Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 11


__ADS_3

Saat ini Vanessa dan Jonatan sudah berada di supermarket. Vanessa berjalan di depan Jonatan sambil membawa catatan apa saja yang harus dia dan Jonatan beli. Sedangkan Jonatan berada di belakangnya sambil mendorong troli belanjaan dan mengikuti Vanessa perlahan dibelakangnya.


"Ngapain juga sih kita yang disuruh belanja. Kan ada Mbak." gerutu Vanessa sambil menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat barang-barang yang mungkin ada di catatan untuk dia beli.


"Uda gak usah banyak ngomel. Buruan selesain habis itu kita bisa pulang kan." jawab Jonatan yang juga ikut menoleh membantu Vanessa.


Mereka berbelanja cukup lama karena selain hampir tidak pernah berbelanja sendiri mereka juga tidak tahu rak penyimpanan barang-barang yang harus mereka beli.


Sebenarnya Vanessa sudah sering ikut Mamanya berbelanja tetapi dia hanya ikut saja tidak pernah memperhatikan apa yang Mamanya lakukan sehingga itu tidak menjadikannya pengalaman berbelanja.


"Bukannya kita uda ke rak yang ini 6x?" tanya Jonatan yang memang dia ingat.


"Aduh aku nyerah deh! Gak tahu ini dimana." rengek Vanessa seperti anak kecil yang kehilangan permen, bahkan dia sampai duduk berjongkok di samping Jonatan.


"Mana catatannya, kamu tunggu disana aja." suruh Jonatan sambil mengambil catatan di tangan Vanessa dan memang masih banyak yang harus mereka beli.


Tanpa menunggu jawaban dari Vanessa, Jonatan segera mencari apa saja yang belum mereka ambil yang sesuai dengan catatan belanja mereka. Vanessa hanya diam memperhatikan apa yang dilakukan Jonatan. Sebagai seorang perempuan sebenarnya Vanessa merasa cukup malu dengan Jonatan karena berhasil membuktikan bahwa cowok juga bisa berbelanja.


Setelah semuanya sudah sesuai dengan catatan, Jonatan segera menghampiri Vanessa kemudian memberikan botol air mineral yang tadi dia ambil di supermarket. Karena melihat Vanessa yang sedari tadi terlihat kelelahan.


"Makasih." ucap Vanessa begitu menerima air mineral dan segera membuka dan meminumnya.


"Hmmm..." Jonatan hanya menjawabnya dengan deheman kemudian duduk di samping Vanessa dan meminum minumanya juga.


"Udah?" tanya Jonatan.

__ADS_1


Vanessa hanya mengangguk.


"Ya udah ayo ke kasir." ucap Jonatan sambil berdiri dan mendorong kembali troli belanjaan menuju kasir dengan diikuti Vanessa dibelakangnya.


Begitu sampai di kasir Jonatan segera membayar seluruh belanjannya tersebut. Setelah itu mereka segera menuju basement untuk segera pulang ke rumah.


...----------------...


Sedangkan di kediaman Oma Rahayu, disana sudah ada Ibu Mega dan Bapak David. Keduanya segera meluncur ke rumah Oma Rahayu setelah kepergian Vanessa dan Jonatan ke supermarket. Karena mereka akan menjalankan rencana mereka saat ini.


"Mama yakin rencana kita akan berhasil?" tanya Ibu Mega.


"Kalian percaya aja sama Mama, pasti kali ini Vanessa dan Jonatan tidak akan menolak mereka menikah." jawab Oma Rahayu dengan yakin.


Mereka saat ini sedang menyiapkan semua yang diperlukan untuk menjalankan rencana mereka. Tiba-tiba saja seorang dokter keluarga datang dengan diantar oleh asisten rumah tangga.


Dokter Bagus dulu ketika pertama kali bertemu dengan Oma Rahayu dia sedang berjualan koran di pinggir jalan. Dan kebetulan Oma Rahayu lewat dan membelinya. Ketika sedang membeli Oma Rahayu menginterogasi Bagus kenapa dia yang waktu itu masih kecil bisa berjualan koran. Dan saat itu usia Oma Rahayu masih remaja.


Ternyata ketika mereka banyak mengobrol, Bagus adalah seorang yatim piatu tetapi memiliki cita-cita tinggi menjadi seorang dokter yang memiliki tugas mulia meyelamatkan nyawa orang sakit. Karena ternyata kedua orang tua Bagus meninggal karena sakit keras dan tidak bisa tertolong karena memang sakit yang sudah terlalu parah.


Oma Rahayu pun merasa tergerak hatinya, dia mulai menyelidiki keberadaan Bagus karena takut jika Bagus hanya menjual cerita agar dikasihani orang. Tetapi ternyata Bagus anak yang jujur, bahkan ketika di cek disekolahannya Bagus adalah anak yang paling pintar dia selalu menjadi juara sekolah. Maka dari itu Oma Rahayu membiayai semua sekolah Bagus bahkan sampai mewujudkan cita-cita Bagus menjadi seorang dokter seperti sekarang ini.


"Mbak gak sakit, Mbak sehat-sehat aja." jawab Oma Rahayu.


Dan jawaban tersebut tentu saja membuat dokter Bagus merasa bingung. Karena dia adalah seorang dokter dan dihubungi tentu saja pasti ada yang sakit. Tetapi ini katanya tidak ada yang sakit.

__ADS_1


"Gak usah bingung gitu." ucap Oma Rahayu yang seakan tahu kebingungan dokter Bagus.


"Trus maksud Mbak apa?" tanya dokter Bagus.


"Jadi ceritanya, aku mau kamu meyakinkan Jonatan dan Vanessa bahwa aku sedang tidak baik-baik saja dan bisa sewaktu-waktu meninggal dan aku ingin melihat mereka menikah sebelum aku meninggal." jawab Oma Rahayu menjelaskan apa rencana yang sudah beliau susun hanya untuk membuat Jonatan dan Vanessa menyetujui perjodohan mereka.


"Gak Mbak, aku gak bisa. Aku gak mau bantu yang seperti itu. Itu sama saja aku mendoakan Mbak sakit." ucap dokter Bagus dengan tegas menolaknya.


"Jadi kamu gak mau?" tanya Oma Rahayu memastikan.


"Iya aku gak mau." jawab dokter Bagus dengan yakin.


"Kalau kamu gak mau itu sama aja kamu pengen lihat Mbak sekarat dan mati." ucap Oma Rahayu ambigu.


"Maksud Mbak?" tanya dokter Bagus yang lagi-lagi dibuat bingung dengan pemikiran Kakak angkatnya tersebut.


"Karena Mbak akan selalu sehat dan bahagia jika melihat mereka menikah. Dan Mbak akan merasa lega jika sudah berhasil membuat mereka menikah." jawab Oma Rahayu.


Akhirnya dengan sedikit terpaksa dokter Bagus membantu Kakak angkatnya tersebut untuk bisa bersandiwara di depan Jonatan dan Vanessa agar keduanya setuju dan mau untuk menikah.


...****************...


Ahh si Oma, isa ae 🤭😅


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2