
Siang nya Elster menjemput putra nya, dan Egg nampak duduk menunggu nya bersama satu teman nya.
"Sayang bibi Meti mana?" tanya Elster.
"Bibi Meti sedang ke toilet Mam" balas Egg.
Elster manggut-manggut lalu duduk di samping putra nya, dia melirik teman Egg yang juga menunggu jemputan.
Tak lama kemudian teman Egg mendapatkan jemputan nya, dan langsung pulang.
"Mami aku mau es krim" ucap Egg melihat ke stand es krim yang tak jauh dari sekolah nya.
Elster melihat ke arah stand es krim itu, dia nampak berpikir sejenak.
"Bagaimana kalau kita konsultasi pada dokter Endrick dulu, Mami tak mau kamu muntah" ucap Elster.
Egg manyun karena dia sangat ingin sekali makan es krim.
Elster melihat itu mengalihkan perhatian Egg dengan mengajak Egg ke kantor Glenn.
"Benarkah? kita akan ke kantor Papi?" Egg nampak bersemangat.
"Ya, kita akan mengantar makan siang untuk Papi mu" balas Elster lagi.
Egg mengangguk tak lama kemudian Meti datang, Elster meminta Meti pulang saja karena dia akan ke kantor suaminya.
Meti pun pulang, dia mendapatkan tugas untuk membersihkan rumah majikan nya, dan setelah itu dia bisa pulang dan menjaga putrinya.
Elster memesan taksi dan setelah taksi datang kediaman pun langsung pergi menuju kantor Glenn.
Beberapa menit berlalu..
Elster dan Egg sampai di kantor Glenn, keduanya berjalan masuk ke loby.
"Bisa saya bantu nyonya?" resepsionis bertanya.
"Saya mau ke ruangan bos" ucap Elster.
"Apa nyonya sudah ada janji?" tanya Resepsionis lagi.
Elster mengangguk.
"Aku dan putraku akan mengantarkan makan Siang untuk bos" jelas Elster.
Dan resepsionis langsung menunduk, dia baru sadar jika wanita di depan nya itu adalah istri bos besar.
Sebelumnya dia mendapatkan telpon dari Sekertaris jika bos akan kedatangan tamu spesial, yaitu istri dan putranya yang akan mengantarkan makan siang.
__ADS_1
"Silahkan nyonya, tuan sedang menunggu" ucap Resepsionis.
"Terimakasih" Elster langsung pergi.
Elster dan Egg masuk ke dalam lift, setelah itu keduanya langsung berjalan mencari ruangan CEO.
Karena kesusahan mencari ruangan CEO Elster pun bertanya, dan dia bertanya pada salah satu wanita yang berpapasan dengan nya.
"Apa nona tau ruangan CEO?" tanya Elster.
"Tentu saja, aku sudah bekerja dua tahun di sini" balas wanita itu dengan wajah angkuh nya.
"Hem, kalau begitu bisa tolong tunjukkan ruangan nya dimana? aku dan putraku kesulitan mencari ruangan CEO" jelas Elster.
Wanita itu melihat ke tangan Elster yang memegang rantangan makanan.
"Kalian bisa pergi, aku akan mengantarkan nya pada bos" ucap wanita bernama Andita itu.
Wanita itu mencoba mengambil tantangan makanan yang ada di tangan Elster, tapi Elster langsung menepis tangan wanita itu.
"Apa anda bisa sopan? aku hanya bertanya bukan meminta mu untuk mengantarkan makanan ini" Elster menatap tak suka pada Andita.
"Tuan sibuk, dan dia tak akan punya waktu untuk meladeni wanita yang membawa anak kecil, lebih baik anda dan anak anda pulang saja" kata Andita lagi.
"Kau siapa? apa kau dekat dengan bos?" tanya Elster.
Elster menggelengkan kepala nya mendengar omong kosong wanita di depan nya.
Benar-benar tak tau malu, apa wanita itu tak tau jika wanita yang membawa anak di depan nya ini adalah istri bos?.
Elster pun akhirnya memilih mempermainkan wanita itu, dia memberikan makanan itu pada Andita, membuat Andita sangat happy.
"Akhirnya aku bisa mendekati Bos dengan cara yang mudah" batin Andita tersenyum sambil berjalan cepat membawa makanan yang Elster berikan.
Sedangkan Elster kembali ke dalam lift, Egg sedikit bingung dengan apa yang di lakukan Mami nya.
"Mami apa kita tidak akan jadi bertemu Papi?" tanya Egg.
"Jadi sayang, kita tunggu di sini" balas Elster sambil memainkan ponsel nya.
Di ruangan CEO Glenn mendengar ketukan pintu, dia tersenyum berpikir jika itu adalah istri nya.
"Masuk!" ucap Glenn.
Ceklek..
Andita berjalan dengan wajah percaya dirinya, dia membawa rantangan makanan yang ada di bawa Elster tadi.
__ADS_1
"Apa ada berkas yang aku lewatkan?" tanya Glenn melihat anak direktur nya yang bekerja sebagai manager di perusahaan nya.
"Tidak tuan, saya ke sini untuk mengantarkan makanan ini" ucap Andita.
"Makanan?" Glenn menaikan sebelah alisnya ke atas.
"Ya, ini tadi di antar oleh pengantar makanan yang membawa anak nya, saya mengusir mereka karena saya tau tuan tak suka orang asing" jelas Andita.
Pengantar makanan?
"Dimana pengantar makanan itu?" tanya Glenn.
"Mereka kembali pergi" jelas Andita.
Glenn beranjak dari duduknya, Andita tersenyum karena dia pikir bos nya akan mengajak nya berciiman atau mungkin makan bersama.
Hingga Glenn terus berjalan dan keluar dari ruangan nya.
"Tuan" Andita kebingungan.
Glenn tak menghiraukan, dia masuk ke dalam lift Glenn yakin jika itu adalah Elster.
"Sayang" Glenn yang baru keluar dari lift mendekati Elster.
"Yey Papi" Egg berdiri dan tersenyum pada Papi nya.
Glenn mengandong putra nya ke gendongan nya, lalu melirik istrinya.
"Kenapa tidak langsung masuk?" tanya Glenn.
"Aku menunggu di jemput" balas Elster tersenyum.
Lalu Glenn dan Elster pun masuk ke dalam lift, beberapa karyawan melihat itu dan sebagian dari mereka yang tak tau siapa Elster dan Egg merasa penasaran dengan hubungan bos nya dengan Elster.
Saat baru keluar dari lift Elster dan Glenn kembali berpapasan dengan Andita.
"Dia bukan pengantar makanan, tapi istriku" kata Glenn.
Apa!
"Salam kenal, aku nyonya Elster Mohan" Elster tersenyum mengejek ke arah Andita lalu berjalan masuk ke dalam ruangan suaminya.
Meninggalkan Andita yang sangat syok dengan fakta jika bos incaran nya ternyata sudah punya anak dan istri.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏
__ADS_1