Semesta Cinta

Semesta Cinta
bab 32


__ADS_3

"kau tahu, aku senang karena akhirnya ****** itu pergi dari sini. hehe..." wajah Sasa memerah matanya sayu. sepertinya dia sudah mabuk. Erick tersenyum lalu mengangkat tubuh sasa membawanya ke kamar.


Sasa mengeratkan pelukannya di leher Erick sambil terus menciumi lehernya. Erick sedikit terangsang olehnya, bagaimana pun juga Erick adalah lelaki normal.


brug...


Erick melempar tubuh sasa ke atas kasur. sasa masih meracau tak jelas. dia terus menggumamkan nama Alpin berulang kali.


"eoh.. kau merindukan mantanmu?" cibir Erick. dia melucuti baju Sasa dengan kasar melempar nya ke lantai.


"kak, peluk aku..." Sasa menarik dasi Erick sehingga Erick jatuh di atas tubuhnya. Erick memperhatikan wajah Sasa yang semakin memerah.


lalu melepaskan dasinya. bangkit dengan cepat. dia sudah tak tertarik lagi dengan tubuh ini sekarang. meskipun Sasa hampir bugil tak membuat hasrat Erick tumbuh. hatinya sudah di penuhi rasa kecewa olehnya.


"kakak..ummm..kak.." gumam Sasa lalu tertidur.


Erick melangkah kan kakinya keluar kamar. dia tak akan menyakiti Sasa di saat dirinya lemah seperti ini. dia akan membuat gadis itu merasakan hal sama dengan yang dia rasakan. beraninya membohongi Erick selama ini dan menutupi semuanya. Erick menyesal kenapa baru sekarang dia mengetahui betapa busuknya Sasa.

__ADS_1


"keparat." desis Erick.


jam menunjukkan pukul 00.45, Erick masih setia duduk di kursi sambil terus meneguk wine. dia tak bisa tidur karena terlalu memikirkan betapa bodohnya dia selama ini.


bayangan Anisa melintas di pikirannya, membuat Erick semakin frustasi. dia ingin Anisa sekarang, ingin memeluk tubuhnya juga mencium bibir nya sekarang. pikiran Erick benar-benar melayang tak jelas.


"uh.. Anisa.." racau nya seraya memegang kepalanya yang terasa berat karena mabuk.


Erick bangkit, berjalan sempoyongan menuju kamarnya. dia lupa bahwa ada Sasa di sana. Erick memandang tubuh sasa, matanya menyipit.


"Anisa.." gumamnya saat melihat Sasa. di bayangan Erick sekarang tubuh yang tergeletak di atas kasur itu adalah anisa.


"Anisa..ini kau?" dia menelusuri wajah sasa dengan jarinya.


"eung..." Sasa membuka matanya saat merasakan ada sesuatu yang menimpa tubuhnya. dia terkejut karena Erick kini tengah mengelus pipinya dengan lembut.


Sasa tersenyum senang. dia memperhatikan wajah Erick yang begitu sayu. matanya terpejam saat merasakan bibir Erick menyentuh bibir nya. ciuman lembut dan manis di awal membuat Sasa menikmati nya. tapi lama-lama ciuman itu menjadi sedikit menuntut penuh nafsu.

__ADS_1


"kak,..eung.." lenguh Sasa saat merasakan tangan Erick meremas benda kenyal miliknya dari balik bra. Erick menarik bra itu ke atas, hingga membuat kedua benda kenyal itu menyembul keluar.


Erick melepaskan pagutannya di bibir sasa, bibirnya turun menelusuri rahang juga leher Sasa membuat Sasa mendesah semakin banyak.


"aah..kak.." Sasa mendesah keras saat dada di sedot keras oleh Erick. tangan Erick yang satunya turun ke bawah meraba paha Sasa sementara yang satu terus meremas dadanya.


Sasa baru kali ini di perlakukan seperti ini. biasanya Erick hanya akan mencium bibirnya saja.


"kak.." Sasa memejamkan matanya saat jari menelusuri area ke wanitaanya di balik celana dalam.


"Anisa..." desah Erick tanpa sadar.


Sasa tersentak kaget saat Erik menggumamkan nama anisa. dengan cepat dia mendorong tubuh Erick hingga terjungkal ke samping.


"kakak.. ini aku. Sasa.." teriak Sasa tak terima.


Erick tak menjawabnya, dia sudah tak sadar. karena terlalu banyak minum.

__ADS_1


"cih.. wanita sialan itu. akan ku bunuh kau.." geram Sasa. "ah.. kepala ku." Sasa merasakan kepala nya pusing, efek mabuknya belum sepenuhnya hilang.


matanya melirik Erick lalu mendekat ke tubuhnya, memeluknya dan ikut terlelap.


__ADS_2