Semalam Bersama Hidden Rich

Semalam Bersama Hidden Rich
Dua bayi kembar


__ADS_3

Setelah menunggu hampir satu jam lebih akhirnya Elster melihat salah satu perawat yang keluar.


Dia mendekati suster, tapi suster bilang oprasinya masih berlanjut dan masih setengah jam lagi.


Elster pun akhirnya kembali duduk menunggu, kali ini tak ada yang menemani nya, Meti Elster suruh pulang karena anak Meti jatuh dari sepeda.


"Aku mohon selamat kan keduanya Tuhan" gumam Elster masih cemas.


Tak lama kemudian Endrick keluar dari ruangan oprasi, dia mendekati Elster.


"Bagaimana?" tanya Elster begitu panik.


"Semuanya berjalan dengan lancar, setelah beberapa menit mereka berdua akan di pindahkan" jelas Endrick..


"Apa setelah ini putra ku akan bisa sembuh dok?" tanya Elster.


"Kita akan melihat perkembangannya setelah dipindahkan keruangan intensif nanti, semoga saja dengan adanya transplantasi tulang sumsum belakang yang di donorkan Glenn Putra kalian bisa segera sembuh dari penyakitnya." jawab Endrick.


"Semoga saja Egg sembuh, terimakasih dok" ucap Elster sedikit lega.


"Sama-sama, kalau begitu aku akan ke ruangan ku dulu nanti suster akan memindahkan Glenn dan Egg ke ruangan yang sama dan lebih besar" kata Endrick.


Elster hanya mengangguk tak banyak bertanya lagi, lalu Endrick pun pergi meninggalkan Elster sendiri.


Tanpa sadar Elster menangis, rasanya dia tak sabar melihat putra nya yang bisa berlari lagi dan berangkat sekolah dengan berjalan, satu momen yang sangat dia tunggu sejak lama.


.


.


"Mami" Egg yang pertama bangun.


Elster yang melihat itu langsung memencet tombol darurat di pojokan, dan tak lama kemudian dokter dan suster datang.


Endrick langsung mengecek kondisi Egg, Elster nampak cemas menunggu penjelasan dokter.


"Bagaimana dok?" tanya Elster.


"Observasi masih satu minggu, semoga saja setelah semuanya di lalui kondisi Egg akan lebih baik" jelas Endrick.

__ADS_1


"Apa setelah ini Egg akan sembuh?" tanya Elster.


"Semuanya tergantung Tuhan, banyak lah berdoa untuk keajaiban nya" jelas Endrick.


Elster diam mendengar penjelasan Endrick, lalu dia melirik Glenn yang masih tidur.


"Em, bagaimana dengan Glenn, dia belum sadar" ucap Elster pelan.


Endrick melihat teman nya yang masih belum sadar itu hanya tersenyum santai.


"Saat di ruangan oprasi aku lupa menambahkan dosis obat bius nya, jadi Glenn akan tidur lebih lama lagi, dan bukan kah itu bagus untuk kalian? jadi tak akan ada yang mengganggu mu setidaknya satu jam lagi" jelas Endrick melihat Elster.


"Apa kondisi nya akan cepat pulih?" tanya Elster lagi.


"Dia sehat, tentu saja dia akan cepat pulih tapi sebaiknya setelah oprasi dia harus lebih banyak istirahat dan makan nya di jaga" jawab Endrick.


Elster manggut-manggut mendengar penjelasan Endrick.


"Ahk iya El, kalau Glenn bangun usahakan jangan membuat dia kesal atau sedikit emosi, dia habis oprasi dan jika dia terlalu kesal itu tak baik untuk tubuhnya karena tensi nya akan naik" lanjut Endrick lagi dan setelah itu Endrick keluar dari ruangan berisi pasangan yang masih rumit itu.


Elster menarik kursi dan duduk di samping putra nya yang masih terlihat lemah.


Egg hanya mengangguk sebagai jawaban, Elster langsung memberikan minum pada putra nya.


"Mami apa Papi akan sehat?" tanya Egg yang melihat Papi nya berbaring di sebelah nya.


"Ya sayang, Papi mu hebat sama seperti mu jadi Papi pasti akan sehat" jelas Elster.


Egg hanya manggut-manggut, lalu dia bercerita jika tadi dia mimpi memiliki adik.


Elster sensitif mendengar ucapan putra nya, apalagi Egg sebelumnya tak pernah membalas semua ini.


"Mami dan Papi akan memberikan aku adik kan?" tanya Egg.


"Hem" balas Elster ambigu.


"Aku mau adik perempuan Mami, pasti lucu aku akan menjadi kakak yang baik aku janji Mami" ucap Egg penuh semangat.


"Tentu kamu akan selalu menjadi yang terbaik sayang" Elster mencium pipi putranya.

__ADS_1


Egg tersenyum dia benar-benar tak sabar untuk punya adik, bermimpi memiliki adik perempuan membuat Egg bersemangat untuk menjadi seorang kakak.


"Mami apa adik ku akan di lahirkan cepat?" tanya Egg lagi.


Oh tidak..


"Mami tak tau sayang, sebentar lagi kamu makan dan minum obat jadi jangan banyak berpikir hal aneh ya" kata Elster yang sudah pusing menjawab apa.


"Mami aku ingin segera punya adik" Egg tak berhenti membahas nya.


Hingga..


"Kamu akan segera mendapatkan nya Son, Papi akan memberikan banyak adik untuk mu" ucap Glenn yang tiba-tiba bangun.


Elster memberikan tatapan tajam nya pada Glenn yang bicara asal pada putra nya.


Bagaimana pun Egg masih terlalu kecil, dan anak kecil akan selalu mengingat apa yang dia mau sampai kemauan nya itu terlaksana.


"Egg bolehkah Papi minta Mami duduk di tengah-tengah kita? Papi merindukan Mami mu" ucap Glenn dengan wajah lemah nya.


Elster sekali lagi melotot ke arah Glenn, tapi Glenn cuek tak memperdulikan tatapan tajam dari Elster.


"Tentu Papi, Mami bisakah Mami duduk di tengah-tengah kita?" tanya Egg melirik Mami nya.


Hufh..


"Baiklah" Elster membawa kursi nya ke tengah-tengah di antara Egg dan Glenn.


Tak lama kemudian makanan yang Elster pesan di restoran nya datang, yaitu sup kesukaan Egg.


Elster berniat menyuapi Egg tapi Glenn yang menyebalkan juga meminta di suapi, Elster tak kuasa menolak karena bagaimana pun Glenn sudah mendonorkan tulang sumsum belakang nya untuk Egg, putra kesayangan nya


"Mami aaa" kompak Egg dan Glenn serempak.


"Aku seperti memiliki dua bayi kembar besar" ucap Elster yang melihat keduanya membuka mulut nya lebar-lebar, dan jangan lupakan wajah Egg yang dominan Glenn membuat Elster sedikit kesal karena Egg tak terlalu mirip dirinya.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya kak❤🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2