Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 25


__ADS_3

Jonatan menunggu dengan gelisah ketika Vanessa dengan seorang desainer membantu mencoba gaun pengantinnya. Karena memang Jonatan tidak suka jika wanitanya memakai pakaian yang terbuka apalagi di depan umum.


Memang Jonatan belum mengakui bahwa dia menyukai atau bahkan mencintai Vanessa, tetapi bagaimanapun Vanessa akan menjadi calon istrinya sehingga Jonatan harus bisa menjaganya dari sekarang.


Akhirnya Vanessa keluar juga dari sebuah kamar ganti bersama dengan desainer tadi, Vanessa berjalan perlahan menghampiri Jonatan yang masih berdiri mematung dibuatnya. Tentu saja Jonatan terpesona karena Vanessa terlihat begitu sangat cantik dan belahan dada yang semula dia komplain kan itu ternyata memang tidak begitu rendah seperti yang dikatakan oleh sang desainer. Dan gaun nya terlihat begitu sangat pas dipakai oleh Vanessa.


"Cantik." gumam Jonatan yang masih terus memperhatikan Vanessa.


Tetapi Vanessa tidak mendengar gumaman dari Jonatan karena dia masih sibuk dengan gaun nya yang masih ada sedikit yang perlu dirubah.


"Gimana Pak, apakah sudah sesuai? Di bagian dadanya juga tidak terlalu rendah." tanya sang desainer sambil menjelaskan bagian yang sebelumnya diragukan oleh Jonatan.


Belum Jonatan menjawab, tiba-tiba saja Oma Rahayu dan kedua orang tua Vanessa masuk dan melihat Vanessa yang sudah mencoba gaun nya.


"Wah kamu cantik sekali Sayang!" seru Oma Rahayu senang dan menghampiri Vanessa untuk melihat lebih jelasnya.


Oma Rahayu dan kedua orang tua Vanessa memuji kecantikan Vanessa ketika mencoba gaun pengantinnya.


"Sekarang aja kamu sudah cantik sekali padahal belum dandan, apalagi besok kamu sudah dandan pasti tambah cantik." puji Oma Rahayu kepada Vanessa.


"Terima kasih Oma." jawab Vanessa dengan senang.


"Tapi tadi Jo protes Oma, katanya dibagian ini terlalu rendah padahal gak kan Oma?" tanya Vanessa sambil mengadu kepada Oma Rahayu.


Seketika semua orang yang berada di tempat itu melihat ke arah Jonatan. Dan Jonatan yang diperhatikan pun menjadi salah tingkah dan hanya tersenyum canggung. Tetapi Oma Rahayu bisa membaca kecanggungan Jonatan, dan Oma Rahayu pun tidak ingin membuat cucu kesayangan satu-satunya itu semakin malu.


"Itu artinya Jo gak mau miliknya diperlihatkan untuk umum Van." ucap Oma Rahayu menjelaskan.


Tetapi Vanessa menangkap perkataan Oma Rahayu sebagai kalimat yang ambigu. Sehingga dengan reflek dia memegang kedua benda asetnya yang masih terbungkus gaun. Dan hal itu membuat Oma Rahayu terkekeh karena kepolosan Vanessa begitupun beberapa orang yang ada di tempat itu.

__ADS_1


"Bukan yang itu maksud Oma." ucap Oma Rahayu sambil menunjuk bagian yang ditutupi oleh Vanessa.


"Tapi ya kamu itu, kan sebentar lagi kamu jadi miliknya Jo jelas saja Jo bakal jagain kamu dari orang-orang kan." lanjut Oma Rahayu menjelaskan.


Vanessa pun mengangguk paham karena sudah mengerti maksud dari Oma Rahayu. Sedangkan Jonatan hanya diam saja di tempat dia berdiri.


"Kalau yang itu beda lagi, itu memang khusus buat Jo." bisik Oma Rahayu tetapi masih bisa didengar oleh semua orang dan tentu saja membuat semua yang ada di ruangan tersebut menahan tawa melihat Oma Rahayu yang sengaja menggoda kedua calon pengantin.


Jonatan yang mendengarnya pun tiba-tiba merasa tersedak ludahnya sendiri.


"Ekhem..."


"Ya uda aku ganti dulu ya Oma, Om, Tante." pamit nya kepada semua orang yang ada di sana karena merasa canggung dirinya digoda oleh semua orang.


Jonatan pun dibantu oleh pegawai laki-laki di butik tersebut untuk mencoba tuxedo miliknya. Setelah dirasa cukup rapi Jonatan pun keluar dari tempat dia ganti baju menuju Vanessa dan beberapa orang lainnya yang memang sedang menunggunya.


Melihat kedatangan Jonatan dengan balutan tuxedo membuat Oma Rahayu terharu karena merasa Jonatan sudah tumbuh menjadi dewasa dengan tangannya sendiri.


Tetapi Oma Rahayu segera menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tanda bahwa dia baik-baik saja.


"Oma gak apa-apa, Oma hanya terharu sekarang kamu sudah besar Jo dan akan menikah. Oma sudah berhasil merawat kamu dari kecil, kedua orang tua kamu pasti bangga di atas sana." jawab Oma Rahayu.


Dan perkataan Oma Rahayu membuat semua orang yang ada disana pun ikut terharu. Dengan segera Jonatan memeluk erat Oma Rahayu yang sudah dia anggap sebagai orang tuanya sendiri begitupun dengan Vanessa juga ikut memeluk Oma Rahayu. Sedangkan Ibu Mega dan Bapak David yang ada disamping mereka hanya mengelus lengan dan punggung Oma Rahayu.


"Terima kasih Oma, terima kasih banyak." hanya itu kalimat yang bisa disampaikan oleh Jonatan. Dengan suara yang bergetar Jonatan berhasil mengungkapkan perasaannya untuk satu-satunya orang yang telah berjasa dalam hidupnya.


"Kalian harus menyayangi satu sama lain sampai maut memisahkan terlepas bagaimana kalian bersatu karena Oma tidak ingin kalian hanya menyenangkan Oma saja ketika ada di depan Oma tetapi ketika di belakang Oma kalian akan semaunya sendiri. Karena kalian menikah di depan Tuhan bukan hanya di depan manusia saja." ucap Oma Rahayu panjang lebar.


Karena sebenarnya Oma Rahayu tahu apa yang akan terjadi setelah mereka mengikrarkan janji nikah nanti, mereka akan membuat surat perjanjian pernikahan yang akan mereka sepakati bersama. Maka dari itu Oma Rahayu mencoba memberi pengertian kepada mereka supaya tidak bermain-main dengan pernikahan.

__ADS_1


Mendengar ucapan panjang lebar dari Oma Rahayu membuat Vanessa terpaku. Karena dia juga setuju akan adanya surat perjanjian dengan Jonatan setelah menikah nanti. Tetapi tidak dengan Jonatan, karena jauh di lubuk hatinya yang paling dalam Jonatan sudah memantapkan hatinya untuk Vanessa selain karena permintaan dari Oma Rahayu tetapi juga karena Jonatan tidak ingin mempermainkan sebuah pernikahan yang suci.


"Jo janji Oma, Jo akan melakukan semua nasehat dari Oma." jawab Jonatan yakin tanpa keraguan sama sekali.


Dan Vanessa bisa mendengar ketulusan dari perkataan Jonatan yang baru saja dia ucapkan kepada Oma Rahayu.


"Gimana dengan kamu Van?" tanya Oma Rahayu, karena Oma Rahayu merasa harus dari mulut mereka berdua untuk berjanji bukan hanya Jonatan ataupun Vanessa saja.


Karena Jonatan sudah menjawab dengan yakin dan tegas tetapi Vanessa hanya diam saja, maka Oma Rahayu ingin mendengar jawaban juga dari mulut Vanessa sendiri.


"I-iya Oma." jawab Vanessa dengan terbata.


"Iya apa?" tanya Oma Rahayu lagi.


"Iya Vanessa juga berjanji akan melakukan semua nasehat dari Oma bersama Jonatan." jawab Vanessa juga.


Oma Rahayu pun merasa lega begitupun kedua orang tua Vanessa setelah mendengar janji mereka berdua.


"Ya uda kalian sudah coba bajunya kan dan Oma suka, sekarang kami mau pulang dulu. Sudah capek." ucap Oma Rahayu berpamitan bersama dengan kedua orang tua Vanessa.


"Iya Oma, Pa, Ma hati-hati." jawab Vanessa sambil menyalami dan memeluk mereka satu persatu.


Begitupun dengan Jonatan dia melakukan hal yang sama seperti apa yang Vanessa lakukan.


Setelah mengantar para orang tua ke depan, Jonatan dan Vanessa kembali masuk ke ruangan untuk berganti pakaian dengan pakaian mereka sebelumnya. Sebelum mereka akhirnya pulang bersama.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2