Shotgun - Sub Zero : HER

Shotgun - Sub Zero : HER
Bab 12


__ADS_3

“KARIIINNN !!!”


  Berusaha melihat ke arah suara yang dikenalnya, hati Karin berdengap karena rasa lega. Dilihatnya Alisha datang beserta Martha, berlari ke arahnya.


  “Alisha ! Awas !” teriak Martha panik sementara Alisha dengan segera menghindar dari dua orang yang bergulat dan hampir menubruknya. Keadaan di sekitar mereka benar – benar kacau balau.


  Althair menoleh, di tengah hiruk pikuk perkelahian, dia merasa mendengar nama Alisha dipanggil.


  “Alisha,” gumamnya, akhirnya melihat sosok Alisha yang berlari dan merangsek masuk ke area perkelahian. Mengikuti pandangan ke mana arah Alisha berlari, Althair melihat Karin yang sedang dicekik.


  “Cih ! Sial !!!” makinya. Dan dengan tendangan melebarnya, dijatuhkannya dua orang lawannya sementara satu orang lagi dibantingnya dengan satu tangan. Selesai membereskan mereka, Althair segera berlari menyusul ke arah Alisha.


  Alisha mengayunkan tas tangannya, berhasil mengenai kepala cowok yang menyerang Karin, mendorong keras cowok itu dan membebaskan Karin dari cekikan.


  “B*ngsat lo !” maki cowok itu yang segera akan balik menyerang Alisha. Tapi belum sampai dia berhasil meraih Alisha, sebuah tendangan diterimanya.


  Althair berdiri di depan Alisha, mengamati cowok yang baru saja ditendangnya dan sekarang terkapar diam.


  “Kamu ngapain disini ?!!” seru Althair. Belum sempat Alisha menjawab, Martha datang dengan terengah. Membuat Althair kembali mendengus, “Cih !”

__ADS_1


  Mereka berada di tengah area perkelahian. Beberapa kali Althair menendang dan memukul setiap kali akan ada yang menyerang Alisha dkk.


  “Radith !!!” panggil Althair dengan suaranya yang gahar. “Kawal para cewek ini pergi dari sini !!!”


  Radith segera merangsek maju ditemani Tohir dan Aris yang kebetulan ada didekatnya. Tidak terlalu lama, mereka sudah mencapai tempat Althair dan para cewek.


  “Tohir, Aris, kalian buka jalan. Sementara kalian para cewek, ikuti mereka berdua segera. Gue yang akan jaga bagian belakang,” terang Radith praktis. Tohir dan Aris mengangguk siap.


  “Martha, bantu Karin,” ujar Alisha, mengalungkan sebelah tangan Karin pada lehernya. Sesaat dia menoleh pada Althair yang memberinya anggukan pelan.


  Tapi belum lagi mereka jauh berjalan, serombongan anggota geng merangsek, memisahkan Alisha dan Radith dengan lainnya.


  “Bawa mereka pergi sekarang,” teriak Radith pada Tohir dan Aris, yang masing – masing segera menarik lengan Martha dan Karin. Martha nampak berteriak memanggil Alisha, namun suaranya teredam keributan perkelahian.


  Radith segera menoleh pada Alisha, mengulurkan tangan dan berkata, “Lo ikuti gue !”


  “GUE HAJAR LO KALAU SAMPAI BERANI SENTUH DIA WALAU ITU LO SEKALIPUN, DITH !!!” teriakan Althair membuat Radith membeku sesaat. Perlahan pandangannya mengamati cewek yang juga ikut kaget mendengar teriakan Althair tadi.


  ‘Siapa cewek ini ?’ batin Radith heran. Lebih heran lagi sewaktu Althair sudah berdiri di dekat mereka dan meraih cewek itu agar lebih mendekat padanya.

__ADS_1


  “Dekat – dekat aku, Sha. Jangan jauh – jauh dariku !” perintah Althair, memasang sikap protektif pada Alisha.


  ‘Apa dia itu Alisha ?’ batin Radith lagi. Akhirnya memahami sikap teman – teman gengnya yang sampai kalap sewaktu melihat Alisha. Alisha memang tidak memakai pakaian yang vulgar. Tapi bukan berarti bentuk tubuhnya yang proposional tidak terlihat. Wajahnya yang cantik alami, sederhana namun memikat. Belum lagi bibir Alisha yang memerah karena terus digigitnya karena cemas. Radith bahkan sampai menelan ludah melihatnya. Hampir bisa membayangkan kalau dirinyalah yang ******* sepasang bibir itu.


  “Jangan - lihat - dia - terus - atau - gue - bakal - hajar - lo !”


  Radith terkesiap mendengar geraman Althair. Segera mengalihkan pandangannya dan memilih untuk kembali masuk dalam perkelahian. Merasakan pandangan Althair yang menusuk.


  Sepuluh menit kemudian hasil perkelahian mulai terlihat. Para geng motor penculik Karin nampak timpang karena banyak anggotanya yang berhasil dipukul mundur.


  Althair terengah, sama seperti teman – temannya yang lain. Saling menatap satu sama lain dengan tersenyum. Mereka menang.


  Alisha masih berada di sisi Althair. Bahkan sewaktu berkelahi tadi, Althair selalu memastikan Alisha di dekatnya dan aman. Alisha melihat sekelilingnya. Ikut merasakan kegembiraan yang ada. Martha dan Karin sudah aman. Perkelahian sudah berakhir. Semuanya sudah selesai dengan baik.


  Dia baru saja menarik nafas lega sewaktu suara tembakan terdengar mengiris udara. Disusul erang kesakitan seseorang yang tertembak.


  Seketika, ada keheningan yang begitu mencekam hadir di sana.


🦀🦀🦀

__ADS_1


__ADS_2