Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 9


__ADS_3

"Ow jadi mereka merencanakan sesuatu ya? Pantes aja Jonatan ngebet pengen ketemu dulu sama Vanessa." gumam Oma Rahayu setelah mendengarkan penjelasan dari asisten pribadinya.


Ya, ternyata pertemuan Jonatan dengan Vanessa tidak bisa begitu saja lepas dari pantauan Oma Rahayu. Ternyata Oma Rahayu mengirim orang untuk mengikuti dan mendengarkan pembicaraan Jonatan dengan Vanessa. Bukan maksud apa-apa karena memang Oma Rahayu ingin menjaga keselamatan mereka.


"Kalau begini caranya aku harus lebih pintar dari mereka." lanjutnya sambil memikirkan mencari cara.


Tidak berapa lama Jonatan pun pulang ke rumah.


"Malam Oma." sapa Jonatan sambil mencium kedua pipi Oma Rahayu yang saat ini sedang duduk di kursi ruang keluarga.


"Sudah pulang? Gimana ketemuannya dengan Vanessa? Cantik kan?" tanya Oma Rahayu seolah tidak tahu apa yang mereka rencanakan.


"Iya cantik." jawab Jonatan hanya untuk membuat Oma Rahayu tidak semakin banyak bertanya.


"Berarti setuju kan nikah sama dia?" pancing Oma Rahayu.


"Ehmm.. Kalau Jo sih terserah Oma aja, tapi kan kita harus tanya juga ke Vanessa Oma, gak sepihak dari Jo aja kan." jawab Jonatan sengaja untuk menjalankan rencananya dengan Vanessa.


"Bener juga kamu ya." jawab Oma Rahayu seolah setuju dengan Jonatan.


"Iya deh besok Oma tanya sama Vanessa. Lebih cepat lebih bagus kan?" lanjut Oma Rahayu.


"I-iya terserah Oma aja." jawab Jonatan ragu.


Karena Jonatan tidak menyangka bahwa Oma nya benar-benar serius dengan perjodohan ini.


"Ya uda Oma mau istirahat dulu, kamu juga harus istirahat." ucap Oma Rahayu sambil bangkit berdiri dan berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


"Iya Oma." jawab Jonatan, tetapi dia masih tetap berada di ruang keluarga karena dia akan menghubungi Vanessa untuk mengatakan apa yang baru saja dia bicarakan dengan Oma Rahayu.


Tanpa sepengetahuan Jonatan, ternyata Oma Rahayu masih berdiri di balik tembok ruang keluarga dan melihat Jonatan yang menghubungi Vanessa.


"Kalian gak bisa melawan Oma." gumam Oma Rahayu sambil tersenyum.


Kemudian setelah itu Oma Rahayu benar-benar menuju kamarnya untuk beristirahat.


...----------------...


Sedangkan di dalam kamar, Vanessa baru saja membersihkan diri dan berganti pakaian. Dia akan bersiap naik ke ranjang tapi ponselnya berdering tanda bahwa ada telepon masuk tetapi dengan nomor yang tidak dia simpan.


"Nomor siapa ini? Gak ada di kontak ku." gumam Vanessa yang masih memperhatikan nomor asing yang menghubunginya dan Vanessa belum berniat untuk menerimanya.


Dan panggilan tersebut berlangsung selama tiga kali, karena memang Vanessa paling tidak suka jika ada nomor asing yang tidak dia kenal menghubunginya.


"Kemana sih ni cewek? Di telepon dari tadi gak diangkat?" gerutu Jonatan.


Akhirnya setelah panggilan ke tiga kalinya, Vanessa pun menerima panggilan tersebut karena merasa mungkin orang yang menghubunginya penting sehingga menghubungi hingga beberapa kali.


"Halo.." ucap Vanessa ketika dia sudah menggeser panggilan ke warna hijau.


"Kemana aja sih? Dari tadi gak diangkat-angkat?" cecar Jonatan dengan pertanyaan begitu mendengar suara Vanessa.


Vanessa reflek menjauhkan telinganya dari ponselnya karena suara Jonatan cukup keras di telinganya.


"Kamu ngapain telepon aku? Kangen ya? Masa baru pisah 1 jam aja uda kangen?" tanya Vanessa sengaja menggoda Jonatan.

__ADS_1


Karena Vanessa bisa mengenali suara Jonatan, sehingga tanpa Jonatan menyebutkan namanya Vanessa sudah bisa menebak.


"Kangen kepalamu!" kesal Jonatan.


"Trus ngapain kamu telepon? Aku capek mau tidur." jawab Vanessa yang juga merasa kesal dengan Jonatan.


"Dengerin dulu. Barusan Oma uda nanyain aku soal ketemuan sama kamu trus tanya tentang perjodohan. Aku bilang sama Oma suruh tanya kamu dulu. Sesuai rencana kita tadi jangan lupa kamu juga harus menolak dengan tegas perjodohan itu." terang Jonatan panjang lebar.


"Kamu telepon cuma mau ngomong itu aja?" tanya Vanessa.


"Iya lah, kamu pikir aku mau ngapain?" tanya balik Jonatan kepada Vanessa.


"Iya-iya aku ngerti. Uda ah aku capek bye.." jawab Vanessa tanpa menunggu jawaban dari Jonatan dia segera mematikan panggilannya secara sepihak.


"Aneh bener ni cewek, gak sopan banget belum selesai ngomong uda dimatiin aja." gerutu Jonatan sambil menatap ponselnya yang baru saja dia pakai untuk menghubungi Vanessa.


"Iya juga sih, mungkin dia capek. Aku juga mau mandi trus tidur ahh." lanjutnya sambil berdiri dan berjalan menuju kamarnya.


Tanpa Jonatan sadari sebenarnya dia sudah mulai perhatian dengan Vanessa. Tetapi Jonatan masih memiliki rasa gengsi yang tinggi untuk mengakuinya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


Selamat hari vote ❤

__ADS_1


__ADS_2