Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 21


__ADS_3

Beberapa hari berlalu selama beberapa hari Vanessa benar-benar mencari rekomendasi tentang pernikahan yang terbaik. Karena bagaimana pun ini adalah untuk pernikahannya sendiri jadi Vanessa akan mewujudkan seperti apa yang dia inginkan. Entah nanti kedepannya akan bagaimana Vanessa belum mau memikirkan sekarang.


Saat ini adalah weekend, Vanessa dan Jonatan sedang santai di rumah mereka masing-masing. Jonatan sedang berada di teras rumahnya dan sedang melakukan olahraga joging. Oma Rahayu pun menghampirinya karena ingin menagih apa yang sudah dia janjikan kepada Jonatan.


Oma Rahayu memberikan botol minum air putih untuk Jonatan ketika melihat Jonatan yang kecapekan dan berkeringat.


"Terima kasih Oma." ucap Jonatan seraya menerima dan meneguk minuman tersebut.


"Hmmm...." jawab Oma Rahayu dengan deheman saja.


"Gimana uda sampai mana persiapan pernikahan kalian?" tanya Oma Rahayu tiba-tiba.


Jonatan yang sedang minum pun tersedak karena mendengar pertanyaan Oma Rahayu yang tanpa basa basi itu. Tetapi Oma Rahayu tidak mempedulikannya.


"Emmm... Itu Oma, Vanessa sudah milih dekorasi dan gedung juga makanannya. Nanti siang kita mau ke restoran buat sample makanan." jawab Jonatan dengan asal.


Padahal dia sendiri tidak tahu apakah benar dengan apa yang dia katakan karena Vanessa belum menghubunginya sama sekali. Sehingga membuat Jonatan asal menjawabnya saja. Dan tentu saja jawaban Jonatan membuat wajah Oma Rahayu berseri seketika.


"Beneran?" tanya Oma Rahayu antusias.


"I-iya Oma." jawab Jonatan dengan terbata.


Sebenarnya dia tidak tega membohongi Oma Rahayu seperti itu. Tetapi jika hal itu bisa membuat Oma Rahayu tersenyum bahagia maka akan Jonatan lakukan.

__ADS_1


Tiba-tiba saja ponsel Jonatan berbunyi dan ternyata Vanessa yang menghubunginya. Jonatan berharap Vanessa memberinya kabar baik supaya dia bisa mempertanggungjawabkan apa yang baru saja dikatakannya.


"Siapa?" tanya Oma Rahayu ingin tahu karena Jonatan diam saja tidak segera menerima panggilan telepon dari ponselnya.


"Dari Vanessa, Oma." jawab Jonatan menunjukkan nama yang menghubunginya di ponsel.


"Ya uda buruan angkat, kenapa cuma dilihatin aja!" suruh Oma Rahayu dengan gemas, karena Jonatan tidak segera menerima telepon dari Vanessa yang sudah di klaim sebagai calon istri Jonatan sendiri.


"I-iya Oma." jawab Jonatan.


Kemudian dengan segera Jonatan menggeser tombol hijau di layarnya untuk menerima telepon dari Vanessa.


"Halo." ucap Jonatan sambil melirik Oma Rahayu yang masih berada disitu, karena memang ingin tahu apa yang akan dibicarakan oleh Jonatan dengan Vanessa jika ada Oma Rahayu didepan mereka.


"...."


"...."


"Iya deh. Oke." jawab Jonatan kemudian mematikan sambungan telepon.


Dengan tidak sabar Oma Rahayu mendekat ke arah Jonatan karena ingin tahu apa yang mereka bicarakan di telepon tadi.


"Ada apa?" tanya Oma Rahayu penasaran.

__ADS_1


"Vanessa nyuruh Jo tar sore ke rumahnya Oma, katanya mau bahas rekomendasi tentang pernikahan lebih lanjut." jawab Jonatan sesuai dengan apa yang dikatakan Vanessa lewat telepon.


Memang semalam Vanessa lembur mencari banyak rekomendasi untuk pernikahannya. Sebenarnya bisa saja pagi ini dia menyuruh Jonatan untuk datang tetapi Vanessa sendiri masih mengantuk karena dia baru tidur 3 jam saja. Sehingga Vanessa memutuskan untuk nanti sore menyuruh Jonatan datang.


"Ow ya? Wah bagus Vanessa!" seru Oma Rahayu dengan bahagia.


"Tapi kenapa mesti nanti sore? Kan hari ini kalian libur kenapa gak sekarang aja?" tanya Oma Rahayu.


"Ya gak tahu Oma, siapa tahu Vanessa masih sibuk kan." jawab Jonatan dengan heran, karena bisa-bisanya Oma Rahayu berpikir seperti itu.


"Iya juga ya. Tapi gak apa-apalah yang penting kalian segera menikah." ucap Oma Rahayu dengan senang.


"Ya uda kamu lanjut joging lagi aja, Oma mau masuk ke dalam." lanjutnya dengan berbalik dan pergi meninggalkan Jonatan sendiri di halaman rumah mereka.


Tetapi Jonatan melihat Oma Rahayu yang meninggalkannya begitu bahagia hanya mendengar kabar seperti itu dari Vanessa. Jonatan tidak bisa membayangkan bagaimana nanti jika dirinya dan Vanessa menikah pasti setiap hari Oma Rahayu selalu diberikan kebahagiaan.


"Semoga Oma selalu bahagia. Aku akan lakukan apapun untuk membuat Oma bahagia." gumam Jonatan dengan tersenyum.


Kemudian dia kembali melanjutkan jogingnya di pagi hari tersebut.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2