
"hah , nggak bisa nji , gue kayak dikutuk selalu tertimpa masalah yang nggak ada henti-hentinya di hidup gue , gue capek nji , gue bener-bener capek " ucapku sedih.
"heyyy gue bawa lo kesini biar lo tu senyum , happy , bukanya gini ,dah udah ya , kita kesana yuk , pemandangannya jauh lebih cantik " ucapnya lalu ia mengenggam tanganku.
kami berjalan keluar cafe , kami suda berada di ujung bukit ini , betapa terkejutnya diriku , ku kira jurang yang menyeramkan , ternyata ini lebih indah dari segalanya.
"eh eh Panji itu ada air terjun , gimana kita ke sana , gue pengen kesana , bisa nggak ??" tanyaku tiba-tiba ceria.
ia melihatku bahagia.
"nahh gini dong , jangan murung lagi , ntar cantiknya ilang lohh " ucapnya membuatku semakin bahagia.
diam" ternyata panji memendam rasa kepada jani "walaupun lo kadang ngeselin lo itu cewek pertama yang bisa naklukin hati gue , jangan panggil gue panji kalo nggak bisa naklukin hati lo ".
"panji' fotoin dong bagus nihhh " ucap jani sambil memberikan ponsel nya kepada panji.
" siap tuan putri " ucapnya .
benar" hari yang menyenangkan bagi jani karna ia terlepas dari gangguan" para makhluk.
"udah sore nih pulang yok " ucap jani menarik lengan Panji.
__ADS_1
mereka akhirnya memutuskan untuk pulang , akhirnya jani tiba dirumah , dan ya benar saja...
" heh , dari mana aja lu nggak usah balek aja sekalian , lo tau nggk jam berapa ???" omel dhani.
"bawel lu kayak emak``" ucap jani.
"ehh tunggu dulu...." ucapnya menghadang pintu masuk.
"lo punya nomer temen lo yang namanya rachel nggak ???" tanya dhani membuatnya sedikit terkejut.
"sehat lu ???? ada nih" ucap jani memberikan ponselnya .
ucapan itu membuat jani tertawa tak henti2nya .
malam ini dhani sibuk dengan ponselnya , tak biasanya dhani bersikap seperti ini.
jani pelan2 mengendap2 pintu masuk , namun ada telfon berdering.
"ayah ngapain telfon ??"
"hallo yah ?? ada apa tumben ??"
__ADS_1
"iya sayang , gimana kabarnya ?? jadi ayah akan merenov rumah nenek ini menjadi lebih moderen , mungkin berlantau dua ,ooo ya recananya setelah rumah ini selesai , nanti paman kamu yang akan jaga rumah +toko ini , trus ayah akan pindah ke kota membuka cabang , apa kamu mau ikut ke kota lagi sayang???" ucap ayah membuat jani sedikit kaget.
*mana mungkin aku kembali kekota , emang disana lebih asik , tapi aku akan kehilangan teman" ku dan juga aku akan rindu dhani kakakku , panji juga , baru saja ia membuatku nyaman.
"hallo jani* ......"
"ehhh iya yah , emng kapan kita ke kota ???"
"ayah juga tidak tahu , yang pasti setelah rumah ini selesai ya nak "
"iya yah...."
"kamu gpp kan ??? ya udh assalamualaikum"
"walaikumsalam yah "
telfon pun ditutup oleh ayah , hati jani bimbang ia tak tahu harus milih tinggal di desa apa di kota ,jika ia di desa mungkin pendidikan nya hanya sampai disini2 saja , tapi kalo dikota ia akan melanjutkan kuliah dan lebih maju pendidikannya .
ia bimbang ia tak mungkin begitu saja meninggalkan kampung halamanya ini , tetapi ia juga rindu akan suasana kota.
"ya tuhan berilah hamba mu ini kemudahan , cobaan apa lagi ini " ucapnya lirih dalam hati , ia hanya pasrah akan jalan tuhan.
__ADS_1