
"Enggak gue nggak takut sama siapa saja , karena ini udah malem kan perempuan nggak boleh keluar malem-malem"ucap ku beralasan.
"Eh dhan gue punya perasaan nggak enak nih , lu ngrasa nggak sih " tiba-tiba bulu kuduk ku berdiri.
"Alah udah malem , lo nggak mau tidur apa ??" Ucap dhani meninggalkan ku .
"Eh tunggu "ucapku menarik bahunya.
Malam semakin larut jam dikamar menunjukan pukul 22.30 wib , namun mataku tak bisa kupejamkan , perasaanku tak enak seperti besok akan terjadi sesuatu.
Aku beranjk keluar kamar mencari udara , kata orang kalo kena angin bakal cepet kantuk.
Aku berada di kursi tamu ingin menyalakan tv , aku segera menyalakan nya kulihat banyak chanel menarik seperti lelucon , lawakan.
Sekitar 2 jam aku menonton tv namun mata ini belum juga mau tidur , terdengar suara pintu terbuka.
Di dalam benak ku terasa takut untuk bergerak , namun jiwa kepo ku terus menghantui ku.
"Ayo jani kamu bisa kamu pasti bisa , kan lo nggak takut sama siapapun " ucapku menyemangatiku sendiri.
Aku beranjak menuju sumber suara itu , terdengar jelas seperti di belakang ruang tamu.
"Ayo bisa , kamu pasti bisa , ah udah ah nyerah balik aja " nyali ku tiba-tiba ciut aku segera berbalik badan dan ingin mengambil langkah seribu.
Namun tiba-tiba tubuhku di tarik oleh seseorang dan ia menyeretku hingga ke ruang tamu.
"AAAAA LEPAS KAN AKU !!!!! " Teriak ku sembari menutup mata tak kuasa melihat penampkan aneh.
"SSSSSSTTTT , udah malem brisik tauk , lo tu udah malem kok masih keluyuran , nggak puas apa siang tadi muter-muter " ucap dhani sambil berbisik-bisik.
"Astaga , ternyata suara itu lo dasar dhemit sialan" ucapku sambil ikut berbisik-bisik.
"Untung demitnya ganteng , coba kalo demitnya mandi darah , udah pingsan lo bikin gue repot lagi ".
"Gue belum bisa tidur , makanya gue liat tv , lo ngaggu gue aja !! " Ucapku berdiri.
"Gue temenin " tawaran dhani.
__ADS_1
"Eh apasih , nggak , G U E N G G A K M A U , paham" ucapku sambil duduk.
"Gue nggak butuh pendapat lo , lagian sebentar lagi udah subuh " ucapnya sembari duduk di sebelahku.
Sebenarnya aku juga takut kalo sendirian , tapi gengsi dong kalo minta ditemenin demit aneh ini.
Mata sangat kantuk sekali . Tak sadar aku tertidur di pundaknya , ia juga tertidur di sofa ruang tamu tv juga masih menyala.
Sepertinya aku hanya tidur 5 detik , aku terkejut dan bangun ada yang mengguncang tubuhku.
"Nduk jan Jani , dhani " suara nenek membangunkan kami.
"WAAAAAAA !!!! , LO NGAPAIN TIDUR BARENG GUE !!! " ucapku tak sadar peristiwa kemarin , makhlum saja kalo orang jawa bilang "nyowone lagi bali "( nyawanya baru kembali ).
"Lah gue kenapa tidur sam lo !! " Ucap dhani ling-lung ia juga masih bingung.
"Lha kok podo takok , kat mau isuk mbah tau ,udah sekarang mandi mau sekolah nggak (lha kok sama tanya , dari tadi pagi mbah liat ).
Aku segera bangkit dan menuju kamar mandi dan segera menyiram tubuhku , sungguh rasa air di desa sungguh dingin , tak seperti waktu di kota mungkin lebih hangat.
Kamipun segera ke menuju ke ruang makan , ya nasib tinggal di desa , makanannya pun cenderung ke santan dan pedas , sebenarnya sih aku suka pedas , tapi aku tak suka santan.
Keperluan camping juga sudah di siapkan ibu sejak awal jadi tinggal beres saja , ibuku selalu bisa diandalkan , dasar akuhh anak manja hehehe.
"O ya nek nanti ibu jemput aku nggak ??? , soalnya banyak barang yang dibawa " tanya ku setelah selesai makan.
"Hah dasar anak ibu "cletuk dhani yang berada di samping ku .
"Emang gue anak ibu , masak gue anak sapi anehh" sahutku kecut.
"Sudah-sudah angger ketemu kok padu lho (setiap ketemu kok berantem lho )" ucap nenek.
"Iya nanti ibu mu kesini menjemput kamu sama Dhani kan barang bawaan mu banyak kan " ucap nenek membuat ku tersedak minuman.
*Ehhhkkk*
"Dhani ???"ucapku sembari mengusap air yang belepotan di mulutku.
__ADS_1
"Iya kenapa nduk ??"tanya nenek sambil mengusap rambut yang kuurai.
"Nggak papa nek " jawabku sambil beranjak ke depan menunggu mobil ibu.
Sekitar 15menit kami menunggu mobil mama cukup lama , karan sekalian mengantar sarah ke sekolahanya.
"Lama ya nak , maafin ibu ya ,ni salah ayah mu "omel ibu ke ayah.
"Lho kok ayah kan ibu yang mau mampir ke toko ini toko itu "cletuk ayah.
Kami berdua tak menghiraukan dan segera masuk mobil , ternyata kami langsung ke lokasi kemah.
Cukup jauh perjalanan sekita 30menit kami baru tiba , di depan hutan aneh dan rimbun.
"Dhan kok hutanya rimbun gini ya "tanya ku sambil mengambil koper ku daru belakng mobil.
"Kalo nggak rimbun namanya bukan hutan "sahut dhani menjengkelkan , memang ia nggak bisa diajak serius.
"Ibu kan kesini 2hari sekali nggak pap kan dan , jan yang mandiri ya jangan bertantung terus sama ibu , nanti kalo ibu kesini akan bawain tambahan uang jajan sama makanan buat kalian "ucap ibu aku langsung mencium punggung tanganya.
"Iya kalian hati-hati ya kalo mau ngapa-ngapain harus baca basmallah dulu , oke , dhan pakdhe titip jani dulu jaga dia " pinta papa pada dhani.
"Siap pakdhe dhani akan selalu di samping jani terus " ucap dhani sambil hormat kepada ayah.
Ibu dan ayah segera berpamitan dan mereka pergi , tinggal aku dan dhani doang.
Saat aku masuk di hutan itu aura menyengat tiba-tiba menyelimuti tubuhku.
Ku lihat banyak anak sekolah seumuran ku yang masih berseragam Pramuka , berjalan melewati kami , namun wajahnya sangat pucat.
Namun banyak juga yang wajahnya seprti kami ,brarti itu masih hidup filingku.
"Dhan gue kayaknya mau pulang aja deh , sumpah gue ngerasain perasaan yang nggak enak banget " ucapku merinding.
"Udah gue ada disini percaya sama gue " ucao dhani megenggam erat tanganku.
Bulu kuduk ku merinding , kami berjalan di ikuti banyak makhluk misterius.
__ADS_1