Sisi Lain Ilmu Hitam

Sisi Lain Ilmu Hitam
BELUM BERAKHIR.


__ADS_3

Aku masih bingung apa yang terjadi , kenapa ini , dan ada apa sebenarnya , pertanyaan itu selalu terlintas dibenak ku.


Kudengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang membuatku sedikit lebih tenang.


Kulihat dhani jika ia membaca ayat-ayat suci itu , tampang yang menjengkelkan itu berubah menjadi lebih teduh dan lumayanlah.


Setelah sekitar 20 menit mereka melantunkan ayat-ayat suci itu mereka membubarkan diri masing-masing , tinggal Dhani , kakek , ayah , mbah seno , dan kakek tua itu.


Hatiku masih bertanya-tanya siapa kakek itu , apa ia nyata , bagaimana bisa ia nyata , bukankah dia malaikat kiriman tuhan yang menjelma menjadi kakek-kakek tua baik itu.


Tubuhku terasa capek aku meminta izin ibu untuk tidur kekamar.


"Bu jani capek , jani mau kekamar dulu " ucapku sembari mencoba berdiri di bantu ibu.


Akhirnya aku memutuskan untuk berjalan sendiri menuju kamar.


Setelah berjalan cukup lama , sebenarnya tak jauh jarak antar ruang tamu dan kamar namun , tenaga saja tak punya , walau sudah diisi.


Kurebahkan tubuh ku kasur ku , terasa sangat nikmat , namun mataku tak bisa ku pejamkan.


Sekitar 10 menit aku tak bisa memejamkan mata , kuputuskan untuk keluar kamar , kulihat diruang tamu tak ada siapapun lagi , dimana mereka.


Aku menuju dapur barangkali bisa menemui nenek , namun saat aku melangkahkan kaki kedapur bukanya nenek yang kutemui namun sesosok makhluk besar aneh , berbulu seperri kucing , namun mempunyai tanduk di bagian kepala.


Sepertinya ia tahu kedatanganku , ia menatap lekat kearahku , mata merahnya melotot kearahku.


*GGRRRRHHHHHHH*


Suara geraman dari makhluk itu , membuat tubuhku bergetar , kulihat makhluk itu marah kepadaku , namun apa salahku , kenapa sepertinya ingin menelanku hidup-hidup.


Aku berjalan mundur teratur , mencoba melangkah mundur selangkah demi selangkah ku lakui.


Aku tak kuat melihatnya aku hanya bisa berteriak.


"AAAAAAA DHANI !!!!! " seru ku entah mengapa mulut ku mudah mengeluarkan nama itu.

__ADS_1


Tiba-tiba wussssss angin berhembus semilir *bruuggghhh*


Muncul lelaki di depan ku siap menerkam makhluk aneh itu , seperti singa yang tak melepaskan mangsanya.


"DHANII !!!! " ucapku refleks memeluknya , tak kuhiraukan ia juga memeluk ku kembali , dan menatap tajam makhluk aneh itu.


"sudah pergilah dari sini , aku akan mengurus makhluk ini , jangan hiraukan aku " ucapnya .


Tanpa pikir panjang aku segera menuruti perintahnya , ku ambil langkah seribu untuk pergi dari tempat itu.


Kukelilingi rumah nenek , kemana , dan harus bagaimana caranya aku keluar dari sini.


Tiba-tiba *bruggghhhh*


Ada dua orang laki-laki datang di depn ku , ya ku kenal dia , ya.


"Jani kamu tak apa ?? " Ucapnya mencoba bangun dari jatuhnya.


"Iya kak aku tak apa " jawabku.


Rizky mengangguk lalu memegang tanganku erat-erat dia kemudia berkomat-kamit , entalah apa yang ia sebut.


Tiba-tiba tubub kami seperti didorong seseorang menuju lorong penuh cahaya silau.


Ku buka mataku pelan-pelan aku berada di ruang tamu bersama ibu , nenek , dan ayah.


Ku peluk ibu yang masih menangis.


"Ibu" ucapku.


"Udah kamu aman disini , nggak usah takut lagi ya " ucap ibu mencoba menahan air mata.


"Bu dhani bu... Dia " ucapku terpotong.


"Iya nduk , sekarang kamu wudhu dulu kita bantu mereka ya " ucap ibu padaku.

__ADS_1


Aku segera mematuhi perintahnya aku segera ke kamar mandi untuk wudhu lalu mengambil Al Qur'an dan kami bertiga membacanya.


Sebenarya aku tak terlalu fasih dalam membaca ayat-ayat suci itu namun ku coba untuk membacanya.


Setelah sekita 10 menit aku membaca ayat-ayat suci itu , kami memutuskan mengakhirinya.


Kakek , ayah , mbah seno , kak tegar , dhani , dan rizky yang bersila di sampingku perlahan membuka matanya pelan-pelan.


Mereka sepertinya kelelahan , seperti sedang bertarung di alam lain.


Aku segera mengambilkan beberapa gelas , dan dibantu ibu yang membawakan seteko teh.


"Dhani kamu nggak papa ???? , maafkan aku ini semua salah ku " ucapku padanya.


Seperti kakak yang merelakan apapun demi keselamatan adiknya.


" Sudah tak apa , apa kau terluka ??? " Di berbalik tanya padaku.


"Aku tak apa " ucapku lirih , sangat merasa bersalah.


Tiba-tiba kakek-kakek tua itu datang lagi ia tersenyum saat melihatku , lalu kusalami dia.


"Kek " ucapku sembari mencium punggung tanganya.


"Iya nduk " jawabnya dengan mengelus rambutku.


Ia kemudian ikut berkumpul ke para lelaki itu , ibu menungkan teh ke cangkir lalu diberikan ke kakek itu.


Aku segera mengambil camilan yang dibuat nenek di dapur , ibu ternyata juga memyusulku.


"Bu kakek-kakek tua itu siapa tho ??? " Tanyaku penasaran.


"Itu i mbah buyut mu bapak nya kakek " ucap ibu.


"Owhhh " ucapku mengerti.

__ADS_1


__ADS_2