
Sore ini Oma Rahayu dan Vanessa sedang bertemu di salah satu restoran dekat tempat kerja Vanessa. Siang tadi Vanessa menghubungi Oma Rahayu jika dirinya tidak sedang sibuk sehingga bisa bertemu dengan Oma Rahayu seperti permintaan beliau kemarin.
Oma Rahayu sudah menunggu Vanessa 15 menit yang lalu, karena sedikit macet sehingga membuat Vanessa terlambat.
Begitu masuk ke dalam restoran Vanessa bisa melihat keberadaan Oma Rahayu, kemudian dia segera menghampiri beliau.
"Aduh maaf ya Oma, jalanan macet." Ucap Vanessa sambil menyalami dan mencium kedua pipi Oma Rahayu.
"Iya gak apa-apa Sayang, namanya kerja kan." Jawab Oma Rahayu.
Vanessa kemudian memesan minuman kepada pegawai restoran. Sambil menunggu Vanessa dan Oma Rahayu mengobrol santai.
"Kamu kenapa gak mau kerja di papa kamu aja? Kan gak perlu capek-capek kerja ikut orang seperti ini." Ucap Oma Rahayu menasehati.
Vanessa tersenyum lebih dahulu sebelum menjawabnya.
"Vanessa uda bilang berkali-kali Oma, Vanessa mau cari pengalaman dulu. Janji deh nanti kalau uda siap Vanessa mau kog gantiin papa." Jawab Vanessa dengan ramah.
"Iya deh Oma percaya sama kamu." Ucap Oma Rahayu ikut tersenyum.
Karena seperti itulah pembawaan Vanessa, dia akan menyampaikan pendapatnya dengan nada yang halus dan lembut jika tidak sesuai dengan keinginannya. Karena prinsipnya jika segala sesuatu bisa dibicarakan dengan baik kenapa tidak. Sehingga banyak orang yang menyukai Vanessa.
Akhirnya keduanya pun memesan makanan untuk dinikmati bersama. Hingga makanan habis pun mereka masih membicarakan banyak hal.
"Ow iya Van, soal perjodohan itu.." ucap Oma Rahayu.
Belum selesai Oma Rahayu berbicara, Vanessa lebih dulu menyelanya.
"Oma.." jawab Vanessa tapi segera dijawab juga oleh Oma Rahayu.
"Bentar dengerin Oma dulu Van, kemarin Jonatan bilang ke Oma dia mau ketemuan dulu sama kamu. Kan selama ini kalian belum bertemu. Pernah ketemu ketika kalian masih sama-sama kecil dan Oma yakin kalian tidak akan ingat satu sama lain." Jawab Oma Rahayu menjelaskan.
Mendengar itu Vanessa mengerutkan keningnya seakan tidak percaya, masa iya jaman sekarang masih ada orang yang mau dijodoh-jodohin, pikirnya.
"Gimana kamu setuju kan Van? Kalian ketemuan dulu?" Tanya Oma Rahayu sambil memegang tangan Vanessa karena sedari tadi Vanessa hanya diam saja.
__ADS_1
"Apa iya aku mesti ketemu dulu ya, biar nanti bisa saling kerjasama menolak perjodohan ini." Batin Vanessa.
"Hmmm... iya deh Oma, kita biar ketemuan dulu aja." Jawab Vanessa akhirnya.
Tentu saja itu adalah jawaban yang sangat diharapkan oleh Oma Rahayu. Beliau merasa bahagia mendengarnya.
"Oke kalau begitu gimana kalau besok kalian ketemuan disini? Biar Jonatan yang kesini kan sini dekat kantor kamu." Usul Oma Rahayu.
Vanessa terlihat berpikir sejenak, kemudian dia mengiyakan usul dari Oma Rahayu. Akhirnya keduanya pun berpisah pulang ke rumah masing-masing.
...----------------...
Alex masuk ke ruangan Jonatan tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Dia ingin meminta tanda tangan Jonatan untuk persetujuan.
"Gimana uda ketemuan belum sama tu cewek?" tanya Alex tiba-tiba.
Jonatan yang masih fokus dengan kerjaannya pun terkejut karena tanpa ada tanda apa-apa tiba-tiba saja suara Alex mengejutkannya.
"Sialan!" kesal Jonatan sambil melempar Alex yang berjalan menghampirinya dengan kertas bekas yang sudah dia remas-remas. Tetapi bisa ditepis oleh Alex.
"Halah ketuk pintu juga percuma, lagian kamu kan gak mungkin lagi bercinta di kantor." jawab Alex.
Bukannya takut dan meminta maaf, Alex justru menjawab perkataan Jonatan. Dan mendengar jawaban dari Alex membuat Jonatan semakin menatap tajam ke arahnya.
"Uda gak usah melotot gitu, tar keluar tu mata. Ni tanda tangani dulu." ucap Alex sambil menyerahkan berkas yang dibawanya kepada Jonatan.
Jonatan segera menerimanya dan membacanya sebentar kemudian menandatanganinya lalu menyerahkan kembali berkas tersebut kepada Alex dan Alex segera menerimanya.
"Uda buruan keluar, apa lagi?" tanya Jonatan kesal karena Alex hanya diam saja tanpa bergerak sedikit pun karena Jonatan akan kembali bekerja.
"Kamu belum jawab pertanyaanku." jawab Alex dengan santai.
"Apaan?" tanya Jonatan tidak mengerti.
Karena memang dia tadi tidak mendengar pertanyaan Alex yang tiba-tiba saja masuk ke ruangannya karena Jonatan terlalu fokus dengan pekerjaannya.
__ADS_1
"Uda ketemuan belum sama tu cewek?" tanya Alex lagi.
"Belum." jawab Jonatan singkat.
"Kog belum?" tanya Alex penasaran.
"Oma dulu yang ketemu sama dia tar baru disampaikan." jawab Jonatan.
"Ow gitu." ucap Alex sambil menganggukkan kepala tanda mengerti.
"Eh tar kalau ketemuan aku ikut ya? Kalau kamu gak setuju kan nanti langsung bisa buat aku aja. Gimana?" tanya Alex memberi usul.
"Enak aja gak bisa!" tolak Jonatan dengan segera.
"Kog gak bisa? Brarti kamu setuju donk sama perjodohan ini?" tanya Alex dengan nada meledek.
"Bukan gitu." jawab Jonatan bingung, karena memang Jonatan reflek ketika menjawabnya tadi.
"Trus apa donk?" desak Alex.
"Udah-udah, buruan kerja sana! Kalau gak aku potong gaji kamu 10%." ancam Jonatan sambil memegang telepon di meja nya untuk menakut-nakuti Alex. Karena Jonatan akan menghubungi HRD.
"Eh jangan donk, lumayan lho 10%." jawab Alex dengan memelas.
"Makanya buruan kerja sana." ucap Jonatan lagi.
"Iya-iya." jawab Alex dengan pasrah, kemudian dia segera bangkit berdiri dan keluar dari ruangan Jonatan.
Melihat Alex yang sudah keluar membuat Jonatan bisa bernafas lega. Dia menyenderkan tubuhnya pada sandaran kursi dan memijat pelipisnya yang terasa sedikit pusing. Sudah pusing karena pekerjaan ditambah lagi pusing karena pertanyaan dari Alex baru saja. Dan Jonatan sendiri juga bingung kenapa dia bisa menjawab seperti itu kepada Alex padahal dia sendiri juga belum bertemu dengan orang yang akan dijodohkan kepadanya.
Jonatan ingat waktu kecil mereka pernah bertemu dan Jonatan tidak terlalu menyukainya karena Vanessa memiliki tubuh yang gendut dan Jonatan berpikir pasti sekarang tubuh Vanessa masih gendut maka dari itu Jonatan menolak perjodohan ini. Padahal Jonatan belum tahu Vanessa yang sekarang, dia sudah lebih kurus dibandingkan masa kecilnya. Meskipun tidak terlalu signifikan.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏