Semesta Cinta

Semesta Cinta
bab 61


__ADS_3

angin berhembus kencang membuat Anisa segera mengajak Elson pulang. suasana taman semakin sepi karena mulai petang, dan langit pun sedikit gelap seperti akan turun hujan.


"biar ku antar pulang." Alpin menggendong elson lalu membuka pintu mobil belakang agar Anisa cepat masuk, setelah Anisa masuk dan duduk di tempatnya segera alpin duduk di kursi kemudi dengan elson disampingnya.


'anisa maafkan aku.. jika kau tak ingin kembali lagi padaku maka aku menahan rasa rindu ini selamanya'


ckit...


"aarrrhg...."


brak...


Tit...Tit....Tit....


"hah.. hah..." Anisa terbangun saat tiba-tiba bayangan mobil yang Erick tumpangi jatuh kesebuah jurang. matanya mengerjapkan saat sadar dia masih ada di dalam mobil Alpin.


"hanya mimpi." bisiknya. jantung nya begitu kencang dan cepat. mimpi itu terasa nyata baginya.


"kita sudah sampai, itu rumah mu bukan?" suara Alpin membuyar kan lamunannya.


"ah..iya. mampirlah sebentar."


melihat Elson yang tertidur membuat alpin tak tega membangunkannya, dia kembali menggendongnya. berjalan di belakang Anisa dengan perasaan campur aduk. hatinya merasa ini tidaklah benar, jika Erick melihat ini pasti akan terjadi salah paham lagi. Alpin tak mau jika dirinya harus terus menjadi penghalang antara hubungan mereka, dia sadar bahwa selama ini sudah melakukan hal buruk pada Anisa dengan tidak memberi tahukan niat Sasa meskipun tahu yang sebenarnya. Alpin akan menutup ini rapat, dan mulai mundur perlahan dari kehidupan Anisa. membiarkan nya bersama Erick adalah pilihan yang tepat.


setelah menidurkan kedua anak itu anisa segera menghampiri Alpin yang kini tengah duduk di ruang tamu.


"apa Erick belum pulang?" tanya Alpin.


"ya, seperti nya begitu. dia memang suka pulang larut." jawab anisa.

__ADS_1


karena aku dia pulang larut. sambungnya dalam hati. tak berani mengatakan semuanya pada Alpin karena dia rasa ini adalah masalah keluarga nya , Alpin tak harus tahu.


di lain waktu dan lain tempat, sebuah mobil Ferarri hitam itu terus melaju dengan kecepatan penuh. tak peduli kini mobil polisi mengejarnya karena telah melanggar peraturan lalu lintas, dia baru saja menerobos lampu merah.


"mohon segera menepi.." teriak salah seorang petugas dengan alat bantu suara.


dengan cepat dia melihat ke belakang, ada dua mobil polisi di tepat di sampingnya, menghimpit mobilnya dengan terus meminta untuk segera menepikan mobilnya.


tapi bukannya menepi, kakinya malah menginjak pedal gas dan melaju lebih kencang dari sebelumnya.


"bahaya.." polisi yang ada di dalam mobil itu mengerem dengan mendadak saat lampu merah kembali menyala.


Elson panggil papah sekali saja.


terlarut dalam pikirannya, sampai tak menyadari ada mobil Tanki yang melaju berlawanan arah.


tid...tid..


kakinya begitu gugup untuk menginjak rem. matanya membulat sempurna begitu mobilnya semakin dekat, dia mengangkat tangan nya telah di depan wajah.


bruk... brak..


mobil itu terseret cukup jauh, membuatnya berguling beberapa kali. semua kendaraan berhenti secara otomatis. kecelakaan itu melibatkan beberapa pengemudi lain karena terbentur oleh mobil tadi.


polisi pun berlarian ke arah TKP. suasana sangat riuh,semua wajah begitu tegang. hanya satu orang yang terjebak, tapi membutuhkan waktu lama untuk mengeluarkannya dari dalam mobil karena kakinya yang terhimpit.


"apa dia mati?"


"kasian sekali."

__ADS_1


"lihat darah nya sampai keluar seperti itu."


para saksi mata terlihat bergemuruh, apalagi saat melihat warna merah yang terbawa arus air hujan di jalanan. saat ini memang sedang hujan lebat, ditambah petir juga angin. membaut polisi sulit mengevakuasi nya.


"papah.."


matanya bergerak saat mengdengar suara anak kecil.


"papah.. papah.."


"hah.. Elson.." matanya terbuka lebar.


"bagus.. tetap bertahan. jangan menutup mata anda." seorang polisi lainnya di bantu seorang perawat yang baru datang membantu nya untuk tetap n


berjaga supaya tak kehilangan kesadaran.


"ya.. tarik napas perlahan, lalu buang.."


suasana menjadi sangat mencekam saat mobil mengeluarkan asap. polisi segera menyuruh orang yang masih berkerumun di sana untuk segera menjauh, karena bisa saja sewaktu-waktu mobil itu meledak.


Anisa terus memindahkan Chanelnya, karena tak ada siaran yang membuatnya menarik. Alpin sudah pamit pulang sejam yang lalu. dan Anisa masih duduk di ruangan ini dengan maksud menunggu kepulangan Erick.


tangannya berhenti menekan tombol saat sebuah berita langsung di siarkan.anisa penasaran saat melihat tulis yang tertera di sana.


sebuah kecelakaan di jalan raya cagak dua,


seorang pria muda terjebak di dalam mobil.


Anisa memperbesar volume nya, matanya terus menyipit saat mobil yang di sorot kamera itu dalam ke adaan rusak parah.

__ADS_1


"kenapa dadaku tiba-tiba berdebar." Anisa menyentuh dadanya yang tiba-tiba saja tak enak. "hah.. sudahlah," Anisa mematikan tv lalu bergegas masuk ke kamar karena Erick tak kunjung datang juga.


__ADS_2