Semalam Bersama Hidden Rich

Semalam Bersama Hidden Rich
Janji


__ADS_3

"Tidak mungkin!" Icha menangis sejadi-jadinya saat tau kakaknya sudah pergi meninggalkan nya untuk selama-lamanya.


"Maaf, tapi dokter Daniel sudah meninggal dan ini barang-barang nya" ucap dokter sambil memberikan dompet dan ponsel Daniel.


Icha memeluk barang sang kakak di pelukan nya, pak Broto mendekati sang putri berniat memeluk sang putri tapi Icha yang sadar akan langkah kaki Papa nya langsung mundur.


"Ini semua karena kalian, aku tidak akan memaafkan kalian" teriak Icha sambil menangis.


Matanya menatap tajam pada ibu tirinya, Icha tak bisa menerima kehadiran wanita itu yang dia anggap sebagai seorang pencuri di rumah nya.


Papa dan kakaknya menerima Wanita itu, dan hal itu yang membuat Icha tidak bisa menerima kenyataan nya karena dia merasa perhatian nya kurang.


"Icha, kamu mau kemana?" tanya Broto menatap sedih putrinya.


"Kemana pun aku pergi apa hak kalian, dan Papa urus saja wanita itu jangan urus aku" tegas Icha sambil menyeka air matanya.


"Icha sayang Mama Minta maaf" ucap sang ibu sambung mendekati Icha.


Tapi Icha yang tidak sudi berdekatan langsung mundur, dan pergi meninggalkan Papa nya dengan membawa kesedihan nya.


Kini tak ada lagi kakak nya, pria yang selalu mensupport nya di saat dia sedang sedih dan memberikan pelukan nya.


"Aku benci kalian, aku benci" air mata Icha jatuh begitu saja.


Icha menangis sesegukan sambil duduk di bangku taman, air matanya semakin banyak yang jatuh karena tak kuasa menahan kesedihan nya.


Hingga tiba-tiba ada uluran sapu tangan tepat di depan nya.


"Hapus air mata mu, ini sapu tangan dari Daniel untuk mu" ucap Jourdy.


Tak banyak bicara Icha menerima nya, dia mencium sapu tangan itu dan memeluk nya.

__ADS_1


"Kakak kenapa secepat ini" air mata Icha terus jatuh ke pipinya.


Jourdy hanya diam, dia tau rasanya di tinggalkan dan itu sangat menyakitkan, dulu dia juga pernah di posisi sama seperti Icha yaitu di saat dia kehilangan Bunda nya.


Lama Jourdy duduk bersama Icha yang masih menangis, hingga akhirnya Icha berhenti menangis dan bersandar pada Jourdy.


"Suntik mati aku" ucap Icha tiba-tiba.


Jourdy tak mendengarkan omong kosong Icha yang sedang sedih, dia hanya menemani tanpa berniat mengatakan sepatah katapun.


"Dokter, tolong aku mau mati saja" lanjut Icha semakin kemana.


Sekali lagi Jourdy hanya diam hingga dia mendengar suara orang tidur, Jourdy melihat Icha yang kelelahan tidur dan dia yang melihat itu menidurkan Icha di pangkuan nya.


Jourdy menatap wajah Icha yang tertidur, jelas dia melihat sekalipun gadis muda di pangkuan nya tertidur Icha tidak terlelap, ada yang menganggu tidur nya terlihat dari deru nafasnya yang tidak beraturan.


"Daniel, kau membuat aku terlilit janji yang kau pinta, apa aku bisa mengikuti kemauan mu?" gumam Jourdy melihat Icha.


Flashback On.


Jourdy yang baru memeriksa pasien jantung nampak baru keluar dari ruangan ICU, dan saat Jourdy akan pulang dia malah melihat sosok yang dia kenal.


"Daniel" ucap nya sambil melihat dengan jelas sosok yang di dorong oleh perawat itu.


Setelah di lihat dengan jelas Jourdy di buat kaget dengan Daniel yang penuh dengan darah, pria itu kecelakaan dan yang Jourdy lihat dia terluka parah.


Daniel yang masih sadar melihat Jourdy, dia meminta perawat untuk berhenti sebentar di depan sang teman.


"Daniel, apa yang terjadi?" tanya Jourdy sedikit syok.


"Aku titip Icha, dia tak punya keberanian mempercayai siapapun, aku mohon tolong jaga adik ku" ucap Daniel memohon.

__ADS_1


Jourdy yang mendengar ucapan Daniel tidak mengerti, tapi saat melihat dokter yang mendekat dan memberikan kode padanya untuk tidak menolak dia pun sadar jika ini bukan hal yang spele.


"Jourdy, aku mohon" lanjut Daniel lagi.


"Masuklah ke ruangan UGD, aku mohon Icha akan semakin membenci dokter jika kau tidak segera masuk" ucap Jourdy sambil meminta perawat mendorong brankar yang di tuduri Daniel.


Uhuk..uhuk..


Daniel batuk dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.


"Jour, aku mohon" Daniel menatap sang teman penuh permohonan.


Huh..


"Baiklah, aku akan menjaga Icha untuk mu, tapi kau harus sembuh kau harus bertahan" kata Jourdy sambil melihat Daniel.


Hingga sampai di ruangan UGD, dan dokter langsung memasang beberapa alat di tubuh Daniel, Jourdy yang melihat itu tak kuasa menahan sedih nya.


"Nikahi adik ku, aku percaya padamu"


Dan itulah kata-kata terakhir yang Jourdy dengar dari Daniel, dia langsung keluar karena Daniel langsung kritis setelah dokter memasang alat-alat di tubuhnya.


Flashback Off.


Masih dengan menatap Icha, Jourdy bimbang apa yang harus dia lakukan pada janjinya itu.


"Apa aku harus melakukan nya? tapi dia terlalu muda untuk ku dia juga sangat membenci profesi ku" gumam Jourdy yang sekarang di landa kegelisahan.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2