Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 20


__ADS_3

Tidak berapa lama Vanessa sudah menyelesaikan makannya. Jonatan pun masih menunggu dengan setia. Entah karena bertujuan ingin membahas pernikahan yang diinginkan Oma Rahayu atau memang Jonatan sebegitu care nya dengan Vanessa.


"Aduh kenyang." ucap Vanessa sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


"Jelas aja kenyang, makan segitu banyaknya." jawab Jonatan lirih tetapi Vanessa masih bisa mendengar.


Meskipun disindir seperti itu tidak membuat Vanessa sakit hati atau marah. Dia hanya mencebikkan mulutnya saja.


"Buruan mau ngomong apa, ngajak ketemuan disini." ucap Vanessa sambil memperhatikan Jonatan yang duduk di depannya.


Jonatan meletakkan ponselnya di atas meja setelah Vanessa sudah menyelesaikan makannya karena mereka akan fokus membahas tentang apa yang diinginkan oleh Oma Rahayu.


"Oma uda nanyain aku gimana konsep pernikahan kita." ucap Jonatan.


Vanessa menghela nafas pelan, karena sudah yakin bahwa saat ini pasti akan terjadi.


"Kamu gak coba cari alasan lagi biar kita bisa lebih lama gak bahas masalah pernikahan?" tanya Vanessa.


"Uda. Aku uda kasih semua alasan tapi Oma tetap ingin kita segera menikah." jawab Jonatan.


Vanessa terdiam sejenak, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Ya uda mau gimana lagi." ucap Vanessa akhirnya.


"Jadi kamu setuju?" tanya Jonatan, tetapi di dalam hatinya entah kenapa ada rasa lega ketika mendengar jawaban dari Vanessa.


"Tapi kan kamu janji kita cuma nikah kontrak." ucap Vanessa tanpa menjawab pertanyaan dari Jonatan.


"Kan kamu nya gak mau." jawab Jonatan mengingatkan Vanessa.

__ADS_1


"Ya dibuat seolah kamu selingkuh jadi nanti pasti Oma setuju kita pisah." ucap Vanessa dengan mengutarakan ide nya.


"Enak aja! Berarti aku donk yang terlihat jelek dimata keluarga. Gak bisa!" tolak Jonatan dengan tegas.


"Trus gimana lagi? Kan kamu juga gak mungkin suka sama aku yang gendut gini." tanya Vanessa dengan memperlihatkan postur tubuhnya yang memang lebih berisi daripada kebanyakan wanita diluar sana.


"Iya kan?" tanya Vanessa lagi karena Jonatan hanya diam saja.


"Uda gak usah bahas itu. Yang penting kita lakukan dulu aja perintah Oma." jawab Jonatan.


Akhirnya mau tidak mau Vanessa pun menyetujui rencana Jonatan. Dan kedepannya nanti akan bagaimana Vanessa sendiri juga tidak tahu.


"Ya uda kalau gitu kamu cari rekomendasi pernikahan seperti apa yang kamu inginkan." ucap Jonatan mengakhiri pembahasan mereka pada petang hari tersebut.


"Tapi kamu juga bantuin nanti." pinta Vanessa.


"Iya deh." ucap Vanessa.


"Ya uda ayo pulang. Kamu bawa mobil kan?" tanya Jonatan.


"Gak. Mobil ku dibengkel tadi diantar Papa." jawab Vanessa.


"Aku antar kamu pulang dulu kalau gitu." ucap Jonatan sambil bangkit dari duduknya dan akan pergi.


"Eh tunggu Jo!" panggil Vanessa dengan segera.


Jonatan pun mengurungkan niatnya untuk pergi melihat ke arah Vanessa yang memanggilnya.


"Apaan?" tanya Jonatan.

__ADS_1


"Bayarin juga ya hehehe." jawab Vanessa sambil menaikturunkan alisnya dan memasang wajah imutnya.


Jonatan tidak menjawab dia hanya menghela nafas pelan kemudian berlalu menuju kasir.


"Untung cantik, kalau gak ya malas!" batin Jonatan.


"Ehh mikir apaan sih aku." gumam Jonatan sambil menggelengkan kepalanya mencoba mengusir pikiran yang baru saja dia pikirkan.


Vanessa pun bangkit dan berjalan di belakang Jonatan yang sedang menuju kasir.


Beberapa saat kemudian Jonatan sudah selesai membayar tagihan yang dipesan oleh Vanessa. Dan saat ini keduanya berjalan menuju parkiran ke arah mobil Jonatan yang sedang terparkir disana.


"Makasih ya Jo." ucap Vanessa dengan tulus.


"Uda mau bayarin makan sama anter aku pulang." lanjutnya sambil tersenyum dengan manis.


Jonatan sempat terhipnotis dengan senyuman Vanessa, tetapi dengan segera Jonatan berpaling untuk tidak melihat Vanessa. Karena Jonatan takut jika jatuh cinta dengan Vanessa secepat itu, dimana yang Jonatan tahu bahwa Vanessa belum tentu menyukainya.


"Hmmm..." jawab Jonatan dengan deheman saja.


Kemudian Jonatan membuka pintu mobil dan mempersilahkan Vanessa masuk di kursi penumpang. Setelah itu Jonatan berjalan memutari mobil menuju kursi kemudinya.


Dan seperti janji Jonatan tadi bahwa dia akan mengantar Vanessa pulang lebih dulu. Dan memang itu adalah salah satu cara untuk membuat mereka bisa lebih dekat dan lebih mengenal satu sama lain.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2