Sisi Lain Ilmu Hitam

Sisi Lain Ilmu Hitam
MINTA MAAF DAN TONGKAT DHANI


__ADS_3

"ya gue mau ikut lo " jawab ku polos.


"oooowww mau masuk ya , sini cepet " ucapnya.


ia menutup pintu dan menguncinya.


"dhan kok di kunci sih ??? " tanyaku.


"katanya mau ikut " ucapnya membuatku semakin tak mengerti.


aku yang semakin heran berkeliling kamar dan menemukan sebuah tongkat , bentuknya hampir mirip dengan tongkat mayoret namun terbuat dari kayu dan dihiasi ukiran cantik.


yang dapat membuatku terpukau dan mengambilnya.


"dhan ini tongkat apa " sambil mengayun-ayunkan tongkat itu memutar-mutar seperti seorang mayoret dan..


wuuuussshhhhhh brugggghhhhhh


pintu yang tadinya terkunci , bisa terbuka karena dhani terpental keras dan mengenai pintu itu , yang akhirnya terbuka.


"astaga dhan , aku tak sengaja , aku minta maaf" ucapku sembari memegang tongkat itu dan berlari dan membantu dhani tang terjatuh.


kakek yang dari tadi duduk di sofa juga ikut menolong dhani , namun anehnya kakek malh tertawa.


"kek !!!! kok ketawa sihh " rengek dhani yang mencoba berdiri dan kubantu.

__ADS_1


"jebule , koe karo jani e pinter jani ngaggo teken kui (ternyata , kamu sama jani pintar jani menggunakan tongkat itu )" ucap kakek terkekeh.


"orang cucunya lagi kesakitan kok malah ketawa " ucpa dhani.


"udah napa sih dhan , orang udah gue bantuin juga , gue minta maaf deh " ucapku sambil memapahnya ke kamar.


"duhhhh " ucapnya duduk di atas kasurnya sambil memegang kakinya.


"mana yang sakit coba gue liat " ucapku sambil jongkok melihat kakinya , yang lebam.


"ya ampun lebam dhan , bentr gue ambil salep dulu " ucapku yang keluar padahal ambil minyak kayu putih.


ku oleskan minyat itu ke pergelangan kakinya yang lebam mungkin itu kesleo.


"sssss iya lumayan " sahutnya yang masih merintih.


"lo marah ya sama gue ??? " ucapku yang memandang lekat wajahnya.


"nggak kata siapa ???? " ucapnya masih melihat kakinya.


"kalo enggak !!!!! napa muka lo berpaling mulu !!!! dari tadi gue ajak ngomong !!! emang gue batu apa dianggurin !!!! " ucapku ketus.


"baper amat sih lu , eh tapi kalo marah cantik lu nambah lho " pujinya.


"bodo amat gue udah kagak peduli lagi sama lu " ucapku melangkah keluar kamar namun di tarik olehnya.

__ADS_1


"lah ntar kalo gue jalan siapa yang bantuin ?? " ucapnya memasang wajah memelas.


"pakai teken kayak kakek " cloteh ku .


"iyya ntar gue bantuin tapi bentar gue mau kasih teh dulu sama kakek lu tunggu disini ya " ucapku.


namun setelah ku hantarkan teh itu ke ruang tamu kakek sudah tidak ada .


kemana kakek ya kok pergi gitu aja , kayak jelangkung berangkat tak di jemput , pulang tak di antara heheh.


aku segera duduk di sofa dan meminum teh itu sembari menonton televisi.


"ya allah , wong lagi ditinggal neng mburi teh ku wes entek , wes rasah ono suguhan we ( ya allah , orang lagi ditinggal ke belakang tehnya sudah habis , udah nggak usah pakek jamuan aja ) " cloteh kakek.


"hehe maaf kek , habisnya kakek kayak....." ucapku tak kuteruskan.


"nduk koe belajar menguasai teken mau nyang ndi ???? (nak kamu belajar tongkat tadi di mana ??? ) ".


"owhh itu , bukanya tongkat mayoret ya kek , soalnya sama , waktu jani smp pernah ikut kayak gitu jadi bisa kalo cuma gerakan seperti itu " ucapku.


"kui bukan tongkat mayoret itu tongkat saktinya dhani " sahut kakek membuatku sedikit terkejut.


"WOYYY !!!! ADA ORANG NGGAK ????? TOLONG DONG !!!!!! " seru dhani membuat sebal karna tak dapat menanyakan lebih dalam tentang tongkat itu.


dasar songong manggil aja nggak tahu waktu awas aja lo.

__ADS_1


__ADS_2