
"wahhhh kek aku mau tongkat kayak kakek " ucapku kembali memapah kakek.
"rungok no aku ya nduk , koe ngko nek ndue tongkat koyo aku , ojo pisan-pisan di salah gunakan , amergo kui ngko tongkatmu owah dadi angkara ( dengarkan aku yan nak , nanti kalo kamu sudah punya tongkat seperti ku , jangan sesekali menyalahgunakanya , nanti tongkat itu akan menyimpan kekuatan jahat )" ucap kakek.
"kek jani malah takut " ucapku sedikit ketakutan efek yang harus diterima.
"hhh nggak usah takut kamu harus bisa melakukam semua itu nduk " ucap kakek yang melangkahkan kakinya , lalu ku ikuti.
setelah beberapa langkah tibalah kami di rumah nenek , pintunya terbuka apa dhani marah padaku.
aku dan kakek pun masuk ke dalam dan dismbut hangat oleh dhani .
huft ku kira dia marah , semoga saja manusia songong ini tak mengatakan hal bodoh itu tadi.
kakek sudah duduk di sofa , dan aku langsung ke dapur untuk membuatkan teh hangat , tak kusangka ternyata Dhani mengikuti ku.
"Aa....." teriakku namun dibungkam oleh dhani , yang langsung ku injak kakinya agar melepaskan bungkamanya.
"apa-apaan sih lo ???? , udah gila ya ???? " ucapku.
"aawwww sakit tauk , ya nggak lah gue masih waras " ucapnya memegang ibu jari kakinya.
"ya trus napa lo muncul tiba-tiba di depan gue ??? " tanyaku ketus , yang memandang sadis muka play boy itu , tanpa kusadari hampir separuh toples , gula kumasukan ke cangkir kecil.
aku segera meninggalkan dia sendirian di dapur.
"kek silahkan diminum " ucapku dengan meletakan segelas teh hangat.
dhani kembali membuntutiku , dan berdiri di depan kakek yang sedang menyeruput teh hangat buatanku.
__ADS_1
**byyyrrrrrrr wuahhh*
kakek tak sengaja menyemprotkan teh itu di muka dhani yang ingin duduk disebelahnya*.
aku yang melihatnya basah kuyup tertawa terpingkal-pingkal.
"kek !!!!! kok dhani di semprot sihh !!! " ucapanya yang masih scyok.
aku semakin geli melihat tingkah laku mereka berdua, kakek yang melihatnya hanya terenyum kecut.
"badala , iki seng nggawe teh sopo ??? ( astaga , ini yang buat teh siapa ??? ) " ucap kakek menghentikan tawaku.
"jj jani kek " ucapku yang masih ketawa kecil.
"ya allah rasak no nyoo ,opo meh nggawe gula ku munggah ???? (ya allah rasakan itu , apa mau buat gula ku naik ???) " ucap kakek.
*byyyrrrrrrr wuekkkk *
"hih teh apaaan ini rasanya cuma manis " ucapku tak menghiraukan dhani yang kembali basah kuyup , ku lihat teh itu.
kakek yang melihat dhani kembali basah kuyuo tertawa terpingkal-pingkal , hingga batuk-batuk.
aku yang masih fokus ke teh itu segera meliht kakek.
"kenpa kek ??? " tanya ku heran.
"tontonen sedulurmu kui (liatlah saudara mu itu ) " ucap kakek yang masih terpingkal-pingkal.
astaga aku nggak sengaja beneran , suwerrr
__ADS_1
aku dan kakek melihat dhani tertawa terpingkal-pingkal , Dhani yang melihat kami tertawa , hanya fokus mengelap muka dan kekamar mandi.
"hah sudah kek jani buatin teh lagi , maaf ya kek " ucapku berdiri dan tertawa geleng-geleng kepala kenapa dhani yang selalu kena semprot.
ku buatkan teh , ku lihat dhani sudah keluar kamar mandi dan mengabil baju baru di lemari.
"dhan... ?? lo marah ya sama gue ??? " ucapku menahan tawa.
"puas loo ??? " sahut dhani cemberut.
"iya iya gue minta maaf deh " ucapku.
aku mengikutinya dan masuk ke kamar dhani
"ehhh lo mau ngapain masuk ??? " tanya dhani yang menutup pintunya.
"ya gue mau ikut lo " jawab ku polos.
"oooowww mau masuk ya , sini cepet " ucapnya.
ia menutup pintu dan menguncinya.
"dhan kok di kunci sih ??? " tanyaku.
"katanya mau ikut " ucapnya membuatku semakin tak mengerti.
ilustrasi tongkat kakek.
__ADS_1