glenn melihat ke arah Elster yang nampak dingin.


"Dia dokter jantung terbaik, dia juga adalah pacar ku" ucap Elster sambil mendekati Jourdy.


Elster tanpa ragu memegang tangan Jourdy, keduanya mendekati Glenn dan Elster dengan percaya dirinya menatap sinis pada Glenn.


Glenn diam melihat apa yang ada di depan nya, lalu tersenyum kecut.

__ADS_1


Tanpa basa-basi Glenn menarik tangan Elster agar mengikuti nya.


"Hey lepaskan!" kesal Elster.


"Diamlah, kau tau siapa dia?" tanya Glenn.


"Dia dokter muda dia tampan dan juga baik, dia calon ayah Egg" celetuk Elster santai.


Glenn melepaskan tangan nya dari Elster dan menatap tajam ke arah Jourdy.


Jourdy melihat kemarahan di wajah kakak nya, dia tak paham dengan apa yang terjadi begitupun dengan Elster yang mengaku sebagai kekasih nya.


"Aku dan dia__" ucap Jourdy terpotong.


Brugk!


Satu pukulan Glenn berikan pada Jourdy.


"Kau pikir kau bisa melakukan nya kembali hah! ibu dan anak sama saja suka merebut apa yang orang miliki" kata Glenn kali ini benar-benar marah.


"Ini salah paham, aku dan Elster tidak__" sekali lagi ucapan Jourdy terpotong lagi.


"Kalian sama! itu kenapa aku tak pernah menyukai kalian, kalian hanya bisa mengambil apa yang aku punya, pergi sialan atau aku akan benar-benar menghajar mu sampai mati!" tegas Glenn dengan wajah marah nya.


Jourdy masih bingung dengan situasi ini, tapi jika dia melihat Elster yang nampak diam Jourdy bisa menebak mungkin yang Daniel katakan Ayah Egg itu adalah kakak nya.


Dia tak pernah tau siapa ayah Egg karena Daniel tak menjelaskan dengan jelas, dan waktu setelah oprasi pun dia tak sempat menjenguk Egg sehingga tak tau wajah ayah Egg.


"Cepat pergi atau aku akan benar-benar membunuh mu dengan tangan ku" lanjut Glenn lagi.


"Kak, aku bisa jelaskan ini tidak seperti yang kau bayangkan, aku dan Elster tak ada apa-apa" kata Jourdy memberikan pembelaan nya.


Tapi bukan nya mendapatkan kepercayaan kakak nya, Jourdy malah mendapatkan pukulan lagi yang di berikan oleh Glenn.


"Dok, maaf. tolong pergilah" Elster akhirnya mengeluarkan suara nya.

__ADS_1


Jourdy masih diam hingga akhirnya dia pun memilih pergi, meninggalkan Glenn dan Elster yang masih berdiri di halaman rumah nya.


Setelah Jourdy pergi Elster langsung masuk ke dalam rumah Glenn, dia pergi ke kamar Egg dan mengunci pintu nya dari dalam.


Tok..tok..


"El buka!" tedengar suara Glenn.


Elster tak mendengarkan, dia memilih merebahkan tubuhnya di samping sang putra.


Air matanya jatuh tanpa di minta, Elster tak mengerti kenapa Glenn bisa melakukan hal itu padanya, datang hanya untuk membuat nya merasakan sedikit harapan.


"Dia milik orang lain, apa yang harus aku tangiskan lagi aku dan dia memang sudah dari lama selesai" gumam Elster sambil memeluk Egg.


Isakkan tangis Elster membuat Egg yang tidur membuka matanya.


"Mami, menangis?" tanya Egg membuka matanya.


"Tidak sayang, Mami hanya kelelahan" bohong Elster.


Egg nampak diam lalu dia melihat ke samping sebelahnya yang tak ada siapa-siapa.


"Papi mana Mam?" tanya Egg.


"Ada, Papi katanya mau tidur di luar sambil kerja" sekali lagi Elster memilih berbohong.


Tangan Elster kembali mengusap kepala putra nya, hingga Egg pun akhirnya kembali tertidur di pelukan nya.


Dan melihat putranya yang tertidur Elster pun kembali meneteskan air matanya.


"Mami menyayangi mu sayang, tapi maaf kita tak seharusnya berada di antara mereka yang jahat, Mami tak mau kamu merasakan apa yang Mami rasakan dulu" ucap Elster yang akan kembali menjadi pengecut karena dia tak mau Queena kembali mengusik kehidupan nya dan sang putra.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya kak❤🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2