Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 13


__ADS_3

Makanan yang mereka pesan pun datang. Dan dimeja tersebut tersaji beberapa menu yang memang menjadi andalan di kedai tersebut dan kebanyakan semua menu serba pedas.


Keduanya pun segera memakannya satu persatu dengan perlahan dan saling berbagi. Ketika sedang makan, mereka tidak ada rasa jaim sama sekali. Mereka seakan berteman dalam menikmati makanan tersebut.


Karena memang makanan tersebut pedas, sehingga membuat Vanessa berkeringat apalagi cuaca siang itu memang sedang terik. Dan entah disengaja atau tidak, tiba-tiba saja Jonatan mengambil tisu yang ada didepannya dan mengelap dahi Vanessa yang berkeringat.


Melihat apa yang dilakukan Jonatan membuat Vanessa terdiam sesaat dan melihat Jonatan. Jujur saja dia cukup terkejut. Sadar dengan apa yang dia lakukan, Jonatan pun segera meletakkan tisu di meja dan pura-pura kembali menikmati makanannya.


"Ada tisu di depan, kalau berkeringat ya di lap gak usah nunggu orang buat ngelap in." lirih Jonatan tetapi Vanessa masih bisa mendengarnya.


Vanessa hanya meliriknya dengan malas, karena Jonatan sudah kembali ke wujud aslinya.


"Siapa juga yang minta." jawab Vanessa cuek.


Akhirnya mereka berdua pun selesai menikmati makan siang mereka bersama. Dan saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil karena akan pulang ke rumah Oma Rahayu.


"Uuhh kenyang sekali." ucap Vanessa dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dan memejamkan mata tanda bahwa dia menikmati makan siangnya hari ini.


"Jangan sampai gak kenyang, kamu kan yanh habiskan semuanya." jawab Jonatan cuek sambil memakai sabuk pengaman.

__ADS_1


"Enak aja! Kamu juga kan." kesal Vanessa tidak mau kalah dia bahkan sampai membenarkan posisi duduknya dan menatap Jonatan dengan tajam.


Karena memang benar yang menghabiskan adalah mereka berdua tidak hanya Vanessa saja. Mendapat tatapan tajam dari Vanessa tidak membuat Jonatan takut, karena dia menganggap bahwa Vanessa hanya bercanda. Jonatan pun tidak menanggapinya.


Jonatan pun akan menyalakan mobilnya tetapi tiba-tiba saja ponsel Vanessa berdering. Ternyata Mamanya yang menghubungi.


"Iya Ma?" tanya Vanessa begitu dia menerima panggilan dari Mamanya.


"Kamu dimana Van?" tanya Ibu Mega dengan panik.


"Ini baru aja selesai makan, mau pulang ke rumah Oma." jawab Vanessa.


"Mama kenapa? Kog panik gitu?" tanya Vanessa karena mendengar suara Mamanya yang terlihat panik.


"Oma kenapa Ma?" tanya Vanessa sambil menatap Jonatan dengan tidak kalah paniknya juga.


Jonatan pun mengurungkan niatnya untuk menyalakan mobil, karena merasa ada sesuatu yang penting berhubungan dengan Oma nya. Jonatan pun juga tidak sabar menunggu jawaban dari Ibu Mega tentang Oma Rahayu.


"Kamu cepetan pulang aja sama Jonatan. Hati-hati di jalan ya." jawab Ibu Mega dan langsung menutup panggilan secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Vanessa.

__ADS_1


"Oma kenapa?" tanya Jonatan kepada Vanessa dengan khawatir.


"Gak tahu, Mama gak bilang. Kita disuruh cepetan pulang gitu aja." jawab Vanessa dengan bergetar dan takut jika terjadi apa-apa dengan Oma Rahayu.


Tanpa banyak kata Jonatan segera menyalakan mobilnya dan bersiap akan pulang ke rumah. Tetapi sebelum Jonatan benar-benar menjalankannya, Vanessa memegang tangan kiri Jonatan yang berada di atas kemudi.


"Hati-hati ya, Oma pasti baik-baik aja. Jangan tambah bikin Oma sedih nantinya." ucap Vanessa mencoba menguatkan Jonatan.


Karena Vanessa tahu bahwa Oma adalah segalanya bagi Jonatan. Bahkan Vanessa tahu bahwa Jonatan rela kehilangan semuanya asal tidak dengan Oma Rahayu.


Jonatan melihat tangannya yang dipegang oleh Vanessa. Dan dia merasa bersyukur karena ada orang yang berusaha menguatkannya meskipun Jonatan tidak membutuhkan itu karena yang dia butuhkan sekarang adalah segera melihat keadaan Oma Rahayu yang baik-baik saja.


Jonatan pun balik memegang tangan Vanessa yang berada di tangan kirinya dengan menggunakan tangan kanannya lalu menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum kepada Vanessa.


Vanessa pun cukup merasa lega, bahwa di keadaan yang darurat sekalipun Jonatan masih bisa menguasai diri dan emosinya.


...****************...


Muncul gak nih benih-benih cintanya 🤭

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2