
"Wahh gak bisa dibiarkan ini!" seru Vanessa yang akan bangkit berdiri kemudian segera ditarik kembali oleh Jonatan sehingga Vanessa kembali duduk.
"Kenapa kamu gak bilang sih?" kesal Vanessa kepada Jonatan, karena Jonatan mengetahuinya tetapi tidak menolak justru mengiyakan.
"Kamu gak lihat gimana reaksi mereka ketika aku mengiyakannya?" tanya Jonatan.
Vanessa hanya menggelengkan kepala karena memang dia tidak tahu. Vanessa hanya fokus kepada Oma Rahayu yang berbaring.
"Mereka sangat bahagia sekali." jawab Jonatan sendiri.
Vanessa pun terdiam begitupun Oma Rahayu yang masih setia mengintip di balik pintu.
"Makanya aku mengiyakan. Dan gak ada salahnya kita coba dulu pernikahan kita." ucap Jonatan lagi.
"Tapi...." lanjutnya tetapi terhenti sejenak.
Dan membuat Vanessa menatapnya sambil mengerutkan kening karena merasa penasaran apa yang akan dikatakan oleh Jonatan.
"Tapi apa?" tanya Vanessa karena Jonatan masih menggantungkan perkataannya.
Dan Oma Rahayu pun semakin penasaran apa yang akan dikatakan oleh Jonatan. Beliau pun semakin mendekatkan telinganya agar bisa mendengar lebih jelas.
"Tapi kita bisa nikah kontrak." jawab Jonatan ragu.
Dan jawaban itu membuat Vanessa dan Oma Rahayu terkejut bersamaan.
__ADS_1
"Kamu gila ya! Pernikahan itu bukan percobaan yang akan coba sekali dua kali! Tapi pernikahan itu sekali seumur hidup." tegas Vanessa.
"Jadi kamu setuju kita menikah?" tanya Jonatan kembali ke topik pembicaraan mereka.
Sebenarnya Jonatan tidak masalah juga menikah dengan Vanessa, karena selain Jonatan mengenal Vanessa sejak kecil, orang tua mereka pun mengenal dengan baik jadi untuk bibit, bebet dan bobotnya tidak perlu ditanyakan lagi.
"Hmmm... Kalau itu ya.." jawab Vanessa dengan ragu dan bingung.
"Makanya kita nikah kontrak aja kan." ucap Jonatan.
Seseorang yang berada dibalik pintu kembali terkejut dengan apa yang di dengarnya. Beliau tidak menyangka bahwa Jonatan dan Vanessa merencakan hal itu.
"Oh jadi kalian mau bersandiwara di depan kami? Oke Oma ladeni." batin Oma Rahayu dengan tersenyum.
"Jo... Jo.." bisik Vanessa.
"Apaan?" tanya Jonatan kesal karena tiba-tiba Vanessa berbicara dengan bisik-bisik.
"Sssttt!. Kamu lihat deh bayangan itu, bukannya itu Oma?" bisik Vanessa lagi.
Jonatan hendak menengok untuk memastikan apaka benar ada Oma Rahayu tetapi segera dilarang Vanessa.
"Jangan nengok!" tergur Vanessa dengan berbisik.
"Lihat aja dari bayangannya." lanjutnya.
__ADS_1
Jonatan pun mengikuti apa yang dikatakan Vanessa dan memperhatikannya. Setelah beberapa saat ternyata benar apa yang dia lihat.
"Berarti dari tadi Oma di situ? Dengerin pembicaraan kita?" tanya Jonatan dengan berbisik.
"Gak tahu, aku juga barusan tahu." jawab Vanessa dengan berbisik.
"Ya uda kita pura-pura aja." ucap Jonatan.
"Ekheemm.. Oh ya Van kamu mau pesta pernikahan yang gimana?" tanya Jonatan dengan sengaja berbicara sedikit keras supaya Oma Rahayu mendengar dan tidak lupa tangannya merangkul Vanessa.
Vanessa pun menatap Jonatan dengan tajam dan berusaha menyingkirkan tangan Jonatan.
"Uda diam aja biar Oma lihatnya kita memang saling sayang." bisik Jonatan memberi pengertian.
Vanessa pun hanya mendengus kesal, karena bisa-bisanya Jonatan mengambil kesempatan seperti itu.
Akhirnya mereka pun mengobrol dengan berpura-pura dekat selama Oma Rahayu masih mengintip di balik pintu. Dan beberapa saat kemudian Oma Rahayu pergi merekpun bisa bernafas dengan lega.
...****************...
Maaf beberapa hari gak up karena lagi sibuk 🙏
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1