
Seperti janjinya kepada Vanessa, Jonatan cukup bisa mengendalikan diri dan emosinya ketika mengendarai mobil di jalan raya. Dan beruntungnya keadaan jalanan pada siang itu tidak begitu padat apalagi jarak rumah Oma Rahayu dengan kedai tidak terlalu jauh sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka sampai di rumah Oma Rahayu.
Begitu sampai Jonatan segera memarkirkan mobilnya dan segera keluar dari mobil lalu masuk ke dalam rumah. Begitupun dengan Vanessa. Tetapi ketika Vanessa berpapasan dengan asisten rumah tangga di rumah tersebut tidak lupa Vanessa meminta tolong untuk menurunkan belanjaan yang baru saja mereka beli.
"Mbak, minta tolong belanjaan di bagasi di keluarkan ya." ucap Vanessa kepada asisten rumah tangga Oma Rahayu.
Vanessa cukup dikenali oleh semua yang bekerja di rumah Oma Rahayu, karena memang mereka mengenal Vanessa.
"Baik Non." jawabnya kemudian segere melakukan apa yang dikatakan oleh Vanessa.
Vanessa pun segera menyusul Jonatan menuju kamar Oma Rahayu. Jonatan dan Vanessa pun masuk bersamaan ke kamar tersebut. Di sana sudah ada kedua orang tua Vanessa, dokter Bagus dan juga Oma Rahayu sendiri yang sedang berpura-pura sakit dan berbaring di ranjang.
Sebelum kedatangan Jonatan dan Vanessa, semuanya sudah merencanakan apa yang akan dilakukan masing-masing. Tetapi ketika mendengar suara mobil Jonatan datang dan melihat dari balik jendela kamar Oma Rahayu mereka pun segera bersiap untuk memulai akting mereka.
Begitu masuk dan melihat dokter Bagus ada disana membuat Jonatan awalnya percaya bahwa Oma Rahayu sedang tidak baik-baik saja. Karena Jonatan begitu percaya dengan dokter Bagus yang tidak lain adalah dokter keluarga mereka.
"Oma... Oma kenapa?" tanya Jonatan dan Vanessa bersama karena merasa khawatir dengan keadaan Oma Rahayu.
Jonatan pun segera duduk di sebelah Oma Rahayu dan semuanya pun memberi celah Jonatan untuk mendekat. Sedangkan Vanessa berdiri di samping Jonatan.
"Om, Oma kenapa?" tanya Jonatan kepada dokter Bagus karena Oma Rahayu hanya terdiam saja sambil memejamkan mata.
Dokter Bagus menatap Jonatan dengan seksama kemudian menghela nafas pelan sebelum menjawab pertanyaan dari Jonatan. Jujur saja sebenarnya dokter Bagus tidak mau melakukan ini semua karena sama saja dia melanggar kode etik di kedokteran. Tetapi demi keluarga dokter Bagus mau melakukan asalkan tidak berlebihan.
"Oma sedang tidak baik-baik saja dan kamu harus selalu membuatnya bahagia jangan sampai membuat sedih." ucap dokter Bagus ambigu.
Jonatan pun mengerutkan keningnya merasa bingung dengan penjelasan Om nya tersebut.
"Maksudnya Om?" tanya Jonatan tidak mengerti.
__ADS_1
"Kamu harus menuruti apa saja kemauan beliau supaya selalu bahagia." jawab dokter Bagus.
Dan akhirnya Jonatan pun cukup tahu apa yang dikatakan oleh dokter Bagus. Apalagi Jonatan tidak sengaja melihat Oma nya membuka mata sedikit karena berpura-pura tidur. Tetapi Vanessa tidak mengetahuinya yang dia tahu bahwa Oma Rahayu memang sedang tidak baik-baik saja. Tentu saja Oma Rahayu tidak tahu jika Jonatan sudah mengetahuinya.
"Ow brarti ini semua hanya rekayasa. Oke, aku ikuti permainan kalian." batin Jonatan dengan senyum smirk dalam hatinya.
"Trus apa itu Om salah satu kemauan Oma?" tanya Jonatan dengan sengaja mengeraskan suaranya sengaja untuk memancing agar Oma Rahayu yang berbicara sendiri.
Dan benar saja Oma Rahayu berpura-pura terbangun dan membuka mata perlahan.
Jonatan pun terlihat khawatir melihatnya begitupun dengan Vanessa. Tetapi Jonatan hanya berpura-pura khawatir untuk mengetahui apa yang direncanakan mereka semua.
"Oma sudah sadar? Apa yang sakit Oma? Oma mau minum?" tanya Vanessa perhatian.
mendengar itu Oma Rahayu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Sedangkan Jonatan hanya diam saja. Dia menunggu dokter Bagus mengecek Oma Rahayu karena sudah sadar tetapi dokter Bagus tidak melakukan itu dia masih tetap terdiam. Dan hal itulah yang semakin membuat Jonatan yakin bahwa Oma nya baik- baik saja dan ini semua hanya rekayasa.
"Iya Oma." jawab Jonatan sambil mendekat di samping Oma Rahayu.
"Kamu ingin melihat Oma selalu bahagia kan?" tanya Oma Rahayu sambil menggenggam tangan Jonatan dan dengan suara yang benar-benar dibuat seperti orang sakit. Bahkan orang yang tidak tahu akan menyimpulkan bahwa Oma Rahayu benar-benar sedang sakit.
"Tentu saja Oma." jawab Jonatan dengan yakin.
"Kalau begitu segeralah menikah dengan Vanessa. Karena usia Oma tidak tahu akan sampai kapan." ucap Oma Rahayu dengan dibuat mendramatisir.
"Ow jadi ini rencana mereka?" batin Jonatan.
"Oma jangan ngomong seperti itu." rengek Vanessa tidak suka bahkan dia hampir menangis matanya pun sudah berkaca-kaca.
"Baik Oma aku akan turuti keinginan Oma itu." jawab Jonatan dengan tegas.
__ADS_1
Tentu saja jawaban Jonatan tersebut membuat semua orang yang ada di kamar itu terkejut karena tidak menyangka Jonatan akan dengan mudah menyetujui permintaan Oma Rahayu. Begitupun dengan Vanessa, dia sampai menatap Jonatan dengan tajam yang berada di sebelahnya. Karena beberapa waktu yang lalu mereka sudah sepakat untuk menolak perjodohan tetapi kenapa sekarang dengan mudahnya Jonatan malah memyetujuinya.
"Kan kita sepakat buat menolak perjodohan." bisik Vanessa di telinga Jonatan.
"Kamu tenang aja, nanti aku jelasin." bisik Jonatan juga kepada Vanessa.
Vanessa pun bingung dengan jawaban Jonatan, dan dia semakin tidak mengerti dengan situasi yang ada. Vanessa pun hanya diam menunggu penjelasan dari Jonatan nanti.
"Bener kamu setuju Jo?" tanya Oma Rahayu memastikan apa yang didengarnya.
"Iya Oma, Jonatan setuju apa maunya Oma." jawab Jonatan dengan tegas.
"Tapi Vanessa gak setuju." ucap Oma Rahayu yang kembali berakting sedih.
Jonatan pun meremas tangan Vanessa yang ada disampingnya sebagai tanda bahwa Vanessa juga harus menyetujuinya. Dan Vanessa pun mengerti kode yang diberikan oleh Jonatan.
"I-iya Oma, Vanessa setuju." jawab Vanessa dengan ragu.
Oma Rahayu pun merasa sangat bahagia karena tidak sia-sia aktingnya untuk membujuk Jonatan dan Vanessa.
"Dokter beri saya vitamin, karena saya ingin sehat terus dan melihat cucu saya menikah." ucap Oma Rahayu kepada dokter Bagus.
Hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah Kakaknya tersebut.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1