
"ya gue mau ikut lo " jawab ku polos.
"oooowww mau masuk ya , sini cepet " ucapnya.
ia menutup pintu dan menguncinya.
"dhan kok di kunci sih ??? " tanyaku.
"katanya mau ikut " ucapnya membuatku semakin tak mengerti.
aku yang semakin heran berkeliling kamar dan menemukan sebuah tongkat , bentuknya hampir mirip dengan tongkat mayoret namun terbuat dari kayu dan dihiasi ukiran cantik.
yang dapat membuatku terpukau dan mengambilnya.
"dhan ini tongkat apa " sambil mengayun-ayunkan tongkat itu memutar-mutar seperti seorang mayoret dan..
wuuuussshhhhhh brugggghhhhhh
pintu yang tadinya terkunci , bisa terbuka karena dhani terpental keras dan mengenai pintu itu , yang akhirnya terbuka.
"astaga dhan , aku tak sengaja , aku minta maaf" ucapku sembari memegang tongkat itu dan berlari dan membantu dhani tang terjatuh.
kakek yang dari tadi duduk di sofa juga ikut menolong dhani , namun anehnya kakek malh tertawa.
"kek !!!! kok ketawa sihh " rengek dhani yang mencoba berdiri dan kubantu.
__ADS_1
"jebule , koe karo jani e pinter jani ngaggo teken kui (ternyata , kamu sama jani pintar jani menggunakan tongkat itu )" ucap kakek terkekeh.
"orang cucunya lagi kesakitan kok malah ketawa " ucpa dhani.
"udah napa sih dhan , orang udah gue bantuin juga , gue minta maaf deh " ucapku sambil memapahnya ke kamar.
"duhhhh " ucapnya duduk di atas kasurnya sambil memegang kakinya.
"mana yang sakit coba gue liat " ucapku sambil jongkok melihat kakinya , yang lebam.
"ya ampun lebam dhan , bentr gue ambil salep dulu " ucapku yang keluar padahal ambil minyak kayu putih.
ku oleskan minyat itu ke pergelangan kakinya yang lebam mungkin itu kesleo.
"sssss iya lumayan " sahutnya yang masih merintih.
"lo marah ya sama gue ??? " ucapku yang memandang lekat wajahnya.
"nggak kata siapa ???? " ucapnya masih melihat kakinya.
"kalo enggak !!!!! napa muka lo berpaling mulu !!!! dari tadi gue ajak ngomong !!! emang gue batu apa dianggurin !!!! " ucapku ketus.
"baper amat sih lu , eh tapi kalo marah cantik lu nambah lho " pujinya.
"bodo amat gue udah kagak peduli lagi sama lu " ucapku melangkah keluar kamar namun di tarik olehnya.
__ADS_1
"lah ntar kalo gue jalan siapa yang bantuin ?? " ucapnya memasang wajah memelas.
"pakai teken kayak kakek " cloteh ku .
"iyya ntar gue bantuin tapi bentar gue mau kasih teh dulu sama kakek lu tunggu disini ya " ucapku.
namun setelah ku hantarkan teh itu ke ruang tamu kakek sudah tidak ada .
kemana kakek ya kok pergi gitu aja , kayak jelangkung berangkat tak di jemput , pulang tak di antara heheh.
aku segera duduk di sofa dan meminum teh itu sembari menonton televisi.
"ya allah , wong lagi ditinggal neng mburi teh ku wes entek , wes rasah ono suguhan we ( ya allah , orang lagi ditinggal ke belakang tehnya sudah habis , udah nggak usah pakek jamuan aja ) " cloteh kakek.
"hehe maaf kek , habisnya kakek kayak....." ucapku tak kuteruskan.
"nduk koe belajar menguasai teken mau nyang ndi ???? (nak kamu belajar tongkat tadi di mana ??? ) ".
"owhh itu , bukanya tongkat mayoret ya kek , soalnya sama , waktu jani smp pernah ikut kayak gitu jadi bisa kalo cuma gerakan seperti itu " ucapku.
"kui bukan tongkat mayoret itu tongkat saktinya dhani " sahut kakek membuatku sedikit terkejut.
"WOYYY !!!! ADA ORANG NGGAK ????? TOLONG DONG !!!!!! " seru dhani membuat sebal karna tak dapat menanyakan lebih dalam tentang tongkat itu.
dasar songong manggil aja nggak tahu waktu awas aja lo.
__ADS_1