Sisi Lain Ilmu Hitam

Sisi Lain Ilmu Hitam
KENA SEMPROT.


__ADS_3

"wahhhh kek aku mau tongkat kayak kakek " ucapku kembali memapah kakek.


"rungok no aku ya nduk , koe ngko nek ndue tongkat koyo aku , ojo pisan-pisan di salah gunakan , amergo kui ngko tongkatmu owah dadi angkara ( dengarkan aku yan nak , nanti kalo kamu sudah punya tongkat seperti ku , jangan sesekali menyalahgunakanya , nanti tongkat itu akan menyimpan kekuatan jahat )" ucap kakek.


"kek jani malah takut " ucapku sedikit ketakutan efek yang harus diterima.


"hhh nggak usah takut kamu harus bisa melakukam semua itu nduk " ucap kakek yang melangkahkan kakinya , lalu ku ikuti.


setelah beberapa langkah tibalah kami di rumah nenek , pintunya terbuka apa dhani marah padaku.


aku dan kakek pun masuk ke dalam dan dismbut hangat oleh dhani .


huft ku kira dia marah , semoga saja manusia songong ini tak mengatakan hal bodoh itu tadi.


kakek sudah duduk di sofa , dan aku langsung ke dapur untuk membuatkan teh hangat , tak kusangka ternyata Dhani mengikuti ku.


"Aa....." teriakku namun dibungkam oleh dhani , yang langsung ku injak kakinya agar melepaskan bungkamanya.


"apa-apaan sih lo ???? , udah gila ya ???? " ucapku.


"aawwww sakit tauk , ya nggak lah gue masih waras " ucapnya memegang ibu jari kakinya.


"ya trus napa lo muncul tiba-tiba di depan gue ??? " tanyaku ketus , yang memandang sadis muka play boy itu , tanpa kusadari hampir separuh toples , gula kumasukan ke cangkir kecil.


aku segera meninggalkan dia sendirian di dapur.


"kek silahkan diminum " ucapku dengan meletakan segelas teh hangat.


dhani kembali membuntutiku , dan berdiri di depan kakek yang sedang menyeruput teh hangat buatanku.

__ADS_1


**byyyrrrrrrr wuahhh*


kakek tak sengaja menyemprotkan teh itu di muka dhani yang ingin duduk disebelahnya*.


aku yang melihatnya basah kuyup tertawa terpingkal-pingkal.


"kek !!!!! kok dhani di semprot sihh !!! " ucapanya yang masih scyok.


aku semakin geli melihat tingkah laku mereka berdua, kakek yang melihatnya hanya terenyum kecut.


"badala , iki seng nggawe teh sopo ??? ( astaga , ini yang buat teh siapa ??? ) " ucap kakek menghentikan tawaku.


"jj jani kek " ucapku yang masih ketawa kecil.


"ya allah rasak no nyoo ,opo meh nggawe gula ku munggah ???? (ya allah rasakan itu , apa mau buat gula ku naik ???) " ucap kakek.


*byyyrrrrrrr wuekkkk *


"hih teh apaaan ini rasanya cuma manis " ucapku tak menghiraukan dhani yang kembali basah kuyup , ku lihat teh itu.


kakek yang melihat dhani kembali basah kuyuo tertawa terpingkal-pingkal , hingga batuk-batuk.


aku yang masih fokus ke teh itu segera meliht kakek.


"kenpa kek ??? " tanya ku heran.


"tontonen sedulurmu kui (liatlah saudara mu itu ) " ucap kakek yang masih terpingkal-pingkal.


astaga aku nggak sengaja beneran , suwerrr

__ADS_1


aku dan kakek melihat dhani tertawa terpingkal-pingkal , Dhani yang melihat kami tertawa , hanya fokus mengelap muka dan kekamar mandi.


"hah sudah kek jani buatin teh lagi , maaf ya kek " ucapku berdiri dan tertawa geleng-geleng kepala kenapa dhani yang selalu kena semprot.


ku buatkan teh , ku lihat dhani sudah keluar kamar mandi dan mengabil baju baru di lemari.


"dhan... ?? lo marah ya sama gue ??? " ucapku menahan tawa.


"puas loo ??? " sahut dhani cemberut.


"iya iya gue minta maaf deh " ucapku.


aku mengikutinya dan masuk ke kamar dhani


"ehhh lo mau ngapain masuk ??? " tanya dhani yang menutup pintunya.


"ya gue mau ikut lo " jawab ku polos.


"oooowww mau masuk ya , sini cepet " ucapnya.


ia menutup pintu dan menguncinya.


"dhan kok di kunci sih ??? " tanyaku.


"katanya mau ikut " ucapnya membuatku semakin tak mengerti.


ilustrasi tongkat kakek.


__ADS_1


__ADS_2