
Waktu terus berlalu, akhirnya serangkaian acara sudah mereka lewati bersama dan tamu undangan sudah meninggalkan tempat acara. Hanya tinggal beberapa dari keluarga inti dan juga orang-orang yang bertanggung jawab mengurus pernikahan Jonatan dan Vanessa.
Oma Rahayu sudah menyiapkan dan memesankan kamar di sebuah hotel mewah untuk pasangan pengantin berbulan madu beberapa hari ke depan. Oma Rahayu dan kedua orang tua Vanessa menghampiri Jonatan dan Vanessa yang masih berada di pelaminan. Para orang tua akan berpamitan untuk pulang ke rumah karena mereka sudah merasa capek setelah hampir seharian di acara tersebut.
"Jo, Oma pulang dulu ya. Jangan lupa Oma sudah siapkan kamar hotel untuk kalian." ucap Oma Rahayu kepada Jonatan.
"Iya Oma, hati-hati." jawab Jonatan.
Begitupun dengan Vanessa, dia juga berpamitan kepada kedua orang tua nya dan juga Oma Rahayu. Dan saat ini hanya tinggallah mereka berdua yang akan menuju hotel dengan diantar oleh sopir Oma Rahayu. Oma Rahayu sengaja menyediakan sopir untuk mereka karena ingin memastikan bahwa Jonatan dan Vanessa benar-benar akan tinggal bersama di hotel yang sudah disediakan oleh Oma Rahayu. Bisa dikatakan bahwa sopir tersebut adalah mata-mata Oma Rahayu.
Memang benar Jonatan dan Vanessa diantar menuju hotel yang sudah dipesankan untuk mereka bahkan sopir tersebut yang mengantar membawakan koper keduanya menuju kamar yang dimaksud. Setelah mengantar sopir tersebut pun turun ke lobi dan tidak lupa dia memberikan laporan terlebih dahulu kepada Oma Rahayu.
"Gimana Pak?" tanya Oma Rahayu begitu sopir tersebut menghubunginya melalui telepon.
"Beres Nyonya. Tuan muda dan Nona sudah berada di tempat yang tepat." jawab sang sopir.
__ADS_1
Dan Oma Rahayu pun mengerti dengan jawaban sopirnya. Tanpa sepengetahuan sang sopir Oma Rahayu pun tersenyum senang. Karena jika Oma Rahayu sendiri tidak ikut bertindak maka Jonatan dan Vanessa akan bertindak sesuka hati mereka.
"Oke kerja bagus. Sekarang kamu boleh pulang." ucap Oma Rahayu kemudian menutup panggilan setelah sang sopir mengucapkan terima kasih kepadanya.
Sedangkan di kamar hotel, ternyata Jonatan sudah mengetahui semua rencana Oma Rahayu yang sudah dengan sengaja memesankan kamar hotel untuknya dan Vanessa. Karena tanpa sepengetahuan Oma Rahayu, Jonatan sudah menyuruh Alex untuk connecting room kamar hotelnya sehingga Jonatan dan Vanessa bisa tidur terpisah.
"Kog kamu tahu kalau Oma memesankan kamar untuk kita?" tanya Vanessa ketika mereka sudah masuk ke dalam kamar dan menuju connecting door.
"Tahu lah." jawab Jonatan singkat.
Vanessa segera melepas gaunnya dan membersihkan diri karena sudah merasa gerah setelah berjam-jam memakai gaun tersebut. Selesai membersihkan diri Vanessa segera merebahkan dirinya ke ranjang yang terasa bagai surga untuknya.
"Ahh nikmat sekali!" seru Vanessa dengan merentangkan kedua tangannya sambil menutup mata untuk merasakan punggungnya yang bersentuhan dengan ranjang.
Tanpa menunggu waktu lama, Vanessa pun segera saja memejamkan kedua matanya yang sudah terasa berat karena capek dan mengantuk. Bagaimana tidak capek dan mengantuk, sejak pagi dia sudah bangun kemudian dirias berjam-jam setelah itu berdiri di pelaminan berjam-jam juga.
__ADS_1
Sedangkan di kamar sebelah, setelah membersihkan diri Jonatan belum juga bisa memejamkan matanya. Dia juga merasakan capek dan mengantuk tetapi dia masih juga belum bisa beristirahat padahal sejak tadi dia sudah berbaring di atas ranjangnya.
"Kan dari tadi Vanessa belum makan, uda pesan makan belum dia ya?" gumam Jonatan yang ternyata memikirkan Vanessa yang belum makan sepanjang acara pernikahan mereka.
Kemudian Jonatan segera bangkit dan menuju telepon yang berada di nakas dekat ranjangnya. Jonatan berniat menelpon ke kamar yang ditempati oleh Vanessa. Meskipun kamar mereka hanya terpisah oleh pintu saja tetapi Vanessa susah sekali dibangunkan. Terbukti dari Jonatan yang sejak tadi mengetuknya tidak juga dibuka oleh Vanessa.
"Secapek itu apa, kog sampai gak denger orang ketuk pintu! Itu aja belum diapa-apain, coba kalau uda diapa-apain bakal berjam-jam tidurnya." kesal Jonatan sambil mencoba menghubungi telepon kamar Vanessa tetapi tidak juga diangkat olehnya.
"Eh emang mau aku apain." gumam Jonatan sendiri dengan terkekeh karena merasa lucu dengan pemikirannya sendiri.
Akhirnya karena tidak juga berhasil membangunkan Vanessa, Jonatan pun memilih untuk kembali berbaring dan memejamkan matanya untuk beristirahat.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏