Shotgun - Sub Zero : HER

Shotgun - Sub Zero : HER
Bab 4


__ADS_3

Bl*ckp*ink in your area...


Bl*ckp*ink in your area...


Alisha menggoyangkan kepalanya, mengikuti irama lagu dari headsetnya. Langkahnya terayun ringan. Wajahnya nampak ceria dengan kedua tangan menenteng tas belanjaan, hasil berburu diskon di promo Midnite Sale di salah satu mall besar di jantung kota.


Pukul 22:30 di hari Sabtu.


Alisha tidak perlu merasa khawatir akan dimarahi karena Mamanya sudah memberi ijin pulang lebih lambat. Yah, walaupun ijinnya semula adalah karena Alisha mengatakan kalau dirinya akan pergi dengan ditemani Martha dan pacarnya. Berpikir bahwa Mamanya pasti akan murka kalau tahu sampai tahu kenyataan bahwa Alisha akhirnya pergi sendiri.


"Yaahhh...mau bagaimana lagi ?!" desahnya. Tahu dengan jelas bahwa baik Fellin maupun Karin tidak akan bisa menemaninya.


Fellin tidak mungkin diijinkan pergi, mengingat Martha baru memberi kabar setelah Alisha menunggunya selama dua jam dari jam janjian mereka. Sudah terlalu larut bagi Fellin untuk keluar rumah.


Sementara Karin ?!


Semenjak berpacaran dengan Althair, temannya itu seolah menderita amnesia akut. Bagaimana tidak ?! Di kepalanya sepertinya hanya ada Althair. Althair. Althair. Disini Althair. Disitu Althair. Dimana - mana selalu ada Althair. Padahal walaupun status mereka sudah naik ke level pacaran, Alisha melihat tidak ada perubahan dari sikap Althair. Sama cuek dan sama dinginnya pada Karin. Lebih dari sekali Alisha merasa bahwa Althair hanya mempermainkan Karin. Tapi baik Alisha, Martha maupun Fellin tahu pasti bahwa omongan mereka tidak akan didengar oleh Karin.

__ADS_1


"Ck, dasar cowok playboy," rengut Alisha. Tapi detik berikutnya Alisha sedikit tercenung.


Hei, kenapa sekarang dia malah memikirkan Althair ?! Huh ! Menyebalkan !


Alisha kemudian mendengus menahan tawa. Teringat bagaimana tadi dia bermain drama sewaktu Martha meneleponnya, mengabarkan kalau dia tidak bisa datang karena mendadak keluarga pacarnya datang berkunjung. Martha sampai hampir menangis sewaktu Alisha berlagak marah padanya. Ah, mungkin akting Alisha memang patut menjadi nominasi Oscar mendatang.


Alisha menghentikan langkahnya. Berhenti di atas trotoar jalan yang sejajar dengan sungai yang alirannya membelah kota.


"Cantiknya," desah Alisha menikmati pemandangan malam sungai yang dihiasi kelip lampu warna - warni.


"Duh, Mama pasti ngomel ini nanti," gerutunya, dengan cepat membuka aplikasi ojek online untuk mengantarnya pulang.


Baru saja ada Driver yang menyanggupi orderannya sewaktu didengarnya derum suara mesin yang memekakkan telinga. Alisha menoleh. Dilihatnya sekumpulan motor sport yang melaju beriringan membentuk konvoi. Suara mesin yang terdengar meraung - raung berasal dari gas yang dimainkan mereka.


Beberapa kendaraan di belakang mereka membunyikan klakson dengan tidak sabar. Merasa terhambat karena konvoi motor itu hampir menutupi seluruh jalan. Berjalan pelan dengan membelok - belok, membuat bingung pengendara lain yang ingin mendahului mereka.


"Ck, dasar !" dengus Alisha. Merasa sebal melihat kumpulan geng motor yang kurang kerjaan seperti itu.

__ADS_1


Sebuah derum motor yang lain terdengar. Dan dari arah belakang, melaju sebuah motor sport berwarna hitam. Melintas cepat, meliuk di antara kendaraan dan sekali waktu naik ke atas trotoar. Motor sport itu akhirnya berhasil membelah konvoi. Melaju cepat di antara motor - motor yang membentuk konvoi itu.


Alisha bertepuk tangan, tidak dapat menahan kekagumannya pada kelihaian pengendara motor sport hitam itu. Dilihatnya pengendara motor sport hitam itu menggunakan outfit yang juga serba hitam. Kaca helmnya tertutup sehingga Alisha tidak dapat melihat wajahnya, sewaktu sang pengendara melintas cepat di depannya.


Teriakan marah tidak terima terdengar dari konvoi motor yang berhasil dilewati oleh sang Black Knight tadi. Sedang klakson kendaraan - kendaraan yang sudah mengular di belakang, kembali ramai bersahutan meminta jalan.


"Brengsek ! Siapa itu tadi !"


"Kejar, Bro ! Kejar ! Kita hajar dia !"


"Woi, Bro ! Lihat, ada cewek cakep sendirian."


Alisha menelan ludahnya saat dilihatnya geng motor itu mulai mengerubunginya. Para pengguna jalan yang lain terus saja melenggang pergi, tidak meninggalkan harapan bagi Alisha untuk memberikan pertolongan untuknya. Sempat dilihatnya, Driver ojek onlinenya yang sudah datang sekilas berhenti dan segera melaju kembali. Merasa takut berurusan dengan geng motor.


Alisha menyadari bahwa kegembiraannya seusai berbelanja di Midnite Sale tadi menguap dan menghilang begitu cepatnya. Sekarang yang dirasakannya hanya rasa takut.


🦀🦀🦀

__ADS_1


__ADS_2