Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 10


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu, mereka menjalani aktifitas seperti biasa. Jonatan pun sedang disibukkan oleh urusan kantor yang tidak ada habisnya sehingga jarang bertemu dengan Vanessa begitupun sebaliknya.


Tetapi saat ini Oma Rahayu beserta kedua orang tua Vanessa sedang berada di restoran tempat biasa mereka bertemu.


"Apa ada masalah yang penting Oma? Kenapa Oma suruh kami datang?" tanya Ibu Mega kepada Oma Rahayu.


Tetapi orang yang ditanya hanya tersenyum saja sambil menatap keduanya bergantian. Sedangkan yang ditatap pun merasa heran dan hanya bisa saling pandang.


"Apa kalian tahu kalau Vanessa dan Jonatan sudah bertemu akhir-akhir ini?" tanya Oma Rahayu.


"Iya Oma, Vanessa sudah mengatakan kepada kami." jawab Ibu Mega.


"Tetapi Vanessa tetap pada pendiriannya dia tidak mau dijodohkan apalagi menikah sekarang." Bapak David ikut menjawabnya.


"Kalian tidak perlu khawatir, aku sudah punya rencana untuk ini semua." ucap Oma Rahayu sambil tersenyum misterius.


Akhirnya Oma Rahayu berbisik kepada Ibu Mega dan Bapak David tentang rencana yang sudah dia susun.


"Mama yakin rencana itu bakal berhasi?" tanya Ibu Mega meragukan rencana Oma Rahayu.

__ADS_1


"Mama yakin 100 persen." jawab Oma Rahayu dengan yakin.


"Baiklah kita ikuti rencana Mama." ucap Bapak David mendukung rencana Oma Rahayu.


...----------------...


Beberapa waktu berlalu, hari ini hari libur Oma Rahayu menyuruh Jonatan untuk menemani Vanessa berbelanja bahan makanan karena malam ini Oma Rahayu sengaja mengundang Vanessa dan kedua orang tuanya untuk makan malam dan Oma Rahayu sengaja menyuruh Vanessa yang berbelanja dengan ditemani oleh Jonatan.


Padahal sebenarnya saat ini Oma Rahayu akan menjalankan rencananya yang sudah disepakati oleh kedua orang tua Vanessa.


"Ngapain juga sih Oma nyuruh-nyuruh nganter Vanessa belanja? Kan bisa pergi sendiri." gerutu Jonatan yang saat ini sedang mengemudikan mobilnya menuju rumah Vanessa.


Tentu saja Jonatan merasa kesal karena hari libur yang biasanya dia gunakan untuk bermalas-malasan justru malah kembali berkutat dengan hiruk pikuknya kemacetan jalan raya.


"Siang Om, Tante." sapa Jonatan ketika kedua orang tua Vanessa dan Vanessa berada di ruang tamu.


Mereka memang terlihat menunggu kedatangan Jonatan karena sebelumnya Oma Rahayu sudah memberitahukan kepada mereka.


"Siang Jo." jawab kedua orang tua Vanessa sedangkan Vanessa hanya diam saja.

__ADS_1


"Sudah makan siang?" tanya Ibu Mega perhatian.


"Sudah Tante." jawab Jonatan dengan sopan.


"Ya sudah mau langsung pergi sekarang?" tanya Ibu Mega dengan menatap Jonatan dan Vanessa bergantian.


"Iya aja Tante, nanti keburu sore." jawab Jonatan sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


"Ya sudah kalau begitu kalian hati-hati." ucap Bapak David kepada Vanessa dan Jonatan dan diangguki oleh keduanya.


"Nanti langsung pulang ke rumah Oma saja ya Jo? Karena kita juga akan langsung ke sana." lanjut Bapak David kepada Jonatan.


"Iya baik Om. Kalau begitu kami permisi dulu." jawab Jonatan sambil berpamitan kepada kedua orang tua Vanessa dengan diikuti oleh Vanessa.


Saat ini keduanya sudah dalam perjalanan menuju supermarket untuk berbelanja dan keduanya hanya saling diam karena tidak tahu membicarakan apa.


Vanessa memakai pakaian yang cukup nyaman di pakai. Tidak terlalu terbuka tetapi cukup sopan dan santai. Begitupun dengan Jonatan, dia tidak memakai pakaian yang biasa dipakai untuk bekerja. Tetapi meskipun begitu aura pesona dari keduanya tidak luntur begitu saja. Bahkan jika orang melihat keduanya, maka mereka akan berpikir bahwa Jonatan dan Vanessa adalah pasangan yang serasi.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2