
"dhani , ini tongkat lo , berkat tongkat itu , gue bisa banyak belajar ilmu gue , makasih ya " ucapku dengan memberikan tongkat itu.
"udah lo bawa aja sementara , buat jaga-jaga ,gue sekarang hanya bisa bantu lo sedikit" ucapnya seakan menyalakan dirinya sendiri.
"gue nggak mau lo terluka " deggggg napa sih lo dhan.........
aku segera menghampirinya dan memapahnya ke ruang tamu untuk berbincang hangat.
"aw hhh duhh" ucapnya saat ingin duduk.
"pelan-pelan dhan , sakit ya ??? " ucapku.
"dhan kenapa gue punya ilmu kek gini ya ??? " tanyaku sedih meratapi hidupku.
"udah gue jauh dari agama ditambah lagi punya ilmu kek gini , mana banyak lagi yang meninginkan cincin ini " ucapku memandang cicin itu.
"sabar aja napa sihh ??? semua itu banyak godaannya , jangan sedih napa sih ??? , semua itu cobaan " jawabnya.
"tapi dhan banyak banget makhluk-makhluk itu yang ingin mencelakakan gue, seolah-olah tu gue mangsa mereka" keluh ku entah mengapa kepala ini menyender di pundaknya.
"jangan ngelus , lo tau banyak orang di luar sana yang ingin mempunyai ilmu kayak lo , tapi lo malah ngeluh" clotehnya.
"gue tu mau bebas gitu lo dhan , gue capek kayak gini " kata itu dengan mudah keluar.
sejak kapan gue curhat sama dhani , ternyata ia juga enak kalo diajak curhat , andai aja dhan lo tiap hari kayak gini.
"lha emang lo dikurung dalam sangkar apa ??? " clotehnya.
lagi wae tak lem eh malah bali nehh , sumpah manusia aneh , tapi bodo amat gue terlanjur nyaman senderan kayak gini (baru aja tak puji eh malah mbalik lagi ).
__ADS_1
"dhan lo bisa serius ngga sihh , udah capek lo tambahin lagi " rengek ku sebal.
"serius soal apa ??? " clotehnya lagi-lagi.
et dah dari pada gue gila mending keluar cari hawa segar dari pada sini engap.
aku segera beranjak berdiri dan keluar namun tanganku di tarik olehnya.
bagaikan di kurung dalam sangkar karatan.
"gue ikut boleh nggak ??? " ucapnya memasang wajah memelas.
bodoamat dah mau ikut apa nggak yang penting gue bisa keluar sebentar.
aku segera memapahnya dan berjalan keluar namun.......
"dhan gimana mau turun kalo medanya ngeri kayak gini ???? " tanyaku .
tiba-tiba ide cemerlang muncul ,hmmm lisa iya , dia kan pernah bantu gue saat kaki gue cedera.
"LIS !!!! , LISA !!!!! " tiba-tiba........
wuuuushhhhh.
"hai jan kenapa manggil aku ??? kangen ya ??? " clotehnya tak kuhiraukan.
lalu kubisikan ke telinganya apa yang aku rencanakan.
"eehhh !!!! gue mau di apain , ntar kesucian gue hilang " cloteh dhani.
__ADS_1
lisa mengagguk dan langsung masuk ke tubuh dhani seketika , ia bisa berdiri tegak.
"siap lis ??? " tanyaku.
"siap " ucapnya segera ku gandeng tanganya dan menuruni jalan yang ngeri itu.
"kalo caranya gini lo ngajak jalan-jalan raga gue lah sukmanya sukma lisa !!!!! " ucap dhani yang tubuhnya masih di kuaai lisa.
aku dan lisa tertawa terpingkal-pingkal .
"kan enak dhan lo nggak berat bawa tubuh lo sendiri " ucapku terkekeh.
"iya tapi gue nggak bisa ngerasain gandengan lo " ucapnya .
"ya itu derita lu !!!!! " ucapku serempak dengan Lisa.
kami berjanlan aku dan lisa sepakat untuk mendatangi pohon tua yang bawahnya ada sumber mata air yang dingin dan jernih.
"lis kita kesana aja yukk , kayaknya enak buat ngademin hati " ucapku.
"iya ayo " sahut lisa.
kami tiba di pohon besar dan tuan itu dekat dengan sawah nenek , angin sumilir menyambut kami dan lisa keluar dari tubuh dhani.
wussssshhhh
"enak banget disini enak banget buat mgademin hati yang lagi panas , raganya dipinjam " clotehku .
dhani yang tau aku menyiyir hanya menatap sinis.
__ADS_1
"huft kapan masalah ku kelar , gue mau kayak semula jadi manusia yang biasa " keluhku.