
"eh ada benernya juga apa kata lo , lha trus ini makam apaan dong " ucapnya.
tiba-tiba makam itu terbelah dan terbuka berbalik.
kami dikejutkan mayat busuk yang bebau anyir , pocong yang kainnya masih utuh beserta jasadnya , dengan mata terbuka.
"AAAAAAAAAAAA !!!!!! POCONG !!!!!!!!! ".
Aku mengambil langkah seribu , berlari tam tau arah bahkan aku tak menghiraukan dhani , yang kupikirkan sekarang , bagaimana caranya agar tidak ketemu makhluk itu tadi.
nafas ku ngos-ngosan, sepertinya kaloriku sudah habis terbakar , aku berhenti di bawah pohon pisang.
"huft , capek banget , eh gue sendiri , lah dimana dhani ???" ucapku baru sadar jika aku sendirian.
"ya elah gini amat sih , oke Jani kali ini nyalimu dipertarungkan " ucapku menyusuri makam yang sangat luas ini.
"ehh ini kan makam tadi , gue kenapa kesini sih , udah ah gue capek " ucapku tak tau arah.
"DHAN !!!!!! , DAHNI !!!!!! LO DIMANA SIHH !!!! , HUFT GINI AMAT SIH !!!! " keluhku yang tiba-tiba aku melihat gubuk reyot yang berada tak jauh dari makam aneh itu.
klinntngggggg.
belum sempat aku melangkah kan kaki , ada sebuah kalung berbandul kunci jatuh di atas telapak kaki ku.
"ehh apa ini " segera kuambil dan ku kalungkan ke leherku , aku segera berlari menuju gubuk itu.
kaki ku tersandung batu , karena gelap .
"ya tuhan , andai aja ada dhani , nggak serem-serem amat dah " keluhku.
__ADS_1
aku segera berlari menuju gubuk itu dan duduk di atas lincak (kursi dari bambu).
"gimana ini dhani nggak ada , biasanya dia juga yang bantu gue , mana sekarang semua bergantung sama gue lagi" keluhku.
"berharga bat dah kayaknya manusia itu , kalo ada aja ngajak berantem , tapi kalo nggak ada gue juga nggak bisa nylesain masalah gue " keluhku seperti berharap dhani kembali.
"ternyata orang itu berguna juga , gue sekarang harus gimana ???? , DHANIIII !!!!!! GUE BUTUH LO !!!!! " seru ku.
wuuuussssshhhhhh
"lisa , dhani mana lis ???? , katakan sama gue !! " tanyaku.
"cieee kangen ya , emang kok dhani itu ngangenin , ganteng lagi " cloteh lisa.
"apaan sih lo lis , gila kalik gue suka sama orang itu " ucapku ketus.
"udah jujur aja deh " rayu lisa yang membuat pipi ku memerah.
"lama nungguin jawaban kamu , keburu dhani jatuh lagi , ayo pegang tangan ku " ucapanya , aku segera memegang tanganya.
dan bruggghhhhhh.
"ha elah kebiasaan deh pasti pendaratan yang nggak sempurna " ucapku jatuh di depan seorang kakek tua memakai baju jawa.
entah kenapa aku bisa merasakan apa yang akan terjadi padaku kedepanya.
aku segera bangkit dan mengayunkan tanganku , dan tiba-tiba muncul tongkat dhani waktu itu.
"WANI KOE KARO AKU !!!!! HHHHHHHH !!!!! NGENE WAE NEK KOE KALAH ALI-ALI MU DADI WEK KU , TAPI NEK AKU KALAH AKU BAKAL MBEBAS KE TAHANANKU !!!!!! ( BERANI KAMU DENGAN SAYA !!!!!!HHHHHHH!!!!!!!! GINI AJA JIKA KAMU KALAH CINCIN ITU JADI MILIK SAYA , TAPI JIKA SAYA YANG KALAH SAYA AKAN MEMBEBASKAN TAWANAN SAYA !!!!! ) " Seru kakek itu.
__ADS_1
dasar kakek-kakek banyak omong , kita adu saja siapa yang kalah.
aku segera menggerakan tongkat itu dan menghempaskannya ke arah kakek itu.
bruuugggghhhhh.
"awwwww , kurang ajar , sapto entek no bocak kui !!!! ( kurang hajar , sapto habisi anak itu !!!!!)" ucap kakek itu menyuruh peliharaanya.
ku lihat dhani sudah tak berdaya tekapar hidungnya keluar darah.
makhluk itu memulai duluan , menyerangku namun kalung yang kupakai tadi bersinar terang dan membuat makhluk itu hangus menjadi debu.
"hah sekarang kau bisa apa kek ??? , kenapa kau habisi saudaraku yang tak bersalah , apa maumu ???? " tanyaku masih memegng tongkat itu.
"cuhhhhhh , bocah bayi awas koe , aku memang kalah soko koe , tapi titenono , koe bakal mati bariki !!!!!! ( anak bayi awas kamu , aku memang kalah dari kamu , tapi lihat saja , kamu bakal mati nanti !!!!! ) " ucap kakek itu menghilang dari hadapanku.
aku segera berlari menuju dhani yang lemas tak berdaya itu , kutatap ia sedih.
tak kusangka air mataku jatuh melihat kondisinya.
kuelap darah yang keluar dari hidungnya.
"maafin gue dhan , ini semua salah gue , karna gue elo jadi kayak gini , semua ini salah gue " ucapku terisak menangis dan mengelap darahnya.
"llll lo kenapa nangis ???? , g-g-gue nggak papa " ucapnya membuka mata sedikit demi sedikit.
"ini bukan salah lo , udah kewajiban gue ngelindungi lo , walaupun harus nyawa gue yang jadi taruhanya " ucapnya terbata-bata.
aku yang mendengarnya tak kuasa menahan air mata lagi.
__ADS_1
"udah jangan nangis gue nggak papa beneran !! , jangan ngeluh lagi , apalagi nangis didepan gue !! gue merasa bersalah malahan " ucapnya mengelus air mataku yang mengalir dipipi.
"udah lo diem , ini semua salah gue , lo yang jadi sasaranya terus , gue minta maaf dhani " tangis ku pecah melihatnya lemas tak berdaya.