
"Hmm gimana ya , sebenarnya lo itu sleeping selama 2 minggu " jelasnya membuat ku kaget bukan kepalang.
"WHATTTT !!!!! " Seru ku membuat dhani membungkam mulut ku.
"Ssssstttt !!!! Jangan brisik napa , udah lo ikut gue aja " ucapnya membawaku kelantai atas dengan posisi masih membungkam mulutku.
Setelah kulalui berjalan dengam dibungkam mulutku , aku segera membrontak saat sampai di lantai atas.
"Lo apa-apaan sih ??? " Tanyaku ketus.
"Hmm lo mau tau nggak sebenarnya ?? " Jawabnya dengan berjalan kedepan.
"Eh gimana-gimana lanjutanya ??? Tapi dhan gue nggak berasa kalo tidur selama itu " tanyaku.
"Lo pikir waktu alam gaib Sama alam nyata sama apaa ?!!!! " Tanyanya.
"Iya , lah beda tho ??? " Tanya ku polos.
"Ya bedalah lo di sana 1jam saja disini tuh udah berhari-hari" jelasnya.
"Bisa gitu yak??? " Ucapku.
"Dan perlu lo ketahui saat lo di sana tu , cuma sukma lo , raga lo nggak ikut kebawa jadi...." Ucapan dhani terpotong oleh ku.
"TERPISAHHH ???? !!!! " Seruku.
"Jangan bilang gue mati suri gitu ??? " Ucapku sedikit ketus.
"Ya gue kan kagak bilang " ucapnya dengan terkekeh.
"Kok gue ngalamin gitu yak ? " Tanyaku bingung.
__ADS_1
"Ya gitulah bukti kebesaran Tuhan , jadi kita perlu mendekatkan diri kepadanya" ucapnya melangkah lebih maju.
"Tapi kan dhan ??? , Gue masih bingung nih ??? " Ucapku menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal.
"Apaa ?? Cepet keburu tengah malem nih ? " Clotehnya.
"Kenapa pas gue keluar dari kamar itu nggak ada SSATUPUN orang , lo juga kemana , malahan gue nemuin makhluk aneh itu !!!! " Tanyaku sedikit kesal denganya.
"Hmmm mungkin tu orang belum puas melihat lo menderita !! " Menghela nafas demgan memandang ke langit-langit.
Aku ikut melangkah , dan menghela nafas.
"Orang itu si.....WAWWWWW !!!!! " Belum sempat ku tanyakan pertanyaan itu hilang dari benak ku saat kulihat langit bertabur bintang.
"Kenapa lo , bagus ya " clotehnya.
"Hem bagus banget " ucapku dengan senyum merekah.
"Yee lo nggak tau sih , kami dikota tak bisa leluasa melihat bintang seperti ini , karna banyam bangunan dan gedung pencakar langit yang menutupi langit kota " jelasku sembari kembali menunduk.
"Dhan ??? Orang itu siapa ??? " Tanyaku kembali.
"Ada lah " ucapnya memalingkan wajahnya , sepertinya ia tahu orang itu , dan tak mau memberitahukan kepadaku.
Dhani beranjak pergi , menghindari pertanyaan ku itu , segera kususul dan kutarik tangan nya.
"Ehh mau kemana sih , kok lo menghindar " ucapku sedikit memasang muka memelas.
"Duhh , gimana ya , besok aja udah malem , kalo gue beritahu lo mrinding lagi " clotehnya yang malah berbalik menarik tanganku.
"Tapi janji ya besok beritahu " ucapku polos.
__ADS_1
"Iya-iya " jawab seperti membohongiku.
Kami segera menuruni anak tangga , namun kenapa nenek dan kakek tak ada di ruang tamu biasanya mereka menyusulku di ruang tamu.
Dan kenapa rumah ini menjadi engap sekali , aura panas dingin bercampur aduk , di ruangan ini.
"Dhan.... " Ucapku lirih.
"Iya gue tahu , kita sekarang bukan lagi dirumah " ucapnya mengangguk , dan masih memegang erat tanganku.
"Dhan.... Gue takut dhan , kenapa sih dhan......" Rengek ku ke dhani.
Ia mencoba tegar dan menyusuri semua isi rumah nenek.
Tak ada apapun yang kami temui kami berjalan keluar rumah dan menyusuri ke kandang hewan , namun ku tolak.
"Dhan gue nggak mau kalo harus berjalan maju kesana " tolak ku.
Karna di rumah nenek hanya bagian depan rumah saja yang mempunyai penerangan yang cukup.
Dan dibagian samping rumah tak ada satupun lampu yang dipasang.
"Dhan disana gelap " rengek ku.
Dhani yang melihatku sebenernya tak tega , namun ia tak mau kalo dia meninggalkan aku di tempat aneh ini.
"Tapi gue nggak mau kalo lo diculik sama makhluk ban*sat itu " ucapnya.
"WOIIII KELUAR LO SEMUA !!!!!!! " seru dhani.
Yang tiba-tiba membuat bulu kuduk ku berdiri , ya benar saja banyak puluhan makhluk yang sebelumnya belum kulihat berdatangan menuju ke tempat kami berdiri.
__ADS_1
Spertinya ia marah besar kepada kami , namun apa salah kami , bahkan yang kami hadapi tingginya melebihi kami semua.