
Sesampainya di kantor Jonatan terlihat begitu badmood. Dan tentu saja Alex terus memperhatikannya sejak kedatangan Jonatan ke kantor.
"Lecek banget tu muka, sini aku setrika." ejek Alex.
Saat ini mereka berdua sedang berada di ruangan Jonatan. Seperti apa yang dikatakan oleh Oma Rahayu, pekerjaan Jonatan hari ini tidak banyak sehingga mereka bisa sedikit santai.
Jonatan tidak menanggapinya dia hanya menatap tajam ke arah Alex.
"Kenapa lagi sih?" tanya Alex sambil duduk di sofa ruangan Jonatan.
"Apa lagi kalau bukan masalah Oma." jawab Jonatan dengan malas.
"Kan kamu uda setuju untuk menikah, trus apalagi?" tanya Alex.
Jonatan sudah menceritakan kepada Alex kejadian ketika Oma Rahayu berpura-pura sakit. Dan Alex pun setuju dengan keputusan Jonatan saat itu, agar semuanya merasa senang ketika Jonatan menyetujui keinginan mereka.
"Gak cukup sampai di situ." jawab Jonatan.
"Maksudnya?" tanya Alex.
"Ya aku sama Vanessa harus segera mengadakan pesta pernikahan. Padahal di pikiran kami belum ada rencana apapun, hanya ada pekerjaan di otak kami." jawab Jonatan.
"Kalian memang orang yang gak bisa bersyukur." ucap Alex.
Jonatan hanya menatap Alex dengan dahi berkerut karena tidak mengerti maksud ucapan Alex.
"Gimana gak bersyukur, jodoh uda disiapin, nikah tinggal cari rekomendasi buat nikahan gak perlu mikir soal dana." jawab Alex menjelaskan.
"Nah kalau aku? Boro-boro jodoh, cewek yang nglirik aja gak ada." lanjutnya dengan mengeluh.
"Kalau itu sih derita lo!" bukannya merasa kasihan justru Jonatan malah meledek Alex.
"Satu-satunya cara ya mau gak mau kamu harus hubungi Vanessa trus bahas masalah ini." saran Alex.
Jonatan terlihat memikirkan ucapan Alex, kemudian beberapa saat kemudian Jonatan menganggukkan kepala tanda mengerti.
__ADS_1
...----------------...
Jam istirahat pun tiba, tadi sebelum memulai pekerjaannya Jonatan sudah memutuskan akan menghubungi Vanessa untuk membahas tentang pernikahan mereka saat jam istirahat nanti.
Dan disinilah Jonatan, di balkon ruangannya. Jonatan mengambil ponselnya dan menekan nomor ponsel Vanessa untuk dia hubungi.
Sedangkan Vanessa bersama dengan beberapa temannya sedang menikmati makanan di kantin karena memang jam istirahat. Vanessa pun dengan segera menikmati makanannya karena dia sudah merasa sangat lapar. Ketika sedang menikmati makanan, Vanessa tidak tahu jika ponselnya bergetar karena Vanessa meletakkan agak jauh dari tempatnya duduk.
"Van, ponsel mu." ucap salah satu teman Vanessa yang kebetulan dekat dengan ponsel Vanessa ketika merasakan getaran pada ponsel Vanessa.
Vanessa pun menghentikan makannya sejenak dan bertanya kepada temannya tersebut.
"Apaan?" tanya Vanessa.
"Ada yang telpon." jawabnya.
"Siapa?" tanya Vanessa lagi.
"My Jo." jawab temannya ketika melihat nama yang tertera di ponsel Vanessa.
Karena setahu mereka Vanessa tidak sedang dekat dengan cowok manapun. Sehingga membuat mereka merasa heran ketika Vanessa dihubungi oleh orang yang jelas sekali Vanessa menulis namanya sebagai tanda kepemilikan.
"My Jo? Siapa tu?" tanya Vanessa bingung sambil menengadahkan tangannya untuk meminta ponselnya.
Jelas Vanessa tidak tahu siapa yang menghubunginya, karena ternyata bukan Vanessa yang menulis nama Jonatan di ponselnya. Sehingga membuat Vanessa bingung siapa itu My Jo.
Vanessa memperhatikan sebentar layar ponselnya kemudian dengan segera menggeser tombol hijau pada ponselnya.
"Halo, siapa ya?" tanya Vanessa begitu menerima telpon tersebut.
"Kemana aja sih? Lama amat angkat telponnya?" gerutu Jonatan di seberang telepon.
Bukannya menjawab sapaan dari Vanessa, Jonatan justru menggerutu karena menunggu cukup lama.
Vanessa pun mengingat-ingat sang pemilik suara di seberang telepon, kemudian dia ingat bahwa itu seperti suara Jonatan.
__ADS_1
"Jonatan?" tanya Vanessa.
"Emang kamu pikir siapa?" Jonatan bertanya balik.
"Siapa ini yang nulis nama Jonatan kayak gini ya?" batin Vanessa mencoba mengingat-ingat.
"Ahh pasti Oma." gumam Vanessa yang sedari tadi masih berkutat dengan pemikirannya sendiri tanpa mendengarkan perkataan dari Jonatan.
Vanessa yakin pasti yang menulis nama Jonatan di ponselnya adalah Oma Rahayu, karena waktu itu Oma ijin meminjam ponsel Vanessa tetapi Vanessa tidak memperhatikannya sehingga tidak tahu apa yang dilakukan oleh Oma Rahayu.
"Gimana kamu setuju gak?" tanya Jonatan.
"Setuju apaan?" tanya Vanessa balik.
"Ya tadi yang aku omongin." jawab Jonatan.
"Emang kamu ngomong apaan?" tanya Vanessa lagi.
"Astaga! Jadi dari tadi kamu gak dengerin aku ngomong?" kesal Jonatan.
"Hehehe." jawab Vanessa dengan cengengesan.
"Uda pokoknya tar pulang kerja kita ketemu ditempat biasa. Ada hal yang harus kita bahas." ucap Jonatan dengan tegas kemudian segera mematikan telepon tanpa menunggu jawaban dari Vanessa.
"Ihh apaan sih gak jelas banget. Kan aku belum jawab apa-apa." gumam Vanessa sambil menaruh kembali ponselnya kemudian kembali melanjutkan makan siangnya yang tertunda gara-gara telepon dari Jonatan.
"Siapa tu cowok Van?" tanya salah satu teman Vanessa ingin tahu.
"Kepo ih. Uda buruan makan tar keburu jam istirahat habis." jawab Vanessa yang tidak ingin mengatakan kepada temannya siapa yang baru saja menghubunginya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1