Semesta Cinta

Semesta Cinta
bab 24


__ADS_3

setelah seharian mengerjakan tugas rumah Anisa sangat lelah dan hanya ingin tidur sekarang. melihat Elson yang sudah terlelap membuat Anisa ingin sekali ikut berbaring di kasur. tapi satu lagi tugas yang belum selesai, mengantarkan susu panas ke kamar Sasa. ya, itu kegiatan rutin yang anisa lakukan. Sasa menjadi lebih seperti tuan rumahnya. anisa ingin sekali membatah setiap permintaan Sasa tapi selalu saja tak bisa karena Erick akan memarahi nya. Anisa hanya tak mau mencari masalah dengan Erick.


Anisa sudah tak mau lagi dan tak peduli dengan kedekatan erick dan sasa. hatinya menjadi dingin setelah beberapa tahun ini. hanya ada Elson di benaknya, dia hanya ingin Elson bahagia.


Anisa kembali kedapur membuat 2 gelas susu panas lalu segera mengantarkan ke kamar Erick dan Sasa. mereka bertiga memang tidur terpisah.


"ini, apa ada yang kau butuhkan lagi?" tanya Anisa pada Erick. Erick mengambil susu itu lalu meminumnya perlahan karena panas.


"duduklah."


dengan ragu Anisa duduk di tepi ranjang Erick.


"baca ini?" Erick menyodorkan selembar kertas pada Anisa mengambilnya.


"apa ini? persyaratan?" anisa meremas kertas yang tertulis persyaratan hak asuh Elson. Anisa tak percaya Erick akan melakukan hal kejam seperti ini.

__ADS_1


"dia anakku, kenapa kau mengajukan persyaratan ini?" ujar Anisa tak percaya. Erick tersenyum sinis.


"aku hanya mengikuti kata hatiku. yang menurut ku itu sudah sangat benar."


Anisa ingin sekali merobek kertas ini tapi di tulisan paling akhir mengatakan kalau dia merobeknya maka itu artinya Anisa menyerahkan Elson sepenuh nya pada Erick.


Anisa bangkit.


"aku tidak peduli kau akan menikah dengan Sasa sekarang ataupun besok. tapi, aku tak rela jika Elson di asuh olehnya. aku masih hidup. aku masih mampu membiayai Elson meskipun kita sudah bercerai nanti." ujar anisa membelakangi Erick . Erick terdiam. dia tak menyangka anisa tak peduli lagi dengan hubungannya dengan Sasa. dulu Anisa selalu memohon untuk tidak menceraikan. mungkin karena Anisa sudah memiliki Alpin sekarang itulah yang Erick pikirkan.


persyaratan itu mengatakan kalau Anisa bisa menjaga Elson selamanya tapi tak boleh berhubungan dengan lelaki manapun. jika ada hubungan maka hak Elson jatuh pada Erick.


saat mereka berdua menikah nanti hak asuh Elson akan jatuh pada Sasa dan Erick.


jika Elson sudah berusia 4 tahun maka perceraian akan diresmikan. makan itu artinya Anisa harus meninggalkan rumah juga Elson.

__ADS_1


Anisa tertawa getir. ini rumahnya semua harta benda juga perusahaan adalah miliknya kenapa menjadi dia yang pergi. Anisa duduk di lantai dengan tubuh yang menelungkup ke kasur. tangannya menyentuh tangan mungil Elson.


"Elson, jika nanti bunda pergi. kau tumbuhlah menjadi anak yang kuat. kembalikan semuanya pada bunda. bunda akan mendukung mu di belakang." isaknya. Anisa merasa sangat lelah. dia tertidur dengan posisi seperti itu.


hatinya hancur sekarang. tidak berapa lama setelah Anisa tertidur, Erick masuk ke kamarnya.


"maaf, hanya ini cara yang terpikir olehku. aku ingin menghilangkan dendam ini. tapi kebencianku terhadap ayahmu yang telah melenyapkan orangtua Ku lah yang sulit hilang. aku hanya ingin membalasnya lewat dirimu." batin Erick. hati kecil nya memang mengasihani anisa tapi egonya terlalu tinggi hingga menutupi cintanya.


Erick berjalan mendekati anisa. melihat wajah itu. ada jejak airmata di pipi nya. Erick merasa jantungnya berdebar, dia merasakan sakit. tapi selalu berhasil di tepisnya saat perasaan itu muncul.


dia mendekati Elson mencium keningnya lalu bergegas kembali ke kamarnya. Sasa yang baru keluar dari kamarnya segera menghampiri erick.


"kak apa yang kau lakukan di kamar nya?" tanya Sasa tak suka.


"aku hanya melihat Elson. sudahlah tidurlah. kau mau apa keluar kamar."

__ADS_1


"aku mau tidur dengan kakak." Sasa merangkul lengan Erick manja. Erick tak menolak. mereka masuk ke kamar erick.


__ADS_2