Semesta Cinta

Semesta Cinta
bab 57


__ADS_3

Aina bangkit, berjalan mendekati Erick yang masih berdiri di dekat pintu.


"terimakasih sudah mau merawat putra ku. apa dia baik-baik saja.?" Aina tak kuasa menahan airmata nya. reza pun langsung menangis saat mendengar Aina menanyakan keadaan putranya.


"iya, dia di rumahku. kalian bisa mengambilnya jika sudah keluar dari sini."


Alpin melihat Erick begitu pun dengan dilan. mereka merasa Erick menjadi sangat ramah sekarang, wajah nya selalu ketus tak ada sama sekali. Erick yang merasa di perhatikan langsung melihat Alpin dan dilan bergantian.


"ada apa?" tanyanya pada dilan.


"kau terlihat berbeda. ada senyuman di wajah mu." ucap dilan apa adanya. Erick menjadi salah tingkah di buatnya. dia tak menyadari kalau senyuman itu sangat lebar.


Alpin berjalan mendekati nya. "ada yang ingin aku katakan padamu. temui aku nanti." ucap nya lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Erick tahu pasti dia akan menanyakan Anisa.


Reza tak berani menatap wajah Erick saat kini dia sudah berdiri di sampingnya. rasa malu nya membuat Reza tak bisa mengatakan apapun.


"apa yang ingin kau katakan?"

__ADS_1


"maafkan aku, seharusnya aku tak pernah melakukan ini. aku mencoba membunuhnya demi menyelamatkan putra dan istri ku." suara Reza begitu bergetar.


"ku pikir kau akan menanyakan apa? lupakan masalah itu. aku tak ingin mengingatnya."


Reza melihat Erick tak percaya."kau yakin tak akan melaporkan ku pada polisi.?"


"tentu saja tidak. kenapa kau berpikir sejauh itu."


Reza dan Aina pun menangis. tak menyangka Erick akan memaafkannya begitu saja dengan mudahnya. ternyata dia salah mengira selama ini, tentang Erick yang kejam. dulu dia selalu ingin melenyapkan Alpin karena selalu mendekati Anisa. tapi sekarang Erick tak melakukan apapun pada orang yang ingin melukai anisa.


sifat Erick berubah drastis. atau memang inilah sifat aslinya. yang baik juga lembut terhadap siapapun. wajahnya menjadi sangat tenang.


tok..tok..


"masuklah." Erick masuk saat mendengar suara Alpin.


"ku pikir kau tak akan datang" alpin berdiri dari duduknya. mempersilahkan Erick untuk duduk.


"aku hanya penasaran apa yang ingin kau katakan pada ku."

__ADS_1


"apa kau mencintainya dengan tulus Erick? atau hanya rasa bersalah karena telah menyakiti nya?" tanya Alpin langsung pada intinya. dia sangat tidak suka dengan kata basa-basi.


Erick terkekeh. "kau mengkhawatirkan istri orang Alpin. ingat Anisa adalah istriku."


"aku tahu. tapi pikirkan baik-baik. sebenarnya apa yang hatimu rasakan. aku tak ingin Anisa tersakiti untuk kedua kalinya."


Erick terdiam. Alpin benar. apa hatinya benar-benar mencintai anisa atau hanya rasa iba saja.


"aku mencintai nya. aku tak ingin dia terluka lagi. melihatnya tersenyum membuat hatiku tenang." lanjut Alpin lagi.


"kau ingin merebut nya dariku?"


"jika itu yang harus aku lakukan. tak ada pilihan lain lagi."


Erick dan Alpin saling bertatapan dengan sengit. Alpin terlihat sangat serius dengan ucapannya membuat Erick sedikit tak yakin bisa mempertahankan Anisa di samping nya. di lihat dari situasi nya sekarang anisa masih belum siap kembali padanya, itu memungkinkan alpin untuk bisa merebutnya kembali dengan mudah.


"kita lihat saja nanti. siapa yang akan Anisa pilih." ujar Erick lalu pergi.


Alpin terus memperhatikan punggung Erick yang akhirnya menghilang di balik pintu.

__ADS_1


"hemm.. aku harap kau tak menyakitinya lagi." gumam Alpin.


__ADS_2