Semesta Cinta

Semesta Cinta
bab 75


__ADS_3

hari ke hari..


Minggu ke Minggu..


dan bulan pun berganti, akhirnya Erick dan anisa kembali tersadar. keduanya kini terlihat lebih baik. Elson pun tak lagi murung karena merindukan mereka. ketiganya kini sudah kembali berkumpul di rumah. meskipun Anisa dan Erick masih belum sehat sepenuhnya tapi mereka putuskan untuk tetap pulang, karena mereka begitu merindukan putra kecilnya.


begitu berterimakasih pada Alpin yang selama ini sudah menjaga Elson seperti anak nya sendiri.


"kapan kau menikah?" Erick memperhatikan Alpin yang sedari duduk gusar di tempatnya.


"umm.. aku tak tahu. ibu ingin aku menikah secepatnya. tapi... aku tak yakin Sasa mau..."


"dia pasti mau.." potong Anisa cepat.


Anisa sudah mengetahui perubahan Sasa. gadis itu kini menjadi seorang pengusaha kecil di kota ini, sikapnya pun menjadi lebih baik. dan yang terpenting Sasa tak lagi licik seperti dulu.


Alpin pun pamit pulang setelah hari mulai petang. dia tak ingin menunda waktunya lebih lama lagi. mungkin apa yang di ajukan Anisa dan Erick memang benar. Sasa masih mencintainya seperti dulu, dia akan mencoba melamarnya malam ini.


dengan gugup alpin berdiri di depan pintu masuk butik milik Sasa.


"kenapa berdiri saja. masuklah..." teriak Sasa seraya membuka pintu itu.


"um.. Sasa.. ada yang ingin aku sampaikan.bisakah kita keluar sebentar?"


"apa yang ingin kau katakan? tak bisakah di sini saja.."

__ADS_1


Alpin menggeleng pelan. membuat sasa mengerti lalu segera menyerah kan tanggung jawab butiknya pada karyawan nya. dia pergi dengan alpin.


Sasa mengeryit, saat mobil Alpin melaju cepat menuju ke arah rumahnya.


"kau mengajakku ke rumah mu?" tanya Sasa.


"iya.." jawab singkat Alpin.


dia akan membawa Sasa menghadap orangtuanya. menunjukan pada mereka kalau dirinya sudah memiliki seseorang di hati nya. tak ingin lagi mendengar kata perjodohan yang menurut nya sangat konyol.


Sasa turun dengan ragu, dia tak yakin orang tua Alpin akan menyambut ke datangan nya.


#ruang tamu..


Sasa terus menunduk tak nyaman saat lagi-lagi ibu Alpin melihat ke arahnya.


"apa? aku..." Sasa merasakan tangannya di cengkram Alpin. dia tahu ini sebuah kode. "iya.. aku pacar nya."


Alpin tersenyum di buat.


ayah dan ibu alpin terlihat saling memandang lalu kembali fokus pada sasa.


"sejak kapan?"


"aah..." Sasa bingung harus menjawab apa. dengan cepat Alpin angkat bicara.

__ADS_1


"sudah lama. dan aku ingin mengatakan pada ibu dan ayah..kami akan segera menikah."


tangan Alpin masih mencengkram tangan Sasa membuat Sasa terdiam tak protes.


selanjutnya hanya tawa yang terdengar dari mulut kedua orang tua di depan mereka


"bagus lah. bulan depan kalian harus menikah.."


Sasa menelan ludahnya, menatap alpin tak percaya. tapi tatapan mata alpin membuatnya bungkam. setelah orang tua Alpin pergi sasa langsung memukul tangan alpin dengan cukup keras.


"kau gila.. ini.."


"aku serius.." Alpin meraih kedua tangannya. "menikah lah dengan ku.?"


Sasa terpaku. tak terasa air matanya merembes keluar.


"kau..me..melamar ku Alpin?"


"ya.. Merry me, Sasa.."


sungguh bahagia rasanya. Sasa tak menyangka akan merasakan momen seperti ini. Alpin sudah membuatnya terkejut. dengan cepat sasa mengangguk. dia tak akan menyia-nyiakan lagi kesempatan berharga ini. Alpin pria terbaik yang pernah dia kenal, dan Sasa tak ingin kehilangan nya lagi.


biarkan lah masa lalu yang begitu pahit itu hilang seiring dengan berjalannya waktu. saat ini mereka akan berjalan di atas jalan baru. saling mencintai dan menyayangi satu sama lain.


the....end...😫😫😫

__ADS_1


maaf jika cerita saya mengecewakan. ini karya pertama saya... maklumi lah... jika banyak kekurangan dan banyak typo di dalamnya.


__ADS_2