
Elster menatap ke empat pria yang tak lain adalah Glenn, Steven, Reki dan Endrick. ketiga teman suaminya itu sedang berkunjung ke rumah nya.
"Kalian mau minum apa?" tanya Elster.
"Jangan beri minum, mereka hanya sebentar" kata Glenn.
"Hey siapa bilang, aku akan menginap" sahut Steven.
"What! tadi kau bilang hanya mampir" Glenn menatap jengah teman nya yang satu itu.
Dan Steven hanya mengedikan bahu nya sebagai jawaban yang membuat Glenn sangat kesal.
Lalu mata Glenn melirik ke arah Reki dan Endrick, Elster yang merasa tak nyaman memilih pergi ke dapur untuk membuatkan minum.
"Aku akan menginap juga" kata Endrick seolah tau akan arti tatapan Glenn.
"Kau juga?" Glenn menunjuk Reki.
"Hem, istriku akan pulang pagi seperti nya tak masalah jika aku menginap di sini" jelas Reki dengan wajah santai nya.
"Cih, kalian pikir ini hotel gratis hah?" gerutu Glenn kesal.
Tapi kekesalan Glenn tak di hiraukan, Ketiga teman nya akan tetap menginap dan mereka pikir kapan lagi mereka menganggu Glenn.
Ya setidaknya mereka berkumpul di sini untuk mengingat masa muda dimana mereka pernah mainn bersama, meski dulu ada perselisihan antara Glenn dan Reki yang sama-sama tertarik dengan Elster.
Di dapur Elster mengeluarkan beberapa makanan yang ada, dia harus menyambut tamu suaminya dengan baik dan makanan adalah hal utama yang perlu di perhatikan.
"Mami" panggil Egg yang baru bangun.
"Kenapa bangun sayang? Hmm" tanya Elster mendekati sang putra.
Elster mengusap kepala putranya dengan lembut penuh sayang.
"Mimpi buruk Mam, Papi mana?" tanya Egg yang melewati ruang tengah tapi tak melihat Papi nya.
__ADS_1
"Papi sedang kedatangan teman-teman nya, mereka ada di ruang tamu" jawab Elster.
Egg yang mendengar itu mengucek matanya.
"Aku akan ke sana, mereka pasti orang hebat" Egg nampak semangat bertemu dengan teman-teman Glenn.
"Ya, mereka sama hebat seperti Papi, pergilah" kata Elster mengijinkan.
Dan Egg langsung berlari setelah itu, Elster hanya tersenyum melihat Egg yang lari menjauh itu.
Putra nya sudah sembuh dan kini Egg juga sudah bisa berlari seperti keinginan nya, hanya saja Elster belum mengijinkan sang putra untuk ikutan tim sepak bola di sekolah nya.
Sekalipun Egg sudah sembuh tapi Elster tak memberikan ijin, dia akan memberikan ijin jika Egg sudah benar-benar terlihat sehat dengan berat badan yang normal karena sampai saat ini putra nya masih kekurangan berat badan yang ideal.
.
.
"Papi mu dulu selalu menghutang di warung" kata Steven random.
"Ya bahkan Papi mu juga suka mengambil dompet uncle untuk membeli makanan" timpal Reki.
"Benarkah? Tapi Papi adalah pria hebat, Mami bilang Papi punya apapun" kata Egg menatap polos Reki dan Steven.
"Ya itu sebelum Papi mu mendapatakan warisan, dia kaya dengan warisan" celetuk Steven lagi.
"Dulu Papi mu hanya anak laki-laki yang hobby main motor, dia pulang hanya untuk ganti baju saja" lanjut Steven kembali tertawa.
"Jangan dengarkan mereka son, sini duduk dengan Papi dan jangan berdekatan dengan pria tak laku itu" kata Glenn.
Egg mengangguk dan duduk di pangkuan sang Papi.
"Uncle Steven berdagang apa Pap, tidak laku?" tanya Egg menatap Papi nya.
"Air susu, dia hoby membuat susu kental putih dan membuang nya di mana saja, bahkan tong sampah pun jadi sarang susu kental nya" kata Glenn dengan wajah mengejek nya.
__ADS_1
"Susu kental putih? maksudnya susu yang aku minum?" tanya Egg.
Glenn menggeleng.
"Susu yang lain dan agak jorok, maka dari itu uncle Steven tak laku dan hanya bisa senam terus menerus" jelas Glenn lagi.
Dan percakapan itu hanya ke empat pria dewasa itu yang mengerti, sedangkan Egg hanya berpikir jika Steven sangat kasihan diantara teman Papi nya karena tidak laku dagangan nya.
Jangan di tanya bagaiamana wajah Steven saat ini, yang jelas dia kalah bicara dan sangat kesal pada teman-teman nya.
Percakapan itu terhenti karena Elster dan bibi mengantarkan minum dan makanan.
"Makasih sayang, tapi kamu tidak usah repot-repot mereka akan pulang" kata Glenn.
"Tidak apa, ini tidak merepotkan kok" balas Elster.
Lalu Elster melirik putra nya.
"Egg, ayo kita tidur Mami akan bacakan buku baru untuk mu" kata Elster.
"Ya Mam" Elster bangkit dari pangkuan Papi nya.
"Bye uncle, bye Papi" Egg mencium pipi Glenn, lalu pergi bersama Elster.
Ke empat pria dewasa itu saling melirik setelah kepergian Elster.
"Apakah kami juga akan di bacakan buku jika menginap?" tanya Steven dengan senyuman nya.
"Ya buku dongeng pengantar tidur" timpal Endrick.
"Dan kecupan untuk mengantar nyenyak" lanjut Reki.
"Ya kalian akan mendapatkan nya, tapi dari Bibi dia akan suka dengan pria-pria bule seperti kalian, dan apalagi Steven pasti akan sangat membuat nya happy" Glenn menjawab dengan nada bicaranya yang dingin.
Membuat senyuman di wajah ketiga nya luntur seketika.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏