
Seketika makhluk itu mengerang kesakitan "hentikan!!! ,Hentikan bocah sialan dan berani kau dengar ku"seru makhluk itu yang tersiksa karena kepanasan.
Saat makhluk itu lengah kak tegar langsung bangkit dari semedinya dan langsung melesatkan cahaya merah darah ke arah makhluk itu.
"Mati kau makhluk iblis" seketika itu makhluk berubah menjadi asap mengepul dan memudar hilang.
"Musnah kau makhluk jahanam"ucap kak tegar yang melihat makhluk itu mati lenyap.aku yang melihat hanya berdecak kagum.
"Gimana cara dia ngeluarin cahaya mematikan tadi??"gumanku dalam hati.
"Kamu bisa belajar dari ku aku bisa membantumu menguasai ilmu mu ,tapi kau harus mengambil sebuah buku dari Mbah seno!!"perintah kak tegar.
"Tapi, memangnya aku bisa kak menguasai ilmu seperti itu???"tanya ku yang kurasa mustahil untuk ku lakukan.
"Udahlah dibahas nanti aja kita lanjut perjalanan aja oke Let's go"seru kak tegar yang langsung berjalan menuju rumah dhani.
"Assalamualaikum"ucap kita berdua.
"Walaikumsalam"sahut dari dalam.ternyata Dhani sedang berada di rumah sendirian.
"Masuk dulu"ucapnya yang langsung membuka pintu. Anehnya kenapa saat zaka masuk ke rumah nenek dia tidak terpental seperti saat dirumahku dulu.
"Kenapa zaka bisa masuk ,ya??"gumanku dalam hati.
__ADS_1
"Karna disini sudah otomatis makhluk baik bisa masuk nggak kaya rumah lu, hanya Lisa saja yang bisa masuk karna dia diizinkan masuk oleh penjaga rumahmu itu"sahut Dhani.
"O ya zaka gue tahu masalah lu, sekarang gue mau tolong lu ,kalo lu jelasin seraca rinci kenapa lu bisa jadi gini"ucap Dhani yang langsung tahu poko permasalahanya.
"Paman ku ingin mencelakakan ibuku ,karna paman ku punya dendam dengan ayah ku ,saat orang tua ayahku sudah sepuh dan nggak bisa melanjutkan perusahaannya maka kakek ku membagi tahta warisan yang sama rata, tetapi pamanku tidak terima ,karena dia merasa dia anak paling besar dan dia berhasil mencelakakan ayah ku dengan cara mengirim guna-guna ke rumah kami ,setelah ayah meninggal ternyata ia ingin menghabisi keluarga kami, makanya aku tadi menerobos lampu merah karena aku di telpon pembantuku katanya ibu kejang-kejang hik hik hik dan sekarang ibuku hanya hidup berdua yaitu dengan adik ku RAKA TOLONGG AKU!!! "ucapnya dengan nada menangis.
"Kumohon tolong lah ibuku dia cukup menderita karna kepergian ayah ,aku terlah berdosa karna meninggalkan ibuku di saat kondisi ibuku melemah"ucapnya.
"Eh cup cup cup jangan nangis dong"sahutku berusaha menenangkannya ,karna aku miris melihat darah.
"Hmm kayaknya sulit ,tapi tenang kita akan bantu kamu o ya btw rumah kamu di mana??" Tanya Dhani.
Dia langsung menempelkan tangannya kebelakang ,dibelakang kami ada sebuah cermin yang menempel di jendela, lalu munculah tulisan yang bertinta darah.
"Owww ini ma Deket dengan sekolahan kita berangkat sekarang aja cuss"ucap dhani.
"No problem. jani aku akan menemanimu dimana pun kamu berada"celetuk Lisa.
Kak tegar lalu bergegas mengambil monitornya lalu aku segera menelfon ibu bersalasan ada tugas sama teman, agar ibu tidak khawatir. Lisa dan zaka lalu menghilang, Dhani segera menancapkan gas nya lalu aku membonceng dia menuju rumah kak tegar dan segera berangkat ke alamat yang di berikan oleh zaka yang katanya tak jauh dari sekolahan.
Saat kami tiba di depan rumahnya, ada sesosok makhluk yang tubuhnya sangat tinggi kurus dan tangannya lebih panjang dari tubuhnya.
"Ya Tuhan , makhluk apa itu??" Seruku kaget baru kali ini aku melihat sosok bertubuh aneh itu. Dan aura di depan rumah sangat engap padahal rumah ini sangat besar dan bentuk bangunannya seperti perumahan tetapi entah mengapa rasa engap menyelimuti tubuhku.
__ADS_1
Makhluk itu ingin menyerang ku tapi entah kenapa saat dia ingin mendekat dengan ku tubuhnya terpental dan melayang-layang seperti di angkasa dan seketika jatuh
*BRRRRRUGGGGHH*.
"Beraninya kau menginjak rumah ini !!!!! ,kau harus melangkahi ku dulu!!!!!"serunya dengan mencoba bangun dari tempatnya.
"Hah makhluk songong, sok berani kau!!!"seru Dhani yang segera menarik lengan panjangnya dan menghempaskanya ke dinding tembok.
Makhluk itu mencoba berdiri dan melemparkan kilatan-kilatan warna kuning ke arah ku namun kak tegar dan Dhani segera mendorong ku arah kiri , aku pun terjatuh, namun naas nya mereka celaka karnaku dan menggera kesakitan*arrrrggghhh*.
Aku tak tega melihat kedua saudara ku terluka, karna menyelamatkan ku, saat itu emosiku tak terkontrol, namun aku tak bisa berbuat apa-apa, tiba-tiba tubuhku seperti di kuasai ilmu ku sendiri tubuhku bergerak maju, dan ilmu ku mengangkat tangan kanan ku , seketika mengeluarkan cahaya unggu ,tanpa ku hiraukan lagi aku hanya bisa pasrah saat tubuhku di kuasai ilmu ku sendiri, tanganku langsung mengayunkan cahaya itu dan melemparkan kearah makhluk bang*at itu.
"MATII SEKERANG!!!!!!! KAU MAKHLUK JAHANAM , AKU TAK AKAN MENGAMPUNI MU !!!!!!!"ku ayunkan tangan ku seperti menari keluarlah kilatan merah yang mengenai tubuh makhluk itu secara bertubi-tubi.
"Arrrrggghhh AMPUNNN NYAII!!! ,ampun!!!"seru makhluk itu kesakitan.
"Aku tak akan mengampuni mu ,karna kau telah mencelakai kedua saudara ku ,RASAKAN INI !!!!!" Tangan ku tiba-tiba muncul sebuah keris , refleks langsung ku tancap kan ke dadanya, seperti belum puas melihatnya kesakitan lalu ku cabut keris itu segera kutusukan ke perutnya.
Seketika makhluk itu binasa dan lenyap dari hadapanku, tubuhku mulai lemas karna energi yang ku keluarkan terlalu besar.
"Apa yang aku lakukan, kenapa aku membunuh makhluk itu. Itu sama saja aku seperti dukun santet itu"gumanku dalam hati ,tanpa ku pikirkan lagi Aku segera menghampiri dua saudara ku "kalian nggak papa"ucapku lemas.
"Kita nggak papa ,cuma tangan ku kegores" ucap Dhani dengan suara lirih.
__ADS_1
"Hmm sepertinya ilmu mu akan muncul saat kamu emosi, maka kontrol lha emosi mu sekarang atau orang-orang di sekitarmu yang celaka"ucap kak tegar dengan mencoba berdiri.
"Ayo kita masuk , rumah ini sangat engap"ucapku mengalihkan pembicaraan