
Hei, pernahkah kalian berlari di tengah hari yang panas ?!
Dengan segala rasa capek dari segala kegiatan sekolah yang sudah seharian tadi dan perut yang juga sudah memulai konsernya, menuntut minta segera diisi. Berlari mengejar teman kalian yang mungkin tadi kepalanya sempat terbentur sehingga membuatnya kehilangan akal sehat.
Kalau belum, selamat. Kalian super beruntung !!!
Alisha baru saja berhasil mendekat sewaktu Karin sudah melemparkan dirinya ke dalam pelukan Althair. Tetap kukuh di sana, tidak menghiraukan reaksi marah para cewek penggemar yang melihat pujaan mereka dipeluk begitu saja.
Alisha berdiri diam sesaat. Tubuhnya sudah terasa lengket oleh keringat yang membanjir. Nafasnya masih terengah. Dan dirinya merasa tidak berdaya sewaktu Karin menyatakan cinta sejatinya pada Althair.
"Althair, aku suka padamu ! Apa kamu mau jadi pacarku ?!" sekali lagi Karin berkata. Kedua matanya menatap penuh harap.
'Hei, apa telingaku menipuku ?' Alisha beberapa kali menggosok kedua telinganya, memastikan tidak ada masalah pada pendengarannya. Tapi wajah ngeri yang ditampakkan Martha juga wajah Fellin yang pias, membuatnya yakin bahwa tidak ada masalah pada telinganya.
Karin benar - benar menyatakan cintanya pada Althair.
Dilihatnya Althair yang tidak memberi reaksi apapun. Seolah dia sudah terbiasa menerima pernyataan cinta selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
Dengan cepat Alisha menghampiri Karin. Menarik tangannya, memaksanya melepaskan pelukan pada tubuh Althair. Dan dengan beberapa kali sentakan berhasil menyeret Karin agar berdiri di belakangnya.
Althair menatap Alisha dengan satu alisnya yang terangkat. Seperti biasa, ekspresi wajahnya tidak bisa ditebak. Sementara Alisha balik menatapnya dengan berani.
"Anggap hal ini nggak pernah terjadi," ujar Alisha, masih dengan menatap langsung pada kedua mata Althair. "Temanku sedang khilaf. Mungkin tadi kepalanya terbentur atau apa."
__ADS_1
Alisha tetap berusaha menahan upaya Karin yang sedari tadi berontak, ingin melepaskan tangannya yang terus digenggam kuat oleh Alisha. Dan dengan pandangan yang tidak lepas dari wajah Althair, Alisha kembali berkata, "Jadi, anggap saja nggak terjadi apa - apa. Permisi."
Alisha berbalik, berjalan menjauh, setengah menyeret Karin yang masih meronta. Menulikan telinganya pada cemoohan yang ramai dilontarkan oleh para cewek yang mengerubungi Althair.
"Sha, lepas ! Lepas !" ronta Karin, memukul - mukul tangan Alisha namun tetap tidak dihiraukan.
Bagaimanapun, Alisha tetap membawanya berjalan menjauh.
"Woi, cewek !" sebuah suara bass terdengar, membuat Alisha menghentikan langkahnya dan berbalik.
Althair duduk di atas motornya dengan satu kaki yang diangkat. Kepalanya sedikit mendongak, membuatnya terlihat semakin angkuh. Sementara jari telunjuknya bergerak maju mundur, memanggil Alisha dan teman - temannya.
"Aku belum berkata apapun dan kalian sudah seenaknya pergi begitu saja ?! Hm ?!"
Althair akhirnya turun dari motornya karena dilihatnya Alisha sama sekali tidak ada niat untuk mau mendekat padanya. Kepalanya sedikit terangkat dengan mata yang terus menatap lurus pada Alisha. Dengan tenang dia berjalan melewati kumpulan cewek pemujanya. Martha dan Fellin dilewatinya begitu saja tanpa sedikitpun diliriknya. Dan akhirnya berhenti di dekat Alisha, tepat di depannya. Bahkan sampai saat inipun, Althair masih belum juga melepas pandangannya pada Alisha.
Alisha mengatupkan bibirnya, berusaha menahan dirinya di depan cowok yang menurutnya paling menyebalkan ini.
"Baik. Aku minta maaf sudah mengganggu kalian," ujar Alisha pada akhirnya. "Jadi, kami permisi," lanjut Alisha segera membalikkan badannya.
"Bukankah seharusnya kamu menunggu dulu sampai mengetahui, apakah aku menerima permintaan maafmu atau nggak ?! Iya kan ?!"
Alisha memejamkan matanya, berusaha menyabarkan dirinya. Demi badak bercula yang hampir punah, kesabaran Alisha sudah berada di ujung batas.
__ADS_1
"Baik !!!" serunya sambil kembali berbalik. "Apakah aku dimaafkan ?!"
Althair masih menatapnya. Sekilas sebuah senyuman geli muncul di ujung bibirnya. "Entahlah," jawabnya dengan santai. "Biar kupikirkan dulu."
"Jadi apakah aku bisa pergi selagi Tuan Althair yang agung sedang berpikir ?!"
"Belum. Aku belum mengijinkanmu untuk pergi," Althair menjawab dengan tenang. Berbanding terbalik dengan Alisha yang gemetar berusaha menahan marahnya. "Lagipula aku masih belum menjawab pernyataan temanmu. Siapa namanya tadi ?!"
"Karin. Namaku Karin," jawab Karin segera. Wajahnya nampak berbinar penuh harap.
"Haloo, Karin. Kamu ingin tahu jawabanku kan ?!"
Dengan bersemangat Karin segera menganggukkan kepalanya. Merasakan harapannya yang semakin melambung dan bertambah.
Dan sambil tetap menatap Alisha, bahkan tanpa sedikitpun melirik pada Karin, Althair berkata, " Ya, Karin. Ayo kita berpacaran."
Karin memekik bahagia. Gerombolan cewek fanatik mendengung mengutarakan protes. Martha berteriak, "Tidak mungkin !" Sementara Fellin menutup mulutnya yang menganga lebar dengan kedua tangannya.
Lalu Alisha ?!!
Ah, entah mengapa Alisha berpikir betapa bahagianya kalau saat ini dia sedang berbelanja di tengah diskon dan promo.
Yah setidaknya, dia tidak perlu berdiri di sini layaknya seorang pecundang, sedangkan Althair terus menatapnya dengan wajah penuh kemenangan.
__ADS_1
Iya kan ?!
🦀🦀🦀