Semesta Cinta

Semesta Cinta
bab 55


__ADS_3

"Ipuh. ini Dede ciapa?" elson sangat senang atas ke hadiran bayi kecil di rumahnya. dia tak hentinya mencium pipi nya.


"ini bayinya om Reza. sekarang dia akan jadi adik Elson. jadi.. karena elson udah jadi kakak..."


"econ angan akal." dia begitu antusias.


anisa merasa sangat bahagia. akhirnya dia bisa kembali mengurus Elson dan tinggal kembali bersama Erick. meskipun sekarang masih tidur di kamar terpisah, anisa masih belum siap untuk menerima Erick lagi sepenuhnya. dia butuh waktu setelah lama tak tinggal bersama.


Erick tersenyum melihat kedua orang terpenting dalam hidupnya kini ada di hadapannya. melihat tawa Elson juga senyum lebar Anisa membuat Erick tak ingin meninggalkan mereka lagi. jangan sampai kesalahan nya terulang lagi untuk kedua kalinya.


"bi, sampai pada anisa. aku akan pulang sedikit telat." Erick mengambil jaket yang di sodorkan Riska lalu berangkat kerja.


Riska langsung menghampiri anisa. duduk tepat di hadapan Elson. menyuapinya makan, karena pagi ini Elson belum sarapan.


"non, den Erick bilang malam ini akan pulang telat."


"oh.. dia sudah berangkat bi?" tanya anisa. Anisa merasa sedikit kecewa kenapa harus berpesan pada riska tak bicara langsung padanya.


"ada apa non?"

__ADS_1


"aah.. tidak bi."


Anisa ingat, mungkin karena permintaan nya kemarin jadi Erick sedikit menghindari nya. anisa memang meminta Erick untuk tidak mendekati nya dulu sebelum hatinya siap. apa Erick benar-benar menepati janjinya.


Erick kini duduk di kursi kayu yang panjang. suasana kantor polisi yang sedikit ramai ini membuat nya kurang nyaman.


"baik pa, kami kerabat nya" Erick memperhatikan dilan yang sedang meminta izin pada petugas untuk menemui Sasa.


"oh.. baik. tunggu sebentar. kalian bisa ikut kau kesana." polisi itu mengajak dilan dan Erick kesebuah ruangan yang hanya ada dua kursi meskipun ruangan itu sangatlah besar.


"Erick kau yakin ingin menemuinya?" tanya dilan untuk memastikan lagi."jika kau ragu. lebih baik kita urungkan saja."


tak begitu lama petugas tadi kembali dengan Sasa di belakang nya. wajah yang biasanya cantik dan seksi itu kini terlihat sangat buruk.


penampilannya sangat jauh dari kata baik. Erick memperhatikan nya dengan iba. bagaimana juga dulu dia pernah menemani hidupnya.


"kau baik-baik saja?" suara Erick yang sangat lembut. membuat Sasa terenyuh. hatinya sakit melihat wajah itu begitu lembut tak seperti biasanya. apa yang sudah merubah nya. Sasa seperti melihat orang yang berbeda. matanya begitu tulus menatapnya.


"Erick.. kau tak ingin memukul ku?" isaknya.

__ADS_1


"untuk apa aku memukulmu. kau sudah sangat tersiksa tinggal di sini."


"maaf.. maaf.. kan aku Erick..." tangis Anisa pecah.


dilan memalingkan wajah nya, tak tega rasanya melihat seorang perempuan begitu terpuruk di hadapan nya.


"aku keluar." ijin dilan. memberikan ruang untuk Erick dan Sasa bicara.


Erick memeluk tubuh rapuh Sasa.


"tidak." Sasa mendorong tubuh Erick. "jangan seperti ini. ini hanya membuat ku tak bisa melupakan mu."


"kenapa kau melakukan semuanya? jika kau tak berbuat seperti itu, mungkin sekarang kau tak akan ada di sini."


Sasa menghapus air matanya dengan kasar.


"karena aku mencintaimu. aku tak ingin berbagi dirimu denganya. aku hanya ingin menyingkirkan semua orang yang menghalangiku untuk mendapatkan mu lagi."


Erick bergeming. dia merasa sangat bersalah. demi diri nya Sasa melakukan hal jahat. Sasa terduduk di lantai dengan kepala yang di tangkup oleh kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2