
"Ihh, lepas !"
Alisha menampik tangan salah satu anggota geng motor yang ingin menyentuhnya. Dengan cepat tubuhnya berbalik dan berjalan menjauh. Tapi baru beberapa langkah, jalan Alisha sudah terblokir.
"Minggir !" hardik Alisha sewaktu jalannya dihalangi beberapa cowok.
"Duile, Non. Galak amat sih ?" goda salah seorang dari mereka.
"Eh, tapi galak galak begini, cantik juga lho."
"Cantik banget tahu ! Lihat body-nya itu loh. Duh !"
Alisha bergidik sewaktu mereka melihatnya dari bawah hingga atas. Beberapa anggota geng motor itu menjilat bibirnya dan ada pula yang jakunnya mulai naik turun.
Dalam hati Alisha mengeluh, kenapa tadi dia memilih berpakaian seperti ini ?!
Saat ini Alisha memakai dress warna peach bergaya sabrina-nya. Panjang dress-nya hanya selutut, sedang kakinya yang jenjang hanya dihiasi sandal bertalinya. Tapi Alisha memilih outfit ini karena awalnya dia akan pergi bertiga dengan Martha dan pacarnya. Sama sekali tidak menyangka kalau pada akhirnya dia akan pulang sendirian dan malah terjebak di antara anggota geng motor.
"Minggir kalian ! Aku mau lewat !" seru Alisha kembali. Suaranya terdengar lebih tinggi.
"Kalau kami nggak mau minggir, memangnya Nona Cantik mau apa ?!" jawab seorang cowok di sebelah kiri Alisha, yang langsung saja maju hendak menjawil dagu Alisha. Membuat Alisha spontan mundur.
"Mau dicium kali, Bro. Hahaha..."
"Daripada sendirian, gabung saja dengan kami. Nanti Abang bonceng deh. Hahaha..."
"Wah, Ndro. Bukan kamu saja yang mau, aku juga mau boncengin cewek cantik macam dia !"
Alisha makin ketakutan. Karena sedari tadi mereka semakin mendekat mengelilinginya. Punggungnya sudah membentur besi pembatas trotoar dengan sungai, sudah tidak ada celah lagi baginya untuk mundur.
__ADS_1
Dengan segera Alisha menekan speed dial pada handphone-nya, berniat menghubungi nomor mamanya. Terserah dia akan dimarahi atau tidak, itu lebih baik dibanding keadaannya sekarang. Tapi belum lagi terdengar dua deringan, salah satu cowok geng motor itu dengan sigap menarik tangannya dan merebut handphone Alisha.
"Kembalikan !" teriak Alisha sewaktu handphone-nya dilempar dan dioperkan silih berganti.
"He he he... jangan terlalu cepat minta dijemput dong, Non. Kita kan belum bersenang - senang."
"Kembalikan atau aku akan teriak ?!" ancam Alisha.
"Teriak saja. Toh nggak akan ada bakal yang menolong. Ya nggak ?!" jawab salah satu cowok yang kemudian disambut tawa lainnya.
"Sudah, ayo ikut saja."
Alisha kaget sewaktu tangannya dicengkeram kuat. Kantong belanjanya sudah jatuh teronggok dan terinjak - injak gerombolan pejantan yang seperti sedang kalap.
"Jangan ! Lepas !" Alisha memberontak sewaktu kedua tangannya dicengkeram semakin erat. Sementara tubuhnya semakin dihimpit oleh banyak cowok.
"Tolong ! Tolong !" teriak Alisha hampir menangis. "Mamaa ! Tolong !!!"
Kumpulan anggota geng motor itu serempak menghentikan usaha mereka menyudutkan Alisha. Mereka menoleh, mendengar derum motor yang di-gas berulang - ulang yang seakan meminta perhatian mereka. Beberapa anggota geng motor yang beringsut minggir, membuat Alisha akhirnya bisa melihat siapa orang yang baru saja datang.
Disana, Alisha melihat sang Black Knight yang tadi berhasil menembus iringan konvoi. Pengemudinya masih terus memainkan gas motornya selama beberapa saat sebelum akhirnya berhenti dan mematikan mesin motornya. Lalu, dengan hanya satu jari yang digerak - gerakkannya maju mundur, dia secara terang - terangan menantang para anggota geng motor.
Spontan jeritan kemarahan membelah langit malam. Tanpa perlu dikomando, para anggota geng motor yang memang sejak semula sudah marah akan ulahnya, langsung maju menerjang berniat menyerangnya.
"Itu orang yang kurang ajar tadi. Hajar, Bro !"
"Brengsek ! Berani - beraninya dia balik lagi !"
"Sikat ! Libas ! Habisi saja !"
__ADS_1
Alisha menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ngeri pada perkelahian yang baru pertama kali ini dilihatnya secara langsung. Beberapa kendaraan yang hendak lewat menghentikan lajunya karena perkelahian sudah menjalar ke jalan raya. Tapi tidak satupun ada yang turun tangan untuk melerai. Semua hanya menonton, bahkan ada pula yang sempat merekam video dengan handphonenya.
Alisha mengkhawatirkan penolongnya. Bagaimana mungkin dia bisa menang melawan sebegitu banyak anggota geng motor ?! Jumlahnya saja hampir ada tiga puluh orang.
"Tolong, Pak ! Tolong hentikan mereka !" pinta Alisha pada seorang pria paruh baya yang berdiri di sebelah mobilnya.
"Ah, Bapak mana berani, Dik. Bisa - bisa nanti Bapak yang kena," tolak pria itu.
Setelah setidaknya hampir sepuluh orang yang menolak membantu, Alisha menghela nafas putus asanya. Merasa begitu tidak berdaya dan menyadari bahwa tidak ada hal yang bisa dilakukannya selain hanya berdiri melihat.
Lho, tapi... tunggu !!!
Para anggota geng motor itu sudah lumayan banyak yang berjatuhan. Sementara Black Knight-nya, masih juga mampu berdiri dan terus menghajar sisa anggota lainnya.
Entah selang berapa menit kemudian, sisa anggota geng motor yang terakhir akhirnya tumbang juga. Menyisakan penolongnya, berdiri sambil mengibas - ngibas jaketnya yang sekarang kotor. Sorak sorai dan suitan penonton terdengar riuh mengiringi kemenangannya. Merasa senang akhirnya ada yang menghajar geng motor yang selama ini sudah sering kali mengganggu.
Penolongnya itu kemudian berjalan menghampiri Alisha. Sesekali dia menyepak tubuh geng motor yang sudah habis dihajarnya dan sekarang bergelimpangan sambil mengerang. Sesaat dia membungkuk, meraih sesuatu yang ternyata adalah handphone Alisha.
"Te... terima kasih," ujar Alisha menerima handphone-nya yang disodorkan tanpa kata oleh sang Black Knight. Penolongnya itu masih menggunakan helm full face-nya dengan kaca helmya yang juga masih menutup. Alisha bisa melihat pantulan dirinya pada kaca gelapnya.
"Cih ! Gerah sekali," gumam penolongnya, sambil melepaskan helmnya.
Alisha memekik tertahan. Dengan jelas dilihatnya wajah sang penolongnya yang dihiasi peluh.
Black Knight-nya.
Althair Kyro Zackqueen sekarang sedang berdiri di hadapannya.
Segaris senyuman miring segera menghias wajah tampannya, terlihat senang melihat raut kaget pada wajah Alisha.
__ADS_1
"Nice to see you again, Alisha..."
🦀🦀🦀