Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 15


__ADS_3

Makan malam pun berjalan dengan lancar. Semuanya menikmati makanan dengan bahagia terlebih Oma Rahayu karena rencananya berjalan dengan lancar karena Jonatan dan Vanessa menyetujui perjodohan mereka.


"Trus kapan kalian akan menyiapkan semua keperluan untuk pernikahan kalian?" tanya Oma Rahayu di tengah-tengah acara makan malam mereka.


"Oma tenang aja, gak usah mikirin biar ini semua aku sama Vanessa yang atur. Nanti Oma drop lagi." jawab Jonatan meyakinkan.


"Tapi Oma pengen ikut membantu...." ucap Oma Rahayu tetapi belum selesai berbicara Ibu Mega sudah memotongnya lebih dulu.


"Bener kata Jonatan Ma, Mama gak usah ikut campur biar mereka yang urus semuanya apa mau mereka. Yang penting Mama jaga kesehatan aja." ucap Ibu Mega dan ketika Oma Rahayu menatapnya Ibu Mega pun mengedipkan sebelah matanya sebagai kode bahwa Oma Rahayu harus menurutinya.


"Iya deh." jawab Oma Rahayu pasrah.


Selesai makan Ibu Mega dan Bapak David serta Vanessa mengantarkan Oma Rahayu ke kamarnya sedangkan Jonatan memilih menuju ke teras belakang untuk menyendiri.


"Papa sama Mama bahagia ya disana. Oma beneran mewujudkan perkataannya dulu yaitu menjodohkan aku dengan Vanessa. Mama sama Papa restui aku ya, entah apa yang akan terjadi ke depannya nanti." gumam Jonatan sambil menatap langit yang saat itu begitu terang.


Vanessa yang baru saja mengantar ke kamar Oma Rahayu segera turun lagi ke bawah karena akan mengambil ponsel di dalam tas. Tetapi ketika melewati ruang keluarga Vanessa melihat Jonatan sedang sendirian di luar. Vanessa pun berinisiatif membuatkan susu coklat hangat untuk Jonatan karena Vanessa yakin Jonatan pasti sedang sedih karena merindukan sosok kedua orang tuanya.


Selesai membuat susu coklat hangat Vanessa pun segera menghampiri Jonatan dan duduk di sampingnya.


"Kata orang kalau lagi sedih paling cocok itu minum susu coklat hangat." ucap Vanessa sambil memberikan gelas susu untuk Jonatan.


"Thanks." jawab Jonatan sambil menerimanya dan meminumnya sedikit kemudian kembali menatap lurus ke depan dimana disana ada pohon-pohonan yang berjejer rapi.

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar, setelah kepergian Vanessa, Oma Rahayu, Ibu Mega dan Bapak David pun terlihat sedang membicarakan sesuatu.


"Bener kan kata Mama, rencana Mama pasti berhasil." ucap Oma Rahayu dengan bangga.


"Tapi Mama yakin mereka akan menerimanya dengan lapang dada?" tanya Ibu Mega kurang yakin.


"Kamu gak lihat tadi mereka bilang sendiri kalau akan urus semuanya berdua saja? Itu artinya mereka sendiri yang akan menentukan pernikahan mereka." jawab Oma Rahayu memastikan.


"Iya sih." ucap Ibu Mega.


"Uda, yang penting mereka sudah setuju. Nanti juga cinta akan tumbuh dengan seiring berjalannya waktu mereka bersama kan." jawab Oma Rahayu.


"Ya uda kalau gitu kita pulang dulu Ma." pamit Bapak David.


Ibu Mega dan Bapak David pun saling pandang lalu mereka pun menyetujuinya.


Oma Rahayu sengaja mengantarkan Ibu Mega dan Bapak David ke depan sampai mobil mereka pun tidak terlihat lagi. Setelah itu Oma Rahayu masuk ke dalam tetapi ketika melewati ruang keluarga, Oma Rahayu melihat Jonatan dan Vanessa sedang duduk berdua disana. Oma Rahayu pun dengan rasa ingin tahunya mengintip apa yang mereka bicarakan.


"Ow ya, aku mau tanya deh. Kenapa tadi tiba-tiba kamu menyetujui perjodohan itu? Kan kita uda sepakat kalau kita bakal menolaknya bareng-bareng." tanya Vanessa ingin tahu karena waktu Vanessa ingin bertanya Jonatan melarangnya.


"Iya sorry aku gak nepatin janjiku." jawab Jonatan.


"Kamu tahu gak?"

__ADS_1


"Gak." jawab Vanessa dengan polos.


"Tar dulu belum selesai ngomong." kesal Jonatan, karena bisa-bisanya Vanessa bercanda seperti itu.


"Sebenarnya Oma tadi hanya akting. Bahkan orang tua kamu dan dokter Bagus pun akting juga." ucap Jonatan.


Vanessa pun menatap ke arahnya dengan mengerutkan kening karena bingung dengan apa yang dikatakan oleh Jonatan.


"Maksud kamu Oma pura-pura sakit gitu?" tanya Vanessa memastikan.


Jonatan pun menganggukkan kepalanya.


"Trus orang tua ku juga dokter Bagus tahu?" tanya Vanessa lagi.


Jonatan pun kembali menganggukkan kepalanya.


Sedangkan dibalik pintu Oma Rahayu menutup mulutnya dengan kedua tangan karena merasa kaget ternyata Jonatan mengetahui jika dirinya hanya berpura-pura.


...****************...


Penasaran kan gimana kelanjutnya? Ikuti terus ya dan jangan lupa dukungannya 😍


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2