Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 34


__ADS_3

Jonatan dan Vanessa segera masuk ke dalam kamar. Begitu masuk ke dalam Vanessa mengamati sekeliling kamar Jonatan. Kamar khas seorang pria yang tidak banyak pernak pernik ataupun tempelan. Dengan tembok warna putih yang normal dan terlihat sangat terang karena keadaan kamar yang bersih dan rapi juga harum.


Vanessa segera menarik kopernya untuk mendekat ke ranjang dan kemudian duduk di tepi ranjang.


"Lemari sebelah kanan itu kosong, kamu bisa masukan baju-baju kamu disana." ucap Jonatan sambil menunjuk lemari di samping Vanessa.


Sedangkan Vanessa hanya melihat ke arah tangan Jonatan yang menunjuk dan belum berniat untuk mengeluarkan isi kopernya.


"Trus kita tidur bersama disini gitu?" tanya Vanessa karena dia melihat ranjang dikamar Jonatan hanya 1 dan berukuran yang cukup besar.


"Kalau kamu gak mau ya tidur aja di sofa." jawab Jonatan cuek dan sambil berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Vanessa belum juga membuka kopernya dia justru berbaring di ranjang dengan posisi kaki menjuntai ke lantai. Awalnya Vanessa hanya ingin berbaring saja tetapi lama kelamaan matanya benar-benar terpejam dan tertidur pulas.


Jonatan yang sudah selesai membersihkan diri pun melihat posisi tidur Vanessa yang tidak nyaman hanya menggelengkan kepala. Jonatan segera menghampiri Vanessa dan berdiri disampingnya tanpa berniat membangunkannya. Dengan segera Jonatan membenarkan posisi tidur Vanessa dengan nyaman. Jonatan melepaskan sepatu yang masih dipakai Vanessa dan meletakkan disamping sofa. Kemudian tidak lupa Jonatan menyelimuti tubuh Vanessa agar bisa tidur lebih nyaman.


Setelah memastikan Vanessa tidur cukup nyaman, Jonatan pun keluar dari kamar dan menutup pintu kamar dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara dan bisa membangunkan Vanessa. Kemudian Jonatan turun dan menuju ruang makan karena dia merasa sangat lapar setelah check out dari hotel dan belum sempat untuk makan siang.


Ketika melewati ruang keluarga, Jonatan bertemu dengan Oma Rahayu yang sedang bersantai di sana.


"Lhoh kog turun sendiri, mana istrimu Jo?" tanya Oma Rahayu.

__ADS_1


"Tidur, kecapekan Oma." jawab Jonatan sambil berlalu menuju ruang makan.


"Dasar anak muda , pasti dipuas-puasin mumpung punya tenaga besar hehe." gumam Oma Rahayu dengan terkekeh.


Padahal apa yang dipikirkan Oma Rahayu tidak benar-benar terjadi. Karena Jonatan dan Vanessa masih menjaga jarak tanpa sepengetahuan Oma Rahayu.


Sesampainya di ruang makan, Jonatan segera meminta asisten rumah tangganya untuk menyiapkan makan siang untuknya.


"Mbak, tolong siapin makan siang ya." ucap Jonatan.


"Baik Tuan Muda. Untuk Non Vanessa juga?" tanya asisten tersebut sebelum dia berlalu untuk menyiapkan makanan.


Terlihat Jonatan berpikir sejenak lalu kemudian mengiyakan pertanyaan dari asisten rumah tangganya.


"Baik." ucapnya dan segera saja menyiapkan makanan sesuai dengan perintah.


Jonatan melihat Vanessa yang juga belum makan sejak check out dari hotel dan ketika sampai rumah Vanessa langsung tertidur sehingga Jonatan memutuskan untuk membawakan makan siang Vanessa ke kamarnya setelah ini.


Beberapa waktu berlalu, selesai makan siang Jonatan membawakan makanan Vanessa menuju kamar dengan memakai nampan. Sampai di kamar Jonatan melihat Vanessa yang masih tidur, dengan perlahan Jonatan meletakkan nampan berisi makan siang Vanessa di atas meja. Kemudian menghampiri Vanessa dan membangunkan Vanessa dengan sedikit menggogangkan lengan Vanessa.


"Van! Vanessa.." panggil Jonatan tetapi tidak ada respon dari Vanessa karena Vanessa masih saja memejamkan matanya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja pandangan Jonatan tertuju pada bibir Vanessa yang berwarna pink soft. Bibir yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil sangat pas berada di wajah Vanessa. Entah kenapa Jonatan merasa sangat penasaran ingin merasakan bibir Vanessa. Jonatan perlahan mendekatkan kepalanya ke wajah Vanessa.


Ketika mereka hampir tidak berjarak dan bibir mereka hampir bertemu tiba-tiba saja Vanessa membuka matanya dan berteriak karena merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Jonatan.


"Arrggghhhh....!" teriak Vanessa langsung terduduk di ranjang sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kamu mau ngapain?" teriak Vanessa lagi sambil memegangi bajunya seakan takut jika Jonatan melakukan hal yang tidak-tidak kepadanya padahal sebenarnya Jonatan berhak atas Vanessa karena mereka sudah menjadi suami istri.


Jonatan yang terkejut ketika Vanessa tiba-tiba saja bangun pun segera menegakkan tubuhnya. Karena merasa gengsi dan malu untuk mengakuinya, Jonatan pun berbalik badan dan duduk di sofa.


"Itu makan siang kamu. Mandi dulu aja cepetan baru makan. Jangan lama-lama nanti keburu dingin." ucap Jonatan cuek sambil mengalihkan pandangannya dengan bermain ponsel karena dia merasa malu dan gengsi jika Vanessa mengetahui niatnya barusan.


Vanessa pun melirik ke nakas yang berada disampingnya, dan benar saja disana ada nampan berisi makanan yang sudah disediakan untuknya. Vanessa pun mengikuti perintah dari Jonatan. Dia segera turun dari ranjang dan mengambil pakaian ganti yang masih berada di koper kemudian dengan segera menuju kamar mandi dan membersihkan diri.


Sedangkan di dalam kamar mandi ketika Vanessa akan membuka bajunya tiba-tiba saja dia teringat kembali apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan Jonatan.


"Bukannya tadi aku ketiduran dengan posisi miring ya? Tapi tadi pas bangun kog posisiku bener dan sepatuku juga uda dilepas, ada selimut juga. Masa iya Jonatan yang benerin itu semua?" gumam Vanessa yang terlihat berpikir memikirkan semuanya.


Akhirnya karena pusing dan merasa tidak menemukan jawaban apapun, Vanessa pun memilih untuk segera mandi saja.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2