
Alpin memasuki kantor polisi dan segera menemui dilan.
"apa yang terjadi?"
"Reza kabur."
"apa?"
Alpin segera menghampiri petugas yang tadi membawa Reza ke kantor polisi. dia terlihat sedikit terluka karena kini tangan kiri dan juga kakinya diperban.
"pak, apa yang sebenarnya terjadi?"
"maaf pak. pelaku melarikan diri. kami terluka karena ulahnya." jelas polisi itu. dia menceritakan kejadian sebenarnya. di perjalanan menuju kantor polisi ada beberapa mobil mencegatnya di tengah jalan. dan beberapa orang kemudian turun, menyerang petugas dengan senjata tajam lalu membawa Reza kabur.
"ah.. sial." Alpin terlihat kesal.
"sebaiknya sekarang kita cari tahu keberadaan Sasa. dia pasti di balik semua ini."ujar dilan yakin.
__ADS_1
"baiklah kami permisi."
Alpin dan dilan pun meninggalkan kantor polisi. mereka tak menduga masalah nya akan serumit ini. Sasa tak bisa di anggap remeh.
sementara itu anisa masih menunggu Erick di ruangan nya. sampai sekarang Erick masih belum sadar. dia sangat khawatir.
dengan perlahan Anisa meraih tangan Erick. menggenggam nya erat. sampai dia pun tertidur karena terlalu lelah.
Alpin memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. dia berjalan tergesa menuju ruangan dimana Erick di rawat.
"Anisa.." gumamnya saat melihat dari kaca jendela kalau Anisa tertidur dengan posisi duduk. matanya tertuju pada tangan Erick dan Anisa, ada rasa sakit melihat nya.
Alpin sudah sangat berharap kalau Anisa akan menerima cintanya. tapi, dengan adanya kejadian ini apa Anisa akan berpaling lagi kepada Erick.
jam 04:34, Erick terbangun. tangannya sulit di gerakan serasa ada yang memegang nya dengan kencang. Erick perlahan membuka matanya dan mendapati Anisa tertidur dengan kepala yang menindih tangan kirinya.
Erick tersenyum begitu melihat Anisa. dia tahu Anisa masih peduli dengan nya. tangan kanan Erick mengelus rambut Anisa dengan lembut. Anisa bergerak dari tidurnya.
__ADS_1
"umm..kau sudah bangun." sapa Erick begitu melihat Anisa mengangkat wajahnya.
Anisa dengan cepat melepaskan tangannya. dia mencoba bersikap setenang mungkin.
"terimakasih." ucap anisa lalu berdiri. sebenarnya hatinya bahagia karena Erick akhirnya sadar juga.
"Anisa.. kau mau memaafkan ku sekarang?"
"maaf, aku harus pergi. karena kau sudah siuman jadi sebaiknya aku pergi sekarang." ujar Anisa tanpa memperdulikan pertanyaan yang Erick lontarkan.
Erick melihat Anisa yang keluar tanpa melihat nya terlebih dahulu. bahkan dia terlihat tak peduli sekarang.
Anisa menyandarkan tubuhnya di pintu begitu sampai di luar ruangan. air matanya menetes dengan deras, sakit hati nya saat melihat wajah Erick. dia teringat dengan apa yang di lakukan Erick selama ini.
"aku hanya bisa pasrah dengan keadaan. ku harap kau mau mengembalikan Elson padaku." rintih Anisa.
sementara itu Erick pun merasa kan sesak yang begitu berat. melihat sikap Anisa yang sekarang membuat Erick menyesali semua perbuatannya.
__ADS_1
"aku janji..jika kau mau memaafkan ku dan kembali kepelukan ku. aku akan memberikan semua hak mu." gumam Erick. dia menyesal karena telah terpedaya oleh Sasa, sehingga tak pernah membuka matanya selama ini.
mungkin jika dia melupakan semua kejadian buruk saat SMP kejadian ini tak akan pernah terjadi. hidupnya pun pasti akan lebih baik dari sekarang. sekarang hanya ada penyesalan dalam hatinya.