Sisi Lain Ilmu Hitam

Sisi Lain Ilmu Hitam
HARI BARU


__ADS_3

akhirnya kami mengambil sejumput lalu disebarkan lah garam itu kesekitar , ajaib nya setelah garam itu habis.


kami mendengar teriakan , setelah beberapa saat para warg keluar dari balik pepohonan.


"dan mereka menghampiri kami dan mengucapkan terima kasih , ada juga yang sujud syukur , namun ku tahan.


akhirnya para warga disini tidak ada yang merenggang nyawa , ayam pun berkokok pertanda hari sudah mulai pagi , dan tugas kami akhirnya finis juga.


ternyata dibelakang kami , banyak keluarga yang kehilangan sosok salah satu keluarga mereka yang hilang , tampak juga ibu dan ayah ku dan juga kakek nenek ku.


mereka semua memegang kitab suci , mereka ikut mendoakan dan membantu kita semua , kulihat tampak wajah yang tadinya murah menjadi cerah bahagia.


aku berlari menuju keluargaku , juga ibu sebaliknya berlari kearahku , dan kami berpelukan , mereka semua berpelukan.


seperti sudah berpisah lama padahal hanya satu hari , tangis bahagia pecah , seperti karnaval menangis satu dunia.


semua menghampiri keluarganya masing-masing , kakek buyut ku memghapiriku.


"dahhh tugas mu udah selesai nduk , pie koe seneng ( gimana kamu senang ???)" tanya kakek.

__ADS_1


"nggeh kek jani remen , akhirnya perjuangan kami tidak sia-sia ( iya kek jani seneng )" ucapku.


"kalian berlima mulai besok belajar kerumah kakek ya , kalian akan menjadi orang hebat , yang akan dibutuhkan banyak orang , ora selawase nduk , ora selawase ilmu kejawen i medeni , menyesatkan , ora nduk , kui kabeh tergantung kepie caramu nggunake ( tidak selamanya , tidak selamanya ilmu jawa itu menakutkan , menyesatkan , tidak nak , itu semua tergantung gimana dirimu memanfaatkan nya )" ucap kakek.


kami berlima berkumpul ditengah keramain warga itu , mereka melihat kami dengan senyuman terindah , mereka seperti ingin mengucapkan banyak terima kasih.


salah satu dari warga itu , mungki lebih tepatnya pak kades , ia menawarkan kami berkunjung ke rumahnya , untuk istirahat .


namun ibu menolak , ia lebih memilih Istirahat dirumah , jika ada waktu kami akan berkunjung ke rumah pak kades itu.


akhirnya kami memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.


aku menaiki mobil beserta dhani kakek dan nenek.


selama di mobil aku tertidur pulas , aku sudah berada didemensi lain , yaitu dimensi alam mimpi.


entah aku dimana namun seperti di sebuah taman yang sangat indah dan banyak ditumbuhi bunga-bunga cantik, dan banyak kupu-kupu berterbangan.


anehnya aku memakai dress dibawah lutut berwarna putih dan rambutku terurai .

__ADS_1


"dimana gue ??" tanyaku dalam hati.


bodo amat lah gue mau menikmati taman yang indah ini.


namun kulihat ada sesosok pria yang berdiri di balik pohon beserta kudanya , entahlah siapa dia.


kusapa ia , namun anehnya ia tak menjawab sepatah katapun.


"heyyy siapa itu ??? boleh kah gue bertanya ?? " teriak ku namun pria itu lagi-lagi tak menyahut sepatah katapun.


aku mencoba mendekat , ia memakai pakaian putih seperti pangeran kerajaan.


kuhampiri berjalan pelan-pelan , aku hampir mendekati nya , sekarang posisi ku denganya hanya terhalang oleh pohon besar ini.


kuberikan diri melangkah beberapa langkah lagi untuk memastikan ia pria baik.


kulihat ia mengambil beberapa bunga dan menggenggamnya di tanganya , sungguh indah bunga itu.


akhirnya kumemutuskan untuk menyentuh bahunya.

__ADS_1


"haiii" ucapku sambil menyentuh bahu pria itu , ia berbalik badan , dan wajahnya sangat tampan , aku kenal pria ini.


"lo......kan.............


__ADS_2