Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 22


__ADS_3

Sore harinya, Jonatan benar-benar datang ke rumah Vanessa. Dan kebetulan sore itu kedua orang tua Vanessa sedang tidak ada dirumah karena sedang pergi menghadiri undangan rekan kerja Bapak David.


Jonatan dipersilahkan duduk oleh asisten rumah tangga Vanessa karena Vanessa masih berada di kamar karena dia baru saja mandi dan masih dandan.


Tidak berapa lama menunggu, Vanessa keluar dari kamarnya. Dia menuruni anak tangga dengan membawa laptop dan beberapa kertas yang berisi data-data tentang rekomendasi pernikahan yang akan mereka diskusikan.


Sore itu Vanessa memakai dress selutut berwarna merah sangat cocok dengan tubuh dan warna kulitnya. Jonatan sempat terpana begitu menatap Vanessa yang menuruni tangga. Meskipun tubuh Vanessa terlihat gendut tetapi tidak menutup diri bahwa Vanessa cukup cantik dan menarik.


Vanessa menghampiri Jonatan dan duduk di sebelahnya dan meletakkan laptop di meja di depan mereka duduk.


"Sorry lama." ucap Vanessa meminta maaf karena membuat Jonatan menunggu.


"Hmmm..." jawab Jonatan dengan berdehem.


Vanessa hanya mencebikkan mulutnya sambil menatap Jonatan karena mendengar jawaban Jonatan atas permintaan maaf nya tersebut. Tetapi sedetik kemudian Vanessa tidak mempedulikan hal itu, dia kemudian fokus dengan apa yang akan mereka bahas.


Vanessa pun mulai menunjukkan apa saja yang dia inginkan untuk pernikahannya nanti. Vanessa menjelaskan dengan detail dari hal terkecil sampai terpentingnya.

__ADS_1


Awalnya Jonatan memperhatikan dengan seksama tetapi lama kelamaan fokus Jonatan terpecah karena jarak mereka duduk sangat dekat. Jonatan bisa mencium bau harum dari perpaduan wangi sabun dan parfum yang dipakai Vanessa. Apalagi ketika Jonatan memperhatikan Vanessa dari samping tempat dia duduk, ternyata Vanessa semakin lebih cantik.


"Gimana menurut kamu?" tanya Vanessa tiba-tiba sambil menoleh melihat Jonatan yang ada disampingnya.


"Cantik." jawab Jonatan dengan reflek.


Tetapi sedetik kemudian dia tersadar bahwa maksud dari apa yang dia ucapkan adalah tentang Vanessa yang cantik sore ini.


"Emm... Maksudnya..." ucap Jonatan ingin meralat jawaban dari nya tetapi segera dipotong oleh Vanessa.


"Iya kan bener cantik, sama aku juga mikirnya gitu karena ini gaun nya cantik banget makanya aku pilih ini." ucap Vanessa dengan antusias karena dia sedang bertanya untuk meminta pendapat dari Jonatan tentang model gaun untuk pernikahan mereka nantinya. Malahan Vanessa tidak berpikir bahwa itu bukan maksud dari jawaban Jonatan.


"Huh! Untung saja dia mikirnya ke situ." batin Jonatan dengan lega.


"Ya uda kalau gitu besok kita tunjukin dulu ke Oma tentang ini semua." ucap Vanessa.


"Gak perlu. Kita langsung cari WO dan lainnya aja." jawab Jonatan.

__ADS_1


"Lho kenapa? Kan katanya Oma suruh kita cari konsep pernikahannya? Memangnya Oma gak perlu tahu tentang ini?" tanya Vanessa bingung.


Padahal dari semalam Vanessa sudah begadang untuk mencari itu semua karena dia berpikir bahwa akan ditunjukkan kepada Oma Rahayu tetapi ternyata tidak.


"Oma mau nya tahu beres aja, dia gak mau diribetin. Oma tinggal keluarin duit aja." jawab Jonatan.


"Kamu yakin?" tanya Vanessa yang ragu dengan jawaban Jonatan.


"Kamu meragukan aku?" tanya Jonatan balik dengan kesal karena hanya seorang Vanessa yang berani meragukan perkataannya.


"Gak gitu sih." elak Vanessa.


"Ya uda kalau gitu kalau besok siang kita mulai selesaikan satu persatu gimana?" tanya Vanessa.


Jonatan terlihat berpikir sebentar, tetapi kemudian dia mengiyakan ajakan Vanessa.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2