Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 7


__ADS_3

Siang ini kerjaan tidak terlalu banyak. Jonatan memiliki banyak waktu untuk memainkan ponselnya. Dia melihat-lihat media sosial miliknya. Tiba-tiba saja dia melihat salah satu akun yang cukup dia kenal lewat di beranda akunnya.


Jonatan kemudian membukanya kemudian melihat-lihat semua foto yang ada. Jonatan bisa mengenali akun tersebut karena melihat sebuah foto yang diposting. Foto perbandingan dari jaman dulu dan jaman sekarang. Foto dulu dengan tubuh gendut tetapi foto sekarang yang sangat jelas perbedaannya. Dan foto dengan tubuh gendut itulah yang dikenali oleh Jonatan.


"Bukannya ini Vanessa?" gumam Jonatan yang masih terus memperhatikan akun tersebut sambil terus melihat semua foto di dalamnya.


"Sekarang uda gak gendut dia." lanjutnya.


Ketika sedang memperhatikan akun Vanessa, tiba-tiba saja Alex sudah berdiri di sampingnya dan juga ikut melihat apa yang Jonatan lihat.


"Wuiihh cakep juga ni cewek! Kenalin donk.." seru Alex tiba-tiba.


Dan hal itu membuat Jonatan terkejut kemudian memukul lengan Alex yang ada disampingnya.


"Kebiasaan! Kamu gak punya tangan? Gak bisa ketuk pintu?" tanya Jonatan dengan kesal dan mendorong Alex untuk pergi dari sampingnya.


"Uda ketuk pintu berkali-kali tapi kamu gak denger. Ya uda masuk aja ehh tau nya malah lagi liatin cewek cantik." gerutu Alex karena terus saja disalahkan oleh Jonatan.


Padahal memang benar Alex sudah mengetuk pintu tetapi Jonatan tidak mendengar karena memang sedang fokus mengingat Vanessa.


"Masa iya aku gak denger?" batin Jonatan.


"Uda gak usah alasan. Buruan ada apa?" tanya Jonatan, karena Alex datang tidak membawa berkas untuk dia tanda tangani.

__ADS_1


"Meeting Bos, meeting." jawab Alex mengingatkan.


Jonatan reflek melihat jam yang ada di tangannya dan dia lupa bahwa ada meeting di jam tersebut.


"Astaga! Kenapa bisa sampai lupa." batin Jonatan, karena dia malu jika mengakui di depan Alex. Alex bisa besar kepala nanti, pikirnya.


"Ayo!" Jonatan segera berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya dengan diikuti oleh Alex.


"Bos jangan lupa kenalin sama cewek tadi ya." ucap Alex ketika mereka hanya berdua berada di lift untuk turun ke ruang meeting.


Jonatan tidak menjawabnya dia hanya memberi tatapan tajam kepada Alex. Alex pun terdiam, karena jika sudah seperti itu Jonatan akan serius apalagi mereka sedang berada di tempat kerja dan tentu saja sedang bekerja.


...----------------...


Jonatan segera kembali ke ruangannya setelah selesai meeting karena meeting kali ini membutuhkan waktu yang banyak karena ada banyak hal yang masih belum beres. Dia duduk bersandar di kursinya sambil melepaskan dasi karena merasa meeting kali ini cukup lama.


Sore ini jam 5 di restoran A. Oma sudah buat janji sama Vanessa. Jangan sampai terlambat!


Pesan singkat dari Oma Rahayu tersebut cukup membuat Jonatan duduk dengan tegak. Karena Oma nya memberi kabar tiba-tiba.


"Kenapa gak dari tadi sih kasih tau nya." gumam Jonatan.


"Mana uda jam segini belum macet nya. Kan jauh mesti ke barat dulu." lanjutnya dengan kesal sambil melihat jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 16.15.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu lagi Jonatan segera membasuh wajahnya dengan air di kamar mandi yang ada di ruangannya agar terlihat lebih segar meskipun sudah seharian bekerja. Jonatan menyisir rambutnya di depan cermin kemudian mencium bajunya yang masih cukup wangi.


"Masih oke lah." ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian Jonatan segera mengambil barang-barangnya dan dia harus segera pulang sekarang. Tepat sebelum dia keluar dari ruangannya dia berpapasan dengan Alex yang membawa berkas untuk meminta tanda tangannya.


"Lhoh mau ke mana? Tanda tangan dulu ini." cegah Alex.


"Uda taruh meja aja besok aku cek dulu." jawab Jonatan yang merasa sudah tidak ada waktu lagi.


"Tapi beneran besok pagi-pagi jangan lupa! Penting itu!" seru Alex yang hanya diacungi jempol oleh Jonatan karena Jonatan sudah berjalan menjauh menuju lift.


"Mau kemana tu orang." gumam Alex yang melihat Jonatan hingga menghilang.


Kemudian Alex menggendikkan bahunya tanda tidak tahu lalu kembali ke ruangannya untuk bersiap akan pulang juga.


Keluar dari lift Jonatan berjalan menuju basement dimana dia memarkir mobilnya. Ponselnya berdering dan ternyata Oma Rahayu yang menghubungi, Jonatan segera menjawabnya.


"Iya Oma, ini uda mau jalan. Iya-iya." terdengar jawaban dari Jonatan.


Kemudian dengan segera Jonatan mengendarai mobilnya menuju restoran yang dimaksud. Jonatan sudah tahu karena dia sering makan di sana bersama Oma Rahayu.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2