Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 19


__ADS_3

Pulang bekerja Jonatan sudah menunggu Vanessa di restoran tempat biasa mereka bertemu. Untung saja sebelum berangkat ke restoran Jonatan kembali menghubungi Vanessa lewat pesan untuk mengingatkan Vanessa janji temu dengannya di restoran. Karena jika tidak Vanessa akan melupakan itu.


Vanessa membuka ponselnya ketika hampir saja pulang padahal Jonatan sudah mengirim pesan 1 jam sebelumnya tetapi memang Vanessa tidak mengetahuinya. Meskipun tempat kerjanya dekat dengan restoran tapi tetap saja membutuhkan waktu untuk pergi ke sana.


"Astaga! Si Jo kirim pesan dari tadi?" gumam Vanessa begitu membaca pesan Jonatan di ponselnya.


"Pasti uda disana nih orang." lanjutnya.


Vanessa pun segera membereskan pekerjaannya. Padahal sebenarnya Vanessa berniat akan pulang terlambat karena ingin menyelesaikan pekerjaannya untuk besok tetapi karena Jonatan sudah menunggu terpaksa Vanessa mengurungkan niatnya.


Setelah berpamitan kepada teman-temannya Vanessa segera menuju restoran. Dan benar saja Jonatan sudah terlihat menunggu disana dengan gelas dimeja yang hampir habis. Itu tandanya Jonatan memang sudah menunggunya lama.


Melihat kedatangan Vanessa membuat Jonatan menatapnya tajam. Karena bisa-bisanya dia disuruh menunggu hampir 1 jam sendirian di restoran.


"Sebenarnya kamu niat gak sih buat ketemu?" tanya Jonatan dengan kesal ketika Vanessa sudah hampir tiba di dekatnya.


"Sorry-sorry, aku gak tahu kalau kamu kirim pesan. Mau pulang baru aku baca." jawab Vanessa dengan mengatupan kedua telapak tangannya tanda dia meminta maaf kemudian segera duduk di depan Jonatan yang terlihat masih marah kepadanya.


Jonatan hanya bisa menghela nafas panjang karena percuma saja mendebat Vanessa.

__ADS_1


"Gini, jadi aku mau ngomong..." belum selesai Jonatan berbicara Vanessa sudah memotongnya.


"Eh tunggu-tunggu!" seru Vanessa tiba-tiba.


"Kenapa?" tanya Jonatan sedikit panik, karena takut jika Vanessa kenapa-kenapa.


"Boleh pesen makan dulu gak? Laper... Hehe." jawab Vanessa dengan tersenyum memamerkan dereran giginya yang terawat dengan baik.


Jonatan kembali menghela nafas panjang, dia harus terbiasa menghadapi Vanessa ke depannya. Karena bagaimanapun Oma Rahayu pasti akan menyuruhnya untuk selalu berada di samping Vanessa 24 jam.


Jonatan menjawabnya hanya dengan anggukan kepala yang terlihat malas. Tetapi Vanessa menanggapinya dengan antusias. Bagaikan seorang anak kecil yang dijanjikan mainan oleh orang tuanya.


Vanessa segera memanggil pelayan kemudian memesan beberapa menu makanan dan minuman.


"Mau?" Vanessa menawari Jonatan.


"Uda kenyang cuma lihat kamu makan." jawab Jonatan dengan maksud menolak tawaran Vanessa.


"Ya uda kalau gak mau." ucap Vanessa cuek sambil kembali memakan makanan yang dipesannya.

__ADS_1


"Oh ya, tadi kamu mau ngomong apa?" tanya Vanessa dengan mulut penuh makanan sambil mengunyah.


"Di telan dulu baru ngomong. Gak baik makan sambil ngomong apalagi kamu cewek." bukannya menjawab pertanyaan Vanessa, Jonatan justru menasehatinya.


Kemudian mengambil tisu di depannya dan mengelap makanan yang ada disudut bibir Vanessa.


"Makan kog belepotan." ucap Jonatan sambil mengelap mulut Vanessa dengan tisu.


Sedetik kemudian Jonatan menyadari sikapnya tersebut karena Vanessa hanya diam saja. Kemudian keduanya pun saling salah tingkah.


"Biar aku sendiri." ucap Vanessa dengan mengambil tisu yang semula dipakai Jonatan untuk mengelap mulutnya sambil merasakan detak jantungnya yang tidak beraturan.


"Aduuhh, aku sakit jantung apa ya? Kog tiba-tiba jadi deg-degan gak aturan begini." batin Vanessa sambil mengelap mulutnya dengan tisu.


Sedangkan Jonatan juga terlihat salah tingkah. Dia pura-pura sibuk dengan ponselnya untuk menghindari perasaan yang juga tidak menentu tersebut.


...****************...


Cieeee.... Pada mulai salah tingkah semua nih ye 🥰

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2