
Selama beberapa hari Jonatan dan Vanessa masih berada di hotel karena Oma Rahayu memang memberikan hadiah untuk menginap di hotelnya sementara. Setelah kedatangan Oma Rahayu tempo hari, Oma Rahayu tidak lagi datang menemui Jonatan dan Vanessa di hotel lagi. Karena Oma Rahayu memberi privasi kepada mereka berdua sebagai pengantin baru. Padahal hal itu tidak berlaku bagi Jonatan dan Vanessa karena mereka berdua menjalani aktivitas masing-masing.
Jonatan menghabiskan waktu dengan menikmati fasilitas yang ada di hotel tersebut. Hampir seharian Jonatan pergi ke ruang gym dan juga berenang. Jonatan menghabiskan waktunya dengan berolahraga karena dia tidak bisa keluar untuk bekerja selama Oma Rahayu masih memberinya cuti menikah.
Begitupun dengan Vanessa, dia juga menghabiskan waktu dengan menggunakan fasilitas yang berada di hotel. Meskipun mereka merasa jenuh karena mereka orang yang suka bekerja keras dan tidak suka bermalas-malasan, tetapi karena itu juga merupakan sebuah perintah maka mereka pun menikmatinya.
...----------------...
Akhirnya waktu menginap mereka pun habis, siang ini mereka akan cek out dari hotel. Saat ini keduanya sedang bersiap-siap packing barang-barang yang sebelumnya mereka bawa.
Vanessa sudah selesai membereskan barang-barangnya dan Vanessa akan menghampiri Jonatan yang masih berada di kamarnya karena Jonatan yang tidak segera menemuinya.
"Jo!" teriak Vanessa yang langsung masuk ke kamar Jonatan melalui pintu penghubung.
Karena tidak ada jawaban dari Jonatan, Vanessa pun langsung masuk tanpa permisi. Dan benar saja ketika masuk Vanessa tidak menemui Jonatan di kamar tetapi kamar Jonatan masih berantakan dan terlihat bahwa Jonatan memang belum packing barang-barangnya.
"Astaga Jo!" gumam Vanessa sambil melihat keadaan kamar Jonatan yang sudah seperti kapal pecah tersebut.
Bersamaan dengan itu kamar mandi di kamar Jonatan terbuka dan keluarlah Jonatan dari dalam kamar mandi dengan wajah yang pucat dan terlihat sekali menahan sakit karena Jonatan yang berjalan perlahan sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
Jonatan tidak menghiraukan Vanessa yang sudah rapi dan berada di kamarnya. Dia terduduk lemas di pinggir ranjang dan bahkan berbaring sambil menaruh tangannya di atas kepala dan memejamkan mata.
Meskipun keduanya dinikahkan karena perjodohan tetapi tidak membuat hati Vanessa beku. Dia tetap bisa menghargai Jonatan yang bahkan sekarang sudah menjadi suaminya.
"Kamu kenapa Jo?" tanya Vanessa dengan panik sambil berjalan menghampiri Jonatan dan duduk di samping Jonatan yang sedang berbaring di ranjang.
Jonatan hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Vanessa. Dia masih tetap dengan posisinya seperti semula.
Vanessa pun mengambil tangan Jonatan yang berada di atas kepalanya dan hal itu membuat Jonatan membuka matanya sehingga membuat pandangan keduanya bertemu.
"Kamu kenapa?" tanya Vanessa lagi.
Merasa Vanessa hanya diam saja Jonatan pun tetap dalam posisi seperti itu. Tetapi kemudian dia membuka matanya dan melihat ke atas dimana Vanessa berada di atasnya.
"Perutku sakit." lirih Jonatan yang masih bisa didengar oleh Vanessa.
"Sakit? Kog bisa? Memangnya kamu tadi makan apa?" tanya Vanessa.
Jonatan hanya menggelengkan kepalanya dan kembali memejamkan mata.
__ADS_1
"Uda minum obat?" tanya Vanessa lagi.
Jonatan kembali hanya menggelengkan kepala. Vanessa menghela nafas panjang, ternyata Jonatan kalau sakit bisa semanja itu.
"Ya udah bentar aku ambilin obat dulu." ucap Vanessa sambil berusaha mengangkat kepala Jonatan untuk dia pindahkan ke ranjang.
Tetapi dengan segera tangan Vanessa ditahan oleh Jonatan.
"Aku ingin kayak gini dulu. Bentar aja." pinta Jonatan dengan mata yang masih terpejam.
Karena entah kenapa ketika dia baru saja meletakkan kepalanya di paha Vanessa dia merasa perutnya semakin membaik.
Vanessa pun mengurungkan niatnya untuk memindahkan kepala Jonatan dan membiarkan Jonatan tetap berada diposisi seperti itu. Tanpa disadari tangan Vanessa mengelus perlahan rambut Jonatan sehingga membuat Jonatan semakin merasa lebih baik dan bahkan dia sampai tertidur. Karena memang dari semalam Jonatan tidak bisa tidur karena sakit perut dan untuk membangunkan Vanessa pun dia merasa malu.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1