
"WOYYY !!!! ADA ORANG NGGAK ????? TOLONG DONG !!!!!! " seru dhani membuat sebal karna tak dapat menanyakan lebih dalam tentang tongkat itu.
dasar songong manggil aja nggak tahu waktu awas aja lo.
"kek bentar ya tu orang songong lagi manggil , butuh bantuan " ucapku berdiri.
kakek juga ikut berdiri.
"ya nduk aku yo ameh mantuk wae ( aku juga mau pulang saja ) " ucap kakek.
"jani bantu sampe depan kek " tawarku.
"rasah nggak papa , urus aja tu bayi gerang mu ( bayi besar mu )" terkekeh.
kakek segera pergi dan aku menghampiri anak kecil yang teriak minta tolong.
"ada apa ??? " ucapku besender di pintu kamar.
jadi cowok lembek amat sih , apa memang sengaja mencari kesempatan dalam kesempitan.
"dari pada bersender di situ mending di pundak gue nihh ngaggur " clotehnya tak kuhiraukan.
"seberapa sakit sihh !!!! gue dulu aja tuhh jalan ke batu itu sampai sini sendiri kuat !!! " ucapku.
dani segera berdiri berjalan menghampiri ku dengan tertatih-tatih , sebenarnya aku tak tega melihatnya.
"ini gue kuat kok " ucapnya menahan sakit seprtinya sungguh sakit.
__ADS_1
"dhan lo bener bisa jalan sendiri " ucapku.
"ii iya g-u-e bisa santuy aja " sahutnya
"kasihan dia , itu bukan kesleo biasa , karena hempasan tongkat itu jani , dan yang bisa nyembuhin cuma kamu , karena kamu yang buat dhani seperti itu " bisakan lisa.
"YA GUE HARUS GIMANA ???!!! " Seru ku .
"lo nggak usah gimana-gimana gue bisa sendiri kok " sahut dhani.
"ehh bukan kamu kok "
sejak kapan gue pagil dia kamu anehh aku.
"*untuk menembusnya sedikit kamu harus mau membantunya apa pun yang terjadi " .
"iya itu kalo kelihatan lukanya , kayak busuk lho*" .
refleks aku memeluknya yang berada di depanku menahan kesakitan itu.
"dhan gue minta maaf pasti sakit ya " ucapku entah mengapa air mata ku jatuh membasahi pundaknya.
"ehh lo nangis ya " ucapnya ikut memeluk.
"gue nggak papa beneran , kalo lo nangis gue malah makin bersalah " ucapnya melepas pelukannya dan mengusap air mata yang mengalir di pipiku.
tak kusangka ia sebaik itu , orang yang paling gue banci ternyata segitunya sama gue.
__ADS_1
"cupp udah jangan nangis gue nggak papa beneran " ucapnya.
"hikssss , gue janji akan dampingi lo sampai lo sembuh " ucapku manis.
sejak kapan gue berbuat dan berkata manis sama manusia aneh ini.
"lo ada disamping gue aja , udah cukup buat gue " ucapnya.
"hihh jangan ngeyel dehh , udah aku janji ,hmm ya " aku mengacungkan jari kelingking ku.
ia tersenyum manis dengan ku dan juga mengacungkan jari kelingkingnya , dan jari kami bersatu.
"eitt tapi janji jangan nangis di depan gue , gue nggak mau liat lo nangis " ucapnya.
"iya janji" sahutku.
"gue juga akan berjanji siapapun yang bikin lo nangis bakal berurusan sama gue , itu bisa gue Pastikan !!! " sahutnya.
*sejak kapan dia peduli sama gue , dan sejak kapan gue baik sama dia , hihhh hati gue kenapa sihh.
nggak , nggak mungkin gue suka , dia kan nyebelin , disamping itu dia kan saudara gue sendiri.
dasar jani kepedean sihh mungkin ia sudab mengagap mu sebagai adiknya.
tapi kann lo musuh sama dia , dan lo tau sendiri kalo deket sama dia bakal berurusan sama orang banyak , dan itu buat gue nambah masalah.
tapi gue kagak tega melihatnya menderita apalagi gara-gara gue , duhhh ni hati nggak bisa dikondisikan*.
__ADS_1