Sisi Lain Ilmu Hitam

Sisi Lain Ilmu Hitam
KUPIKIR INI MIMPI


__ADS_3

dani yang masih syok hanya diam dan sedikit mencibik " gua kira tadi apa , ternyata cuma bercanda "


"lo sih , alay , santai aja " raut jani padahal juga ikut menegang waktu itu , dia hanya berpura-pura tegar , karna gengsi.


ayah yang dari tadi fokus menyetir , dia akhirnya mengucapkan kata untuk pertama kalinya " gimana kalian siap memulai hari baru lagi ?" "and btw nanti kalian udah ayah daftarkan ke sekolah yang bagus dan ayah yakin kalian menyukainya " tambahnya.


"penasaran gua " " sama gua juga " timpal dani.


setelah perjalanan melelahkan sekitar 1 hari , akhirnya mereka tiba di komplek yang cukup mewah , jelas ini bukan rumah lamanya dulu.


"ini rumah kita yah ??" jani yang masih melihat-lihat seluruh halaman megah du sekitat rumah berlantai dua , dengan desain yang cukup indah baginya.


"hooh yuk , ambil barang kalian "ucap ayah ,lalu mereka mengambil barang dari bagasi mobil , dan saat masuk meteka disambut dua satpam , satu pria yang seumuran ayah , dan wanita yang jani pikir pasti pembantu mereka.


"jani ,dani kenalin ,ini pak udin dan sebelahnya itu pak sabar , dan itu panggil om jeje , dan itu bik imah " ucap ayah sambil menunjuk ke orang-orang yang disebutnya.

__ADS_1


"om jeje ini supir pribadi ayah , dan dia yang membantu ayah selama ini , ayah udah anggap dia saudara kita " ucap ayah menyalaminya.


"hai om jeje namaku anjani panggil aja jani " ia langsung menyalaminya.


"hai om , namaku dani , seneng berkenalan dengan mu" ucap dani , lalu koper dani di ambil om jeje untuk mengantarkanya ke kamarnya.


dan koper jani diambil bi imah dan merek berjalan menuju kamar jani.


kamar dani dan jani berada di lantai dua tapi saling berseberangan.


"ini non kamarnya " " kalo ada apa² panggil bibi aja ya " " timpal bi imah " baik bi " ucap jani , lalu membongkar koper itu dan meletakan barang²nya sesuai tempatnya , kamar ini cukup mewah , terang juga pencahayaanya- ada sedikit teras yang langsung menghadap ke luar ruangan , dan ada meja dan kursi satu set , yang berada di teras itu.


ia bergegas mandi , memakai seragam , ia yakin bi Imah yang menyiapkan semuanya , seragam itu cukup unik karena , warnanya yang tidak putih abu² dan roknya yang cukup pendek almameter yang bagus- ia lalu bergegas turun untuk sarapan , sebelum menuruni anak tangga , ia bertemu dani yang cukup keren hari ini , ia mengamatinya dari atas sampai bawah , gaya rambut yang cukup rapi , almamater itu membuatnya semakin tampan - sepatu dan tas yang keren membuat jani geleng².


dani yang menangkap basah , jani mengamatinya , langsung buka suara " ada apa lu ? gua keren ya ? dari dulu kali "

__ADS_1


"dih paan si lo sok keren , g-gua cuma i-itu...." jani diam sejenak karna tak tahu harus bilang apa " sepatu lo keren " tambahnya langsung menuruni anak tangga dan bergegas ke meja makan.


disana semua keluarga sudah berkumpul termasuk ibu , adek , ayah , dan bi Imah yang sibuk menyiapkan makan.


setelah seluruh keluarga makan , jani dan dani berpamitan ke sekolah.


" pagi yah , bu , jani berangkat dulu bayy " disertai juga dani.


" naik apa nak ??" sahut ayah yang membuat langkah mereka terhenti.


"lah iya kita naik apa ? ucap dani " " naik angkot paling " sahut janu terkekeh.


ayah langsung beranjak dari kursi makanya dan menghampiri keduanya " ikut ayah " ucap ayah yang sambil membetulkan dasinya.


mereka bergegas mengikuti pria itu untuk keluar rumah dan ya benar saja , 2 mobil mewah terparkir di depan rumah itu , satu warna hitam dan satunya putih , dan masih berplat baru.

__ADS_1


"ini mobil kalian silahkan dipilih , ayah tidak mau mendengar penolakan, karna kalian yang sudah menbuat posisi ayah kembali semula bahkan lebih baik lagi " ucap ayah jani , yang tersenyum kepada anaknya itu.


"jan...." "dan......" kupikir ini mimpi


__ADS_2