
Beberapa waktu berlalu, sejak Jonatan dan Vanessa menyetujui untuk menikah keduanya belum pernah sekalipun membahas kembali rencana pesta pernikahan mereka akan diselenggarakan kapan. Bahkan ketika ditanyakan keduanya sepakat untuk menghindar dan mengalihkan pembicaraan.
Tetapi tidak untuk pagi ini, Oma Rahayu sengaja menunggu Jonatan untuk sarapan bersama. Meskipun Jonatan sudah sengaja melama-lamakan tetapi dengan setia Oma Rahayu menunggunya karena Oma Rahayu ingin meminta kepastian kepada Jonatan.
Jonatan turun dari tangga dengan santai dan bersiul. Dia sudah rapi karena akan bersiap berangkat bekerja. Biasanya ketika dia turun untuk sarapan, Oma Rahayu sudah selesai dan akan berolahraga ringan bersama salah satu instruktur olahraga yang sengaja di panggil untuk selalu membantu menjaga kesehatan Oma Rahayu.
Tetapi tidak untuk pagi ini, ketika masuk ke ruang makan Jonatan melihat Oma Rahayu masih duduk manis disana dan bahkan tidak menyentuh makanannya sama sekali. Dan asisten rumah tangganya pun tidak ada yang boleh memberitahukan kepada Jonatan bahwa dia ditunggu oleh Oma Rahayu.
"Lhoh Oma belum makan?" tanya Jonatan dengan ragu dan melihat menu makanan di atas meja yang masih utuh.
Karena untuk balik lagi ke kamar ataupun langsung berangkat bekerja pun tidak mungkin dia akan bingung mencari alasan apa nantinya.
"Oma mau sarapan bersama kamu." jawab Oma Rahayu dengan pelan tapi penuh dengan penekanan.
Kalau sudah seperti ini Jonatan tidak akan bisa menolak perintah dari Oma Rahayu. Jonatan pun dengan menurut duduk di kursi tempat biasa dia makan sambil menetralkan jantungnya karena pasti Oma Rahayu akan membahas pernikahan yang bahkan belum direncanakan sama sekali oleh Jonatan dan Vanessa.
"Oh baiklah Oma. Oma mau pakai lauk apa?" tanya Jonatan mencoba mengambilkan makanan untuk Oma Rahayu.
Oma Rahayu tidak menjawabnya, beliau hanya menunjuk lauk yang dia inginkan. Jonatan pun mengambil dan meletakkannya di atas piring Oma Rahayu.
__ADS_1
Setelah mengambilkan Oma Rahayu, Jonatan pun mengambil untuk dirinya sendiri. Dan mereka pun menikmati sarapan pagi ini dengan keheningan. Oma Rahayu pun belum berniat untuk berbicara karena beliau akan fokus dengan makan lebih dulu.
Beberapa saat berlalu mereka pun selesai makan. Jonatan segera mengambil minumannya dan meneguknya hingga hampir habis kemudian meletakkan kembali di atas meja.
"Mumpung Oma diem aja, cabut aja ya? Nanti pasti bahas pernikahan." batin Jonatan.
Jonatan bangkit berdiri dan bahkan akan membuka mulutnya untuk berbicara tetapi ucapan Oma Rahayu membuatnya mengurungkan niat.
"Duduk dulu." ucap Oma Rahayu dengan tegas.
Akhirnya Jonatan pun mengikuti perintah Oma Rahayu untuk duduk kembali.
"Dan kamu gak bisa menghindar lagi dari Oma." lanjut Oma kemudian menatap Jonatan di depannya.
"Mampus! Memang gak mungkin bisa menghindar." batin Jonatan.
"Apa janji kamu sama Oma?" tanya Oma Rahayu karena melihat Jonatan yang hanya diam saja.
"Janji apa Oma?" tanya Jonatan pura-pura tidak tahu.
__ADS_1
"Kamu tahu gimana Oma kan? Kalau sampai kamu mengecewakan Oma..." belum sempat Oma Rahayu melanjutkan perkataannya, Jonatan segera memotongnya.
"Iya Oma iya, Jo ngerti." jawab Jonatan.
"Kan Oma tahu sendiri, Jo sama Vanessa masih sama-sama sibuk jadi kita belum bisa bahas soal pernikahan." lanjut Jonatan beralasan.
"Oma gak mau tahu, Oma tunggu 1 minggu kalian sudah harus kasih tahu Oma konsep pernikahan apa yang kalian inginkan. Dan kalian sudah harus mendapatkan rekomendasi dari setiap konsep pernikahan tersebut." ucap Oma Rahayu dengan tegas.
Setelah berkata seperti itu, Oma Rahayu segera bangkit berdiri kemudian berjalan menuju ruang tamu karena ternyata disana instruktur olahraganya sudah menunggu. Sebelumnya memang Oma Rahayu sudah memberitahukan bahwa akan minta waktu sebentar untuk berbicara dengan cucunya dan instruktur tersebut pun mengijinkannya.
"Kog cuma seminggu Oma? Kurang donk!" teriak Jonatan karena Oma Rahayu sudah berjalan menjauh.
Dan Oma Rahayu pun sengaja tidak mau mendengarkan dan menjawabnya. Oma Rahayu terus berjalan meninggalkan Jonatan.
Jonatan pun mendengus kesal karena tidak bisa bernego dengan Oma Rahayu. Sehingga mau tidak mau Jonatan pun akan mengikuti perintah Oma Rahayu.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏