
Aku masih bingung apa yang terjadi , kenapa ini , dan ada apa sebenarnya , pertanyaan itu selalu terlintas dibenak ku.
Kudengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang membuatku sedikit lebih tenang.
Kulihat dhani jika ia membaca ayat-ayat suci itu , tampang yang menjengkelkan itu berubah menjadi lebih teduh dan lumayanlah.
Setelah sekitar 20 menit mereka melantunkan ayat-ayat suci itu mereka membubarkan diri masing-masing , tinggal Dhani , kakek , ayah , mbah seno , dan kakek tua itu.
Hatiku masih bertanya-tanya siapa kakek itu , apa ia nyata , bagaimana bisa ia nyata , bukankah dia malaikat kiriman tuhan yang menjelma menjadi kakek-kakek tua baik itu.
Tubuhku terasa capek aku meminta izin ibu untuk tidur kekamar.
"Bu jani capek , jani mau kekamar dulu " ucapku sembari mencoba berdiri di bantu ibu.
Akhirnya aku memutuskan untuk berjalan sendiri menuju kamar.
Setelah berjalan cukup lama , sebenarnya tak jauh jarak antar ruang tamu dan kamar namun , tenaga saja tak punya , walau sudah diisi.
Kurebahkan tubuh ku kasur ku , terasa sangat nikmat , namun mataku tak bisa ku pejamkan.
Sekitar 10 menit aku tak bisa memejamkan mata , kuputuskan untuk keluar kamar , kulihat diruang tamu tak ada siapapun lagi , dimana mereka.
Aku menuju dapur barangkali bisa menemui nenek , namun saat aku melangkahkan kaki kedapur bukanya nenek yang kutemui namun sesosok makhluk besar aneh , berbulu seperri kucing , namun mempunyai tanduk di bagian kepala.
Sepertinya ia tahu kedatanganku , ia menatap lekat kearahku , mata merahnya melotot kearahku.
*GGRRRRHHHHHHH*
Suara geraman dari makhluk itu , membuat tubuhku bergetar , kulihat makhluk itu marah kepadaku , namun apa salahku , kenapa sepertinya ingin menelanku hidup-hidup.
Aku berjalan mundur teratur , mencoba melangkah mundur selangkah demi selangkah ku lakui.
Aku tak kuat melihatnya aku hanya bisa berteriak.
"AAAAAAA DHANI !!!!! " seru ku entah mengapa mulut ku mudah mengeluarkan nama itu.
__ADS_1
Tiba-tiba wussssss angin berhembus semilir *bruuggghhh*
Muncul lelaki di depan ku siap menerkam makhluk aneh itu , seperti singa yang tak melepaskan mangsanya.
"DHANII !!!! " ucapku refleks memeluknya , tak kuhiraukan ia juga memeluk ku kembali , dan menatap tajam makhluk aneh itu.
"sudah pergilah dari sini , aku akan mengurus makhluk ini , jangan hiraukan aku " ucapnya .
Tanpa pikir panjang aku segera menuruti perintahnya , ku ambil langkah seribu untuk pergi dari tempat itu.
Kukelilingi rumah nenek , kemana , dan harus bagaimana caranya aku keluar dari sini.
Tiba-tiba *bruggghhhh*
Ada dua orang laki-laki datang di depn ku , ya ku kenal dia , ya.
"Jani kamu tak apa ?? " Ucapnya mencoba bangun dari jatuhnya.
"Iya kak aku tak apa " jawabku.
Rizky mengangguk lalu memegang tanganku erat-erat dia kemudia berkomat-kamit , entalah apa yang ia sebut.
Tiba-tiba tubub kami seperti didorong seseorang menuju lorong penuh cahaya silau.
Ku buka mataku pelan-pelan aku berada di ruang tamu bersama ibu , nenek , dan ayah.
Ku peluk ibu yang masih menangis.
"Ibu" ucapku.
"Udah kamu aman disini , nggak usah takut lagi ya " ucap ibu mencoba menahan air mata.
"Bu dhani bu... Dia " ucapku terpotong.
"Iya nduk , sekarang kamu wudhu dulu kita bantu mereka ya " ucap ibu padaku.
__ADS_1
Aku segera mematuhi perintahnya aku segera ke kamar mandi untuk wudhu lalu mengambil Al Qur'an dan kami bertiga membacanya.
Sebenarya aku tak terlalu fasih dalam membaca ayat-ayat suci itu namun ku coba untuk membacanya.
Setelah sekita 10 menit aku membaca ayat-ayat suci itu , kami memutuskan mengakhirinya.
Kakek , ayah , mbah seno , kak tegar , dhani , dan rizky yang bersila di sampingku perlahan membuka matanya pelan-pelan.
Mereka sepertinya kelelahan , seperti sedang bertarung di alam lain.
Aku segera mengambilkan beberapa gelas , dan dibantu ibu yang membawakan seteko teh.
"Dhani kamu nggak papa ???? , maafkan aku ini semua salah ku " ucapku padanya.
Seperti kakak yang merelakan apapun demi keselamatan adiknya.
" Sudah tak apa , apa kau terluka ??? " Di berbalik tanya padaku.
"Aku tak apa " ucapku lirih , sangat merasa bersalah.
Tiba-tiba kakek-kakek tua itu datang lagi ia tersenyum saat melihatku , lalu kusalami dia.
"Kek " ucapku sembari mencium punggung tanganya.
"Iya nduk " jawabnya dengan mengelus rambutku.
Ia kemudian ikut berkumpul ke para lelaki itu , ibu menungkan teh ke cangkir lalu diberikan ke kakek itu.
Aku segera mengambil camilan yang dibuat nenek di dapur , ibu ternyata juga memyusulku.
"Bu kakek-kakek tua itu siapa tho ??? " Tanyaku penasaran.
"Itu i mbah buyut mu bapak nya kakek " ucap ibu.
"Owhhh " ucapku mengerti.
__ADS_1