Silahkan Bully Aku

Silahkan Bully Aku
Bab 36


__ADS_3

Setelah merencanakan sesuatu, asisten rumah tangganya segera pergi untuk membeli apa yang diperintahkan Oma Rahayu. Malam harinya setelah makan malam, Oma Rahayu sengaja mengajak Vanessa ke teras belakang untuk mengobrol sedangkan Jonatan ijin untuk pergi ke ruang kerjanya menyelesaikan pekerjaan yang masih belum selesai.


"Kalian gak berencana menunda punya anak kan Van?" tanya Oma Rahayu tiba-tiba, karena ingin mendengarkan secara langsung isi hati Vanessa.


"Mampus! Gimana aku jawabnya ya?" batin Vanessa.


"Van?" panggil Oma Rahayu karena Vanessa hanya diam saja dan terlihat melamun.


Seketika Vanessa pun tersadar dari lamunannya.


"Eh.. Iya Oma, gimana?" tanya Vanessa pura-pura tidak mendengar pertanyaan Oma Rahayu, karena sejujurnya dia sedang memikirkan jawaban yang akan diberikan kepada Oma Rahayu.


"Kamu sama Jonatan, gak sedang menunda punya anak kan? Kamu kan tahu sendiri Oma sudah tua, Oma ingin sekali lihat anak-anak kalian." jawab Oma Rahayu dengan mimik wajah yang memelas.


Karena Vanessa memiliki hati yang lembut sehingga dia tidak tega melihat Oma Rahayu seperti itu.


"Ya gak lah Oma, kita gak mungkin nunda punya anak. Ya mungkin sekarang belum dikasih aja." ucap Vanessa mencoba menenangkan hati Oma Rahayu.


"Gimana kalian mau punya anak, orang tidur kalian aja terpisah gitu." batin Oma Rahayu.


"Baguslah kalau begitu." jawab Oma Rahayu.


Kemudian Oma Rahayu memanggil asisten rumah tangganya agar membawakan minuman untuk Oma Rahayu dan Vanessa.


"Ini Oma sudah suruh Mbak buatkan jus alpukat kesukaan kamu. Kamu seharian kan capek mengurusi tanaman jadi biar fresh lagi." ucap Oma Rahayu sambil menyerahkan gelas berisi jus alpukat yang tentu saja sudah berisi obat didalamnya.


Ya, Oma Rahayu dan asisten rumah tangganya memiliki rencana memberikan obat perangsang di minuman Vanessa dan Jonatan. Agar keduanya sama-sama membutuhkan kebutuhan rohani mereka. Karena jika Oma Rahayu tidak berbuat seperti itu maka keduanya pasti juga tidak akan berbuat dan bagaimana mungkin bisa punya anak.


"Wah terima kasih Oma!" jawab Vanessa sambil menerima gelas nya dan segera meminumnya hingga habis.


Karena memang Vanessa sesuka itu dengan jus alpukat. Meskipun tidak di buat minuman jus pun Vanessa juga sangat menyukai buah alpukat.

__ADS_1


"Ya sudah sekarang kamu istirahat aja, kayaknya capek gitu. Tapi tolong antarkan kopi ini ke ruang kerja Jonatan ya sebelum kamu ke kamar." ucap Oma Rahayu sambil menunjuk cangkir yang berisi kopi panas yang masih dipegang oleh asisten rumah tangganya dengan menggunakan nampan.


"Ow ya Oma, baiklah." jawab Vanessa kemudian meminta nampan dan segera pergi menuju ruang kerja Jonatan.


Sedangkan Oma Rahayu dan asisten rumah tangganya pun menunggu hingga Vanessa berlalu pergi dan tidak terlihat lagi.


"Gimana? Uda kamu masukkan semua ke gelas mereka kan obatnya?" tanya Oma Rahayu dengan berbisik karena takut jika rencananya didengar oleh Vanessa yang mungkin bisa saja kembali ke teras belakang.


"Sudah aman Nyah." jawab asisten rumah tangganya dengan berbisik juga.


Keduanya pun melakukan tos bersama karena merasa berhasil dengan rencana mereka.


...----------------...


Vanessa tiba di depan pintu ruang kerja Jonatan, kemudian mengetuk pintu Jonatan dan memanggilnya dari luar.


Tok! Tok! Tok!


"Jo..!" panggil Vanessa.


Vanessa pun membuka pintu kemudian masuk dan berjalan menghampiri Jonatan yang duduk di kursi dengan setumpuk pekerjaan dan laptop yang masih menyala. Jonatan menjeda sejenak pekerjaannya dan memperhatikan Vanessa yang mendekat dengan membawa nampan.


"Ini kopi kamu, kata Oma suruh kasihkan ke kamu." ucap Vanessa sambil meletakkan cangkir kopi di atas meja kerja Jonatan.


"Makasih." jawab Jonatan singkat.


Kemudian Vanessa pun berpamitan untuk ke kamar dan segera keluar dari ruang kerja Jonatan dan menutup kembali pintunya.


"Kirain kamu sendiri yang berinisiatif kasih kopi buat suami, ternyata tetap Oma." gumam Jonatan yang dengan segera mengambil kopinya dan meminumnya perlahan, karena kopi tersebut masih dalam keadaan panas.


Sedangkan di dalam kamar Vanessa segera mencuci muka dan berganti pakaian tidur setelah itu dia mulai berbaring di ranjang dengan batas guling dan bantal yang berada di tengah-tengah ranjang.

__ADS_1


Belum sampai Vanessa memejamkan mata dengan sempurna tiba-tiba saja Vanessa terbangun dan merasa sangat gerah.


"Kog tumben gerah banget ya, masa iya AC nya rusak?" gumam Vanessa sambil mengecek AC yang ternyata baik-baik saja.


"Aduuhh kog tambah panas sih." gumam Vanessa lagi sambil melepaskan pakaiannya perlahan dan hanya tersisa pakaian dalam nya saja bahkan Vanessa sampai menggunakan kipas untuk meredakan rasa gerah ditubuhnya.


Sedangkan di ruang kerjanya, Jonatan pun begitu. Dia merasa sangat panas dan gerah bahkan Jonatan juga mengecek AC yang ternyata juga tidak kenapa-kenapa.


Jonatan pun segera menyimpan file pekerjaannya di laptop kemudian mematikannya karena dia ingin mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Setelah memastikan pekerjaannya aman, Jonatan segera menuju ke kamarnya. Jonatan tidak berpikir bahwa Vanessa belum tidur maka dari itu dia langsung saja membuka pintu kamar dan dengan jelas dia melihat Vanessa yang hanya memakai pakaian dalam saja sambil terlihat mengipasi tubuhnya.


Vanessa tidak mengetahui kedatangan Jonatan ke kamar, karena dia berdiri membelakangi pintu kamar. Jonatan menutup pintu perlahan dan menguncinya kemudian berjalan perlahan mendekati Vanessa.


"Ini pasti ada yang gak beres sama minumanku dan Vanessa. Jangan-jangan Oma ini. Tapi gak apa-apalah kalau gak gini aku juga gak mungkin malam pertama." batin Jonatan dengan senang.


Sebagai lelaki Jonatan cukup tahu dengan hal-hal itu meskipun dia tidak pernah menyentuh hal seperti itu karena Jonatan memiliki teman-teman yang sudah biasa seperti itu.


"Van.." panggil Jonatan perlahan.


Vanessa segera berbalik dan cukup terkejut melihat Jonatan yang sudah berdiri di belakangnya. Dengan kedua tangannya Vanessa berusaha menutupi bagian tubuhnya yang terbuka. Melihat itu sebenarnya Jonatan tidak tega akhirnya dia ingin membantu Vanessa untuk menghilangkan pengaruh obatnya.


"Aku bantuin ya." ucap Jonatan sambil mengarahkan tangannya agar Vanessa mau ikut dengannya ke kamar mandi untuk mengguyur tubuh Vanessa dengan air dingin.


Jonatan mati-matian menahan diri untuk tidak menyentuh Vanessa lebih dulu karena dirinya pun sama dalam pengaruh obat dan meskipun keduanya sudah sah menjadi suami istri. Vanessa yang sudah dalam pengaruh obat pun justru mendekat ke arah Jonatan dan menatap Jonatan dengan penuh naf-su. Jonatan pun tidak ingin mengambil kesempatan itu begitu saja, Jonatan tetap berusaha membuat Vanessa sadar. Tetapi justru kebalikannya. Vanessa memeluk Jonatan dan dengan segera menempelkan bibirnya ke bibir Jonatan. Awalnya memang hanya menempel saja tetapi lama kelamaan Vanessa memulai memagut bibir Jonatan.


Sebagai lelaki normal Jonatan pun tidak hanya diam saja apalagi keadaan mereka yang sudah sama-sama panas dan status mereka yang sah sehingga Jonatan pun melakukan tugas dan kewajibannya sebagai suami Vanessa.


Akhirnya malam itu menjadi saksi malam pertama keduanya. Awalnya mereka yang menikah hanya karena perjodohan akhirnya menjadi pernikahan yang saling cinta dan mereka memiliki rumah tangga yang bahagia.


...****************...


HAPPY ENDING ⚘⚘⚘

__ADS_1


Terima kasih untuk semua partisipasinya 🙏


Sampai ketemu lagi di novel-novel yang lain ❤


__ADS_2