
"kak, hentikan.. kau nakal?" Sasa menangkup wajah Erick.
"sedikit lagi."
Erick menciumi leher Sasa dengan penuh nafsu. dia terus saja menelusuri tubuh sasa dengan jari nya. Sasa yang sudah tak memakai bajunya membuat Erick leluasa menggerayangi nya.
"ahh...kak.." Sasa mengerang frustasi saat Erick menghentikan aktivitas nya. dia turun dari ranjang lalu memakai bajunya.
Sasa mendengus kesal. Erick tak pernah mau melanjutkan ke yang lebih intim. selama pacaran Erick hanya menyentuh tubuhnya saja tanpa menyentuh yang lainnya.
Anisa menutup mulutnya rapat-rapat saat mendengar suara desahan dari kamar erick. hatinya sakit. Mereka selalu saja berbuat seperti itu tanpa memperdulikannya.
brak..
Anisa terperanjat saat pintu itu terbuka.
"waktunya sarapan." Anisa menunduk dalam-dalam. dia tak mau erick melihat airmata di wajahnya.
"mm.." hanya kata itu. lalu Erick turun ke bawah.
Anisa menyendok kan nasi dan sayur kepiring Erick dengan sedikit ragu. matanya melihat dengan jelas ada tanda merah di leher Erick. dadanya semakin berdenyut sakit.
Sasa duduk di samping Erick dengan angkuh. pagi ini dia sengaja memakai baju yang sedikit terbuka. dia ingin memperlihatkan pada Anisa kalau Erick telah membuat tanda cinta di tubuh nya.
__ADS_1
"berikan aku sayurnya." perintah Sasa.
Anisa menyendok nya dengan hati-hati. dia menelan ludahnya. menarik napasnya berulang kali mencoba menghilangkan rasa sakit yang begitu menusuk di hati nya.
rasanya ingin menjerit saja. waktu itu dengan sombongnya dia mengatakan kalau Erick adalah suaminya. tapi sekarang, melihat begitu banyak tanda merah di leher bahkan di bagian dada Sasa membuat hatinya ciut.
Anisa menggigit bibir nya menahan tangisnya.
" aku pergi dulu." ujarnya dengan suara bergetar. Erick melihatnya dengan pandangan kosong. entah kenapa hatinya sakit saat melihat Anisa yang sedih seperti itu. rasanya ingin sekali memeluk nya. tapi ego dan rasa gengsi nya berkata lain. membuat nya tetap duduk di tempat memakan sarapannya.
anisa meraung menangisi nasibnya yang buruk. menangisi kebodohan nya tetap bertahan meski terus di sakiti.
dia menatap wajah elson yang masih tertidur pulas. hanya dengan memandangi wajah inilah hatinya bisa tenang.
"Elson, jika kau besar nanti. kau harus jadi lelaki yang baik. jangan sakiti istrimu." anisa mengusap pipi Elson dengan hati-hati takut mengganggu tidurnya.
"wajah elson persis ayah. kau membuat ibu kesal." Anisa terus bicara sendiri. dia memiringkan wajahnya menatap Elson yang begitu memiliki banyak kesamaan dengan Erick.
"ibu yang melahirkanmu.. tapi kau malah mirip ayahmu. tap, tak apa. ibu suka."
tanpa anisa tahu Erick sudah berdiri cukup lama di balik pintu kamarnya. dia mendengar semuanya. semua yang Anisa katakan bagai jarum kecil yang menghujam dalam hati nya. rasanya sakit saat mendengar itu semua. anisa kenapa tak membenci nya saja mungkin itu akan lebih baik. jika sikapnya terus seperti itu membuatnya Erick semakin susah untuk melepaskan.
"Elson, bobo yang nyenyak ya. ibu mau melihat ayah dulu. pasti sudah selesai sarapan."
__ADS_1
Erick yang mendengar itu langsung cepat pergi meninggalkan kamar Anisa. ia tak mau anisa mendapati dirinya menguping.
anisa mencium kening Elson. bocah gembul itu bergerak sedikit membuat Anisa terkejut.
"ssuutt..." Anisa menepuk bokongnya pelan supaya Elson kembali tertidur.
"untung saja." mengelus dada lega saat Elson kembali terlelap dalam tidur nya.
Anisa kembali kedapur untuk membereskan bekas sarapan Erick dan sasa. dia dengan cepat membersihkan meja makan dan mencuci piring-piring yang kotor.
"hei, buatkan aku jus jeruk ya. yang asam." teriak Sasa dari ruang tamu.
"yang asam, masih pagi minum yang asam." gumam Anisa. "apa.. jangan-jangan.." Anisa membulatkan matanya. dia berasumsi kalau Sasa pasti tengah hamil. sepagi ini sudah mau minum yang asam.
Sasa tersenyum senang. rencananya pasti berhasil. dengan meminta itu akan membuat anisa berpikir kalau dia tengah ngidam sekarang.
"dengan begini dia pasti akan meminta Erick buat menceraikan nya segera." sasa melihat Anisa yang berjalan kearahnya dengan segelas jus yang dia pinta.
"manis.. ku bilang yang asam kan?" Sasa pura-pura. padahal lidahnya terasa kecut sekali karena jus ini terlalu asam.
"tapi itu sudah sangat asam." Anisa mengambil kembali jusnya. " apa kau ngidam?" tanya anisa ragu.
seperti mendapatkan lotre. pertanyaan yang di lontarkan Anisa membuat Sasa semakin mendapat kan banyak ide.
__ADS_1
"ah.. kau benar. aku sudah telat sebulan." Sasa pura-pura kaget. lalu segera menuju kamar nya. "aku harus bilang ini pada kakak."
anisa mengepal erat gelas di tangannya. apa ini artinya Erick akan segera menikahi nya. Anisa tak sanggup menerima ini semua. bagaimana dengan Elson nanti. apa Elson akan terkucilkan karena kehadiran bayi dari Sasa.